Dedi Mulyadi Dorong Partisipasi Publik, Tegaskan Politik Pembangunan yang Terbuka
Jakarta, 18 Oktober 2025 — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak seluruh warga untuk ikut mengawasi berbagai proyek pembangunan yang sedang berlangsung di daerah masing-masing. Ajakan ini merupakan bagian dari program “Penghargaan Pembangunan” yang akan diumumkan pada akhir tahun sebagai bentuk transparansi dan peningkatan kualitas proyek pemerintah.
“Seluruh warga dipersilakan untuk memantau dan mengawasi pembangunan di seluruh wilayah Provinsi Jawa Barat yang saat ini masih berlangsung,” kata Dedi, Jumat (17/10/2025).
Menurut Dedi, pengawasan masyarakat sangat penting agar hasil pembangunan benar-benar bermanfaat dan sesuai dengan kebutuhan publik. Ia menyebut, partisipasi warga menjadi kunci agar pemerintah dapat memastikan proyek berjalan tepat waktu, berkualitas, dan tidak disalahgunakan.
Proyek yang bisa diawasi masyarakat mencakup berbagai bidang, mulai dari pembangunan jalan, drainase, penerangan jalan umum, rumah sakit, sekolah, kantor pemerintahan, jembatan, hingga pengerukan sungai.
“Dipersilakan untuk diawasi, diposting di media sosial kalau pekerjaan itu bagus atau pekerjaan itu jelek,” ujarnya.
Mantan Bupati Purwakarta itu menjelaskan bahwa keterlibatan masyarakat melalui media sosial juga dapat membantu pemerintah memantau langsung kondisi proyek di lapangan. Ia menilai, pengawasan terbuka seperti ini bisa mendorong pelaksana proyek agar lebih bertanggung jawab.
“Semua orang bisa menjadi bagian dari pengawasan. Kalau ada yang bagus, beri apresiasi. Kalau ada yang jelek, laporkan atau unggah ke media sosial supaya kami tahu,” jelas Dedi.
Ia menegaskan, pemerintah provinsi akan melakukan penilaian terhadap proyek-proyek pembangunan berdasarkan hasil pengawasan tersebut. Penilaian ini akan digunakan untuk menentukan proyek terbaik dan terburuk di akhir tahun.
“Pada seluruh kegiatan pembangunan di Provinsi Jawa Barat, di akhir tahun bulan Desember, Pemprov Jabar akan mengumumkan pekerjaan terbaik dan terburuk,” kata Dedi.
Proyek dengan hasil terbaik akan mendapatkan penghargaan langsung dari gubernur, sementara proyek yang dinilai buruk akan diumumkan ke publik sebagai bentuk transparansi dan pembelajaran bersama.
Menurut Dedi, langkah ini dilakukan agar kontraktor dan pihak pelaksana proyek lebih serius dalam menjaga mutu pekerjaan. Ia berharap program ini dapat menumbuhkan rasa tanggung jawab serta semangat kompetitif untuk menghasilkan karya terbaik bagi masyarakat.
“Dengan adanya penghargaan dan pengawasan terbuka, kami ingin semua pihak berlomba-lomba memberikan yang terbaik,” tambahnya.
Dedi juga menekankan bahwa penghargaan tersebut bukan sekadar simbol, melainkan bagian dari komitmen pemerintah untuk menghadirkan pembangunan yang kuat, indah, dan tahan lama.
“Kami ingin seluruh pekerjaan di Jawa Barat berkualitas, estetik, dan memiliki umur yang panjang,” tegasnya.
Ia berharap partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan dapat menjadi budaya baru dalam pembangunan daerah. Dengan begitu, kepercayaan publik terhadap pemerintah akan semakin meningkat.
Langkah ini juga sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk mewujudkan tata kelola pembangunan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada kepentingan rakyat.
Dengan keterlibatan masyarakat, Pemprov Jabar optimistis bahwa setiap pembangunan yang dilakukan akan lebih berkualitas, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh warga.
Baca Juga
Komentar