Digitalisasi Pasar Dimulai dari Bekasi, Aplikasi Pasarhub Indonesia dan Komunitas Driver Siap Bangkitkan Ekonomi Lokal
Pena Insight
Bekasi — Sebuah langkah strategis menuju ekonomi digital berbasis kerakyatan resmi dimulai dari Kota Bekasi. Pre Launching Aplikasi Pasarhub Indonesia yang digelar di kantor pusat Pasarhub, Family Urban Mustikasari, menjadi penanda hadirnya inovasi teknologi yang dirancang khusus untuk menjembatani kebutuhan pedagang tradisional dan konsumen urban lewat layanan digital.
Acara yang juga dirangkaikan dengan Meet and Greet komunitas driver Pasarhub ini dihadiri sekitar 50 orang tamu, termasuk tokoh pemerintahan daerah, kepolisian, dan masyarakat sekitar. Hadirnya perwakilan Dinas Koperasi, pihak kecamatan, hingga Bhabinkamtibmas menegaskan dukungan lintas sektor terhadap kemajuan ekonomi berbasis aplikasi di tingkat lokal.
Manager Pasarhub Indonesia, Aryadi, dalam sambutannya menyampaikan visi besar aplikasi tersebut: menciptakan konektivitas langsung antara pedagang pasar dan konsumen melalui fitur pemesanan barang dan layanan antar berbasis driver mitra. Menurutnya, ini bukan sekadar inovasi digital, tetapi gerakan sosial-ekonomi untuk membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat sekitar.
Plt Dinas Koperasi dan UKM Kota Bekasi, Rita Hartarti, juga menilai Pasarhub sebagai wujud konkret digitalisasi UMKM. Ia menekankan pentingnya sinergi antara teknologi dan pendampingan pelaku usaha kecil agar tidak tertinggal dalam era transformasi ekonomi. Inovasi seperti Pasarhub, kata dia, berpotensi memperluas akses pasar UMKM ke skala kota hingga provinsi.
Kehadiran Bhabinkamtibmas Aiptu Sarjono dalam forum ini pun memberi warna tersendiri. Ia mengingatkan agar seluruh elemen aplikasi, khususnya pengelola dan mitra driver, tetap mematuhi kaidah keselamatan berkendara, menjaga etika pelayanan, serta berperan aktif menjaga stabilitas kamtibmas di wilayah operasional masing-masing.
“Kami apresiasi terobosan digital ini. Namun, kami juga mengimbau agar keamanan dan tata tertib tetap dikedepankan. Kolaborasi ekonomi dan keamanan harus berjalan beriringan,” tegas Aiptu Sarjono dalam pernyataannya kepada peserta.
Dalam sesi tukar pikiran dan ramah tamah, peserta mendapat pemaparan langsung tentang cara kerja aplikasi Pasarhub, termasuk skema kemitraan driver yang fleksibel namun tetap terstruktur. Banyak peserta menyambut positif langkah ini sebagai solusi logistik lokal yang menguntungkan semua pihak, mulai dari pedagang kecil hingga konsumen rumah tangga.
Acara berlangsung sederhana namun penuh antusiasme. Kehangatan interaksi antar peserta menandai semangat kolaboratif antara swasta, pemerintah, dan masyarakat. Peluang keterlibatan warga lokal sebagai mitra driver dianggap sebagai nilai tambah untuk mempercepat pengentasan pengangguran berbasis ekonomi digital.

Dengan peluncuran aplikasi yang direncanakan dalam waktu dekat, Pasarhub Indonesia tampaknya siap mengisi celah penting dalam ekosistem digital lokal. Jika konsisten mengedepankan pelayanan, keamanan, dan transparansi, bukan tak mungkin Bekasi akan menjadi role model bagi daerah lain dalam hal digitalisasi sektor pasar rakyat.
Baca Juga
Komentar