Curah Hujan Tinggi, Polisi Sisir Bantaran Saluran Air Rawalumbu! Warga Diminta Siaga, Kondisi Masih Aman
KOTA BEKASI — Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Bekasi dalam beberapa hari terakhir memicu kewaspadaan terhadap potensi banjir kiriman. Menyikapi kondisi tersebut, jajaran Polsek Rawalumbu bergerak cepat melakukan monitoring langsung ke titik-titik rawan. Sejak Senin pagi (12/01/2026), personel Bhabinkamtibmas dikerahkan menyisir bantaran saluran air utama untuk memastikan keselamatan warga dan meminimalisir risiko bencana.
Langkah antisipatif ini dilakukan di kawasan Perumahan Rawalumbu, khususnya di sepanjang Jembatan 3 hingga Jembatan 7. Area tersebut dikenal sebagai salah satu wilayah yang berbatasan langsung dengan saluran air besar di Kelurahan Bojong Rawalumbu. Ketika debit air meningkat, kawasan ini berpotensi terdampak limpahan atau banjir kiriman dari wilayah hulu.
Sejak pukul 08.00 WIB, Bhabinkamtibmas Kelurahan Bojong Rawalumbu, Aiptu Heryanto, memimpin langsung kegiatan penyisiran. Ia turun ke lapangan bersama petugas keamanan lingkungan perumahan yang tergabung dari RW 07, 08, 09, 10, serta RW 26, 27, dan 28. Kolaborasi ini menjadi bagian dari strategi deteksi dini untuk menghadapi kemungkinan perubahan situasi cuaca secara mendadak.
Petugas menyusuri bantaran saluran air, memantau arus dan debit air, sekaligus mengecek kondisi tanggul dan jalur drainase di sekitar permukiman warga. Tak hanya itu, Aiptu Heryanto juga memberikan arahan teknis kepada petugas keamanan perumahan agar meningkatkan kesiapsiagaan selama musim hujan berlangsung.
“Kami meminta rekan-rekan security untuk memantau debit air secara berkala. Jika terlihat kenaikan volume air yang signifikan, segera informasikan kepada Bhabinkamtibmas atau instansi terkait agar langkah evakuasi dini dapat dilakukan,” ujar Aiptu Heryanto di sela kegiatan monitoring.
Menurutnya, peran petugas keamanan lingkungan sangat vital karena merekalah yang paling dekat dengan warga dan mengetahui kondisi wilayah secara langsung. Dengan sistem pelaporan cepat, potensi bencana dapat diantisipasi lebih awal sebelum menimbulkan dampak luas.
Kapolsek Rawalumbu, Kompol Akhmadi, S.H., mengonfirmasi bahwa hingga laporan terakhir diterima, kondisi di wilayah Perumahan Rawalumbu masih terpantau aman. Meski curah hujan sempat tinggi, tidak ditemukan genangan di titik-titik rawan yang dipantau.
“Kehadiran personel di lapangan bertujuan memberikan ketenangan bagi warga. Kami memastikan monitoring dilakukan secara real-time, serta memastikan saluran air berfungsi baik untuk meminimalisir risiko banjir,” tegas Kompol Akhmadi.
Ia menambahkan, kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Polsek Rawalumbu dalam memberikan perlindungan maksimal kepada masyarakat, tidak hanya dari gangguan kamtibmas, tetapi juga dari potensi bencana lingkungan yang bisa terjadi sewaktu-waktu.
Bagi warga Perumahan Rawalumbu, kehadiran aparat di bantaran saluran air menjadi sinyal bahwa situasi dikendalikan dan tidak diabaikan. Aktivitas masyarakat pun dapat berjalan normal tanpa kekhawatiran berlebihan, meskipun cuaca masih fluktuatif.
Monitoring saluran air ini juga menjadi langkah preventif untuk mencegah dampak domino yang sering terjadi saat banjir melanda. Selain merendam rumah warga, banjir juga berpotensi mengganggu akses jalan, aktivitas sekolah, perkantoran, hingga perekonomian lokal. Karena itu, deteksi dini dinilai sebagai kunci utama pengendalian risiko.
Tak hanya melakukan pemantauan fisik, jajaran Polsek Rawalumbu juga mengimbau masyarakat agar ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan. Sampah rumah tangga yang menyumbat saluran air kerap menjadi penyebab utama meluapnya air saat hujan deras.
“Kami mengajak warga untuk tidak membuang sampah ke saluran air dan rutin membersihkan drainase di sekitar rumah. Pencegahan banjir adalah tanggung jawab bersama,” tambah Kompol Akhmadi.
Hingga kegiatan berakhir, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polsek Rawalumbu dilaporkan kondusif dan terkendali. Tidak ada laporan evakuasi warga, kerusakan infrastruktur, maupun gangguan keamanan selama monitoring berlangsung.
Langkah cepat jajaran Polsek Rawalumbu ini sekaligus menunjukkan bahwa kesiapsiagaan menghadapi bencana bukan hanya menjadi tugas instansi teknis, tetapi juga membutuhkan peran aktif aparat keamanan di tingkat kewilayahan. Dengan sinergi bersama petugas lingkungan dan masyarakat, potensi dampak buruk dapat ditekan semaksimal mungkin.
Ke depan, kegiatan penyisiran dan monitoring bantaran saluran air akan terus dilakukan secara berkala selama musim hujan berlangsung. Setiap perubahan situasi akan segera dilaporkan kepada pimpinan untuk memastikan respon cepat bila terjadi keadaan darurat.
Di tengah ancaman cuaca ekstrem yang semakin sulit diprediksi, kehadiran polisi di titik-titik rawan banjir memberikan rasa aman tersendiri bagi warga. Harapannya, Kota Bekasi tetap siaga, masyarakat tetap tenang, dan potensi bencana dapat dicegah sebelum menimbulkan kerugian besar.
Baca Juga
Komentar