Dini Hari di Rawalumbu: 8 Remaja Bersenjata Diciduk Tim Presisi
Kota Bekasi - Upaya aksi tawuran yang diduga akan terjadi di wilayah Rawalumbu, Kota Bekasi, berhasil digagalkan aparat kepolisian pada Selasa dini hari (17/2/2026). Sebanyak delapan remaja diamankan Tim 3 Patroli Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota saat berpatroli di kawasan Perumahan Kemang Pratama, Bekasi Timur.
Penindakan berlangsung sekitar pukul 02.10 WIB. Saat itu, petugas tengah melakukan patroli rutin cipta kondisi di titik-titik rawan gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas). Di lokasi tersebut, tim mendapati sekelompok remaja berboncengan sepeda motor dengan gerak-gerik mencurigakan.
Petugas menduga kuat kelompok tersebut hendak melakukan aksi tawuran. Kecurigaan semakin menguat ketika para remaja mencoba melarikan diri begitu mengetahui kehadiran polisi.
Tim Perintis Presisi kemudian melakukan pengejaran secara taktis dan terukur. Hasilnya, delapan remaja berhasil diamankan tanpa perlawanan berarti. Dari tangan mereka, polisi menyita sejumlah barang bukti berupa tiga bilah senjata tajam jenis cocor bebek—senjata panjang berujung lancip, satu bilah celurit, tiga unit sepeda motor (Honda Beat, Beat Street, dan Vario), serta satu unit ponsel Android yang diduga digunakan untuk berkomunikasi dan berkoordinasi.

Kasat Samapta Polres Metro Bekasi Kota, Kompol Hotman Hutajulu, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyatakan seluruh remaja yang diamankan telah dibawa ke Mapolres untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Seluruh terduga pelaku beserta barang bukti telah kami serahkan ke Piket Reskrim Polres Metro Bekasi Kota guna proses hukum lebih lanjut,” ujarnya dalam keterangan resmi.
Menurutnya, patroli dini hari memang difokuskan pada jam-jam rawan, khususnya menjelang subuh, yang kerap dimanfaatkan kelompok remaja untuk melakukan aksi tawuran maupun balap liar. Keberhasilan penggagalan ini menjadi bagian dari langkah preventif kepolisian dalam menekan potensi kejahatan jalanan di Kota Bekasi.
Berdasarkan data kepolisian, patroli Perintis Presisi secara rutin digelar di sejumlah wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan, termasuk Rawalumbu, Bekasi Timur, dan Bekasi Utara. Pola patroli dilakukan secara mobile dan stasioner dengan menyasar perumahan, jalan protokol, hingga kawasan yang minim penerangan.
Kepolisian juga mendalami kemungkinan adanya ajakan atau provokasi melalui media sosial yang memicu rencana tawuran tersebut. Ponsel yang diamankan kini menjadi bagian dari barang bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.
Kompol Hotman menegaskan, pihaknya tidak akan memberi ruang bagi aksi-aksi yang mengganggu ketertiban umum dan membahayakan keselamatan masyarakat. Ia juga mengimbau peran aktif orang tua dalam mengawasi aktivitas anak-anak mereka, terutama pada jam malam.
“Peran keluarga sangat penting. Kami mengimbau orang tua untuk memastikan anak-anaknya berada di rumah pada jam rawan dan tidak terlibat dalam aktivitas yang melanggar hukum,” tegasnya.
Pengamanan ini sekaligus menunjukkan komitmen kepolisian dalam menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah hukum Kota Bekasi. Terlebih, aksi tawuran kerap menimbulkan korban luka bahkan korban jiwa, serta meresahkan masyarakat sekitar.
Sejumlah warga Perumahan Kemang Pratama mengaku lega dengan penindakan cepat aparat. Mereka berharap patroli rutin terus ditingkatkan agar lingkungan tetap aman, khususnya pada malam hingga dini hari.
Delapan remaja yang diduga hendak melakukan tawuran berhasil diringkus aparat kepolisian saat patroli dini hari di Rawalumbu, Kota Bekasi, Selasa (17/2/2026). Penangkapan dilakukan Tim 3 Perintis Presisi Polres Metro Bekasi Kota sekitar pukul 02.10 WIB setelah mendapati gerak-gerik mencurigakan sekelompok pemuda yang membawa senjata tajam.
Dalam operasi tersebut, polisi menyita tiga bilah senjata tajam jenis cocor bebek, satu celurit, tiga sepeda motor, serta satu ponsel yang diduga digunakan untuk koordinasi. Seluruh terduga pelaku kini menjalani pemeriksaan intensif di Mapolres.
Polres Metro Bekasi Kota menegaskan akan terus meningkatkan patroli pada jam-jam rawan sebagai langkah preventif menjaga keamanan warga. Aparat juga mengajak masyarakat, khususnya orang tua, untuk bersama-sama mencegah keterlibatan remaja dalam aksi kekerasan jalanan demi menciptakan Kota Bekasi yang aman dan kondusif.
Baca Juga
Komentar