Apel Tiga Pilar Bekasi Barat: Waka Polsek Muhtar Gema Seruan Perang Lawan Judi Online dan Narkoba
Bekasi Kota — Dalam upaya memperkuat keamanan dan ketertiban wilayah, jajaran unsur pemerintahan di Kecamatan Bekasi Barat menggelar Apel Gabungan Tiga Pilar yang berlangsung pada Rabu pagi. Kegiatan ini menjadi panggung kolaborasi strategis antara kepolisian, TNI, dan aparatur sipil negara untuk memperkokoh sinergi dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Apel gabungan tersebut diikuti oleh perwakilan Polsek Bekasi Barat, Koramil 01/Kranji, ASN Kecamatan Bekasi Barat, serta unsur kelurahan dan UPTD se-Kecamatan Bekasi Barat. Kehadiran para pemangku kepentingan ini menandai keseriusan lintas sektor dalam membangun fondasi keamanan yang tangguh dan pelayanan publik yang responsif.
Bertindak sebagai pembina apel, Sekretaris Camat (Sekcam) Bekasi Barat, Nurdin, S.Sos, memberikan arahan terkait pentingnya kerja sama antarlembaga. Sedangkan peran komandan apel diemban oleh Bhabinkamtibmas Bintara Aipda Tedy Rivaldi, yang mengoordinasikan jalannya apel dengan tertib dan khidmat.

Suasana apel menjadi semakin hangat saat Waka Polsek Bekasi Barat, AKP H. Muhtar, SH, menyampaikan pesan penting mewakili Kapolsek Bekasi Barat. Dalam amanatnya, ia menegaskan bahwa kekompakan antar instansi adalah kunci utama dalam menjaga stabilitas wilayah dan membangun kepercayaan masyarakat.
“Sinergi yang kuat di antara kita akan menjadi pondasi kokoh dalam menjaga keamanan, ketertiban, dan kepercayaan publik. Mari bersama-sama kita jaga integritas dan komitmen dalam melayani masyarakat,” tegas AKP Muhtar dengan suara lantang yang disambut tepuk tangan peserta apel.
Lebih lanjut, AKP Muhtar mengingatkan seluruh aparatur agar menjauhi segala bentuk penyimpangan, terutama praktik perjudian online dan penyalahgunaan narkoba. Ia menyebut kedua fenomena ini sebagai ancaman serius yang dapat merusak tatanan sosial sekaligus mencoreng wibawa pemerintah di mata publik.
“Judi online dan narkoba bukan hanya melanggar hukum, tetapi juga merusak moral, kepercayaan, dan masa depan generasi kita. Aparatur harus menjadi teladan, bukan bagian dari masalah,” imbuhnya.
Pesan tersebut menjadi sorotan utama apel, mengingat maraknya praktik judi online dan penyalahgunaan narkotika yang kian merambah hingga ke lingkungan pemerintahan. Waka Polsek menegaskan bahwa tidak akan ada toleransi bagi siapa pun yang terbukti melakukan pelanggaran.
Selain isu kamtibmas, apel ini juga dimanfaatkan untuk memperkuat koordinasi lintas sektoral dalam menghadapi tantangan sosial menjelang akhir tahun. Termasuk kesiapsiagaan terhadap potensi gangguan keamanan menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) dan perayaan akhir tahun yang biasanya meningkatkan intensitas kegiatan masyarakat.
Nurdin, Sekcam Bekasi Barat, dalam sambutannya mengajak seluruh unsur Tiga Pilar untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. “Masyarakat menaruh harapan besar pada kita semua. Mari kita hadir sebagai pelayan yang sigap, bersih, dan bekerja dengan hati,” ujarnya.
Aipda Tedy Rivaldi, sebagai komandan apel, turut menekankan pentingnya kedisiplinan aparatur. Menurutnya, apel gabungan bukan sekadar rutinitas, tetapi momentum konsolidasi kekuatan dalam menjaga kondusivitas wilayah.
Kegiatan apel ini berlangsung tertib dan penuh semangat. Barisan rapi para peserta apel mencerminkan kesiapan dan keseriusan mereka dalam menjawab berbagai tantangan sosial di wilayah Bekasi Barat.
Apel gabungan Tiga Pilar juga menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi internal dan eksternal antar lembaga. Koordinasi yang intens dinilai dapat mempercepat respon terhadap berbagai persoalan masyarakat, mulai dari keamanan lingkungan hingga penanganan masalah sosial.
Kehadiran TNI melalui Koramil 01/Kranji turut mempertegas bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab kepolisian, tetapi menjadi tanggung jawab bersama seluruh komponen bangsa. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan situasi yang aman, damai, dan kondusif.
Dalam sesi penutup, AKP Muhtar kembali mengingatkan aparatur untuk tidak lengah. Ia menegaskan bahwa tantangan ke depan semakin kompleks dan menuntut kecepatan serta ketepatan langkah.
“Jangan pernah abaikan potensi gangguan sekecil apa pun. Keamanan masyarakat adalah prioritas kita,” ujarnya dengan tegas.
Apel gabungan kali ini tidak hanya sekadar seremoni, tetapi menjadi manifestasi nyata dari semangat kolaborasi tiga pilar pemerintahan dalam menghadapi berbagai ancaman sosial di wilayah Bekasi Barat.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan dan kemajuan wilayah. Seluruh peserta apel berkomitmen untuk terus menjaga sinergi demi terciptanya pelayanan publik yang optimal dan lingkungan yang aman.
Momentum apel ini menjadi pengingat bahwa keamanan dan ketertiban bukan hanya tugas aparat, tetapi tanggung jawab kolektif seluruh elemen masyarakat. Kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi era penuh tantangan.
Dengan semangat sinergi, Apel Gabungan Tiga Pilar Kecamatan Bekasi Barat tahun 2025 ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat stabilitas wilayah sekaligus membangun kepercayaan publik terhadap institusi negara.
Baca Juga
Komentar