Audiensi Kapolri–MUI Menguatkan Barisan Umat, Sinergi Jaga NKRI Menuju Indonesia Emas 2045
JAKARTA — Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan komitmen Polri dalam memperkuat sinergitas dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) guna menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sekaligus mendorong terwujudnya visi besar Indonesia Emas 2045.
Komitmen tersebut disampaikan Kapolri saat menerima audiensi jajaran Dewan Pimpinan Pusat (DPP) MUI periode 2025–2030 di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (5/2/2026). Pertemuan ini menjadi ruang strategis membahas peran kolaboratif antara aparat keamanan dan tokoh umat dalam menjaga stabilitas nasional, ketertiban masyarakat, serta penguatan ketahanan sosial bangsa.
Kapolri menyampaikan bahwa Polri membuka ruang kerja sama seluas-luasnya dengan MUI, khususnya dalam kegiatan yang menyangkut kemaslahatan umat dan kepentingan nasional. Menurutnya, peran ulama dan tokoh agama memiliki posisi penting dalam menjaga harmoni sosial di tengah dinamika masyarakat yang terus berkembang.
“Polri siap untuk bekerja sama dan melaksanakan rangkaian kegiatan pengamanan di setiap kegiatan yang akan dilaksanakan MUI untuk kemaslahatan umat,” ujar Jenderal Listyo Sigit Prabowo kepada awak media.
Audiensi tersebut turut dihadiri sejumlah tokoh nasional, salah satunya Nusron Wahid, Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala BPN yang juga menjabat Ketua DPP MUI Bidang Penanggulangan Bencana. Kehadiran Nusron menandai fokus pembahasan yang tidak hanya menyentuh isu keumatan, tetapi juga kesiapsiagaan nasional menghadapi bencana.
Dalam kesempatan itu, Kapolri menyambut positif usulan MUI untuk menjalin kerja sama dalam peningkatan kesiapsiagaan dan penanggulangan bencana. Polri dinilai memiliki pengalaman panjang dalam penanganan bencana alam di berbagai wilayah Indonesia, mulai dari evakuasi, pengamanan, hingga pemulihan pascabencana.
“Kami menyambut baik rencana pembuatan MoU terkait pelatihan dan penyiapan personel-personel dari MUI yang akan diberikan pelatihan kesiapsiagaan maupun tanggap bencana,” jelas Sigit.
Ia menambahkan, kerja sama tersebut akan ditindaklanjuti secara teknis, baik dalam bentuk pelatihan terpadu, simulasi lapangan, maupun penguatan koordinasi lintas sektor agar respons terhadap bencana dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur.
“Setelah ini tentu akan kita tindak lanjuti dengan hal-hal yang lebih teknis, apakah itu latihan bersama atau bentuk dukungan lain yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan kerja sama tersebut,” imbuhnya.
Lebih jauh, Kapolri menekankan bahwa sinergitas antara Polri dan MUI merupakan bagian dari upaya besar menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (sitkamtibmas). Stabilitas tersebut, menurutnya, menjadi fondasi utama bagi pertumbuhan ekonomi nasional dan pembangunan berkelanjutan.
“Perlu adanya sinergitas antara Polri dengan seluruh elemen bangsa agar sitkamtibmas tetap terjaga dan kondusif, sehingga pertumbuhan ekonomi dapat berjalan dengan baik,” tegas Kapolri.
Ia menilai, tantangan bangsa ke depan semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik global, ancaman radikalisme, bencana alam, hingga disrupsi sosial akibat perkembangan teknologi. Dalam konteks tersebut, peran tokoh agama dan lembaga keumatan menjadi sangat strategis sebagai penyejuk dan perekat persatuan bangsa.
Kapolri juga menegaskan bahwa kolaborasi antara Polri dan MUI bukan semata kerja sama institusional, melainkan bagian dari ikhtiar kolektif menjaga persatuan nasional. Menurutnya, kekuatan Indonesia terletak pada kebersamaan seluruh elemen bangsa, termasuk aparat negara, ulama, dan masyarakat sipil.

“Dengan cita-cita kita bersama untuk mewujudkan Indonesia yang berdaulat, Indonesia yang sejahtera, dan Indonesia yang maju, maka sinergi ini menjadi sangat penting,” kata Sigit.
Ia optimistis, apabila sinergitas tersebut terus diperkuat secara konsisten, maka visi besar Indonesia Emas 2045 bukan sekadar slogan, melainkan tujuan nyata yang dapat dicapai bersama.
“Cita-cita kita bersama untuk mewujudkan Indonesia Emas pada tahun 2045 akan dapat berjalan dengan baik apabila seluruh elemen bangsa berjalan seiring dan saling menguatkan,” pungkas Kapolri.
Audiensi antara Kapolri dan MUI ini dinilai menjadi sinyal kuat komitmen negara dalam membangun pendekatan keamanan yang inklusif, humanis, dan berbasis kolaborasi. Di tengah tantangan global dan domestik, sinergi antara aparat keamanan dan tokoh umat diharapkan mampu menjadi benteng moral sekaligus sosial dalam menjaga keutuhan NKRI dan masa depan bangsa.
Baca Juga
Komentar