Wawali Harris Bobihoe Ajak Tokoh Masyarakat Siapkan Generasi Tangguh Lewat Pendidikan Berkarakter1
KOTA BEKASI – Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe mengajak seluruh tokoh masyarakat untuk berperan aktif dalam menyiapkan generasi muda yang berkarakter dan berakhlak mulia. Pesan itu disampaikan saat menghadiri kegiatan Subuh Gabungan di Pondok Pesantren Maslakul Irfan, Jatibening, Kecamatan Pondokgede, Minggu (5/10/2025).
Menurut Harris, pendidikan karakter memiliki peran penting dalam membentuk sikap, nilai, dan moral generasi muda agar mampu menghadapi tantangan zaman dengan integritas dan tanggung jawab.
Ia menegaskan bahwa di era perkembangan teknologi dan arus informasi yang sangat cepat, generasi muda tidak hanya membutuhkan kecerdasan intelektual, tetapi juga keteguhan moral serta empati sosial untuk membangun masa depan bangsa.
“Pendidikan karakter berperan penting dalam membangun generasi muda yang siap menghadapi tantangan masa depan dengan sikap positif dan nilai-nilai yang kuat. Sejak dini kita harus mempersiapkan generasi tangguh, karena mereka kelak akan menjadi pemimpin negeri ini,” ujar Harris Bobihoe.
Dalam kesempatan itu, Wawali menilai lembaga pesantren telah menjadi salah satu pilar penting dalam membangun karakter generasi muda. Sistem pendidikan di pesantren, katanya, tidak hanya menanamkan ilmu agama, tetapi juga menumbuhkan nilai moral seperti kejujuran, tanggung jawab, kedisiplinan, dan kepedulian sosial.
Ia menjelaskan, pendidikan karakter yang kuat dapat menjadi pondasi dalam membentuk kepribadian yang seimbang antara kecerdasan dan moralitas. “Kecerdasan intelektual tanpa karakter yang kuat bisa menjerumuskan seseorang pada tindakan yang merugikan diri sendiri dan orang lain,” tambahnya.
Pendidikan karakter, lanjut Harris, juga menjadi bekal penting dalam menciptakan masyarakat yang harmonis dan berdaya saing. Setiap individu diharapkan tidak hanya berprestasi dalam bidang akademik, tetapi juga menjadi teladan dalam perilaku dan sikap sehari-hari.
Harris pun menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan tokoh masyarakat dalam memperkuat pendidikan karakter di semua lapisan. “Semua pihak punya peran, terutama keluarga dan lingkungan sekitar. Kita harus saling mendukung agar anak-anak kita tumbuh dalam nilai-nilai yang baik,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan bahwa berbagai pengaruh negatif dari luar, seperti media sosial dan budaya instan, harus disikapi dengan bijak. Masyarakat perlu mengawal dan melindungi generasi muda agar tidak terjebak pada hal-hal yang merusak karakter mereka.
Lebih jauh, Harris Bobihoe berharap kegiatan keagamaan seperti Subuh Gabungan bisa terus digalakkan sebagai sarana mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai spiritual dan sosial di tengah masyarakat.
“Dengan semangat kebersamaan dan pendidikan karakter yang kuat, kita bisa mencetak generasi yang cerdas, beriman, dan berintegritas demi Bekasi yang semakin maju dan bermartabat,” pungkasnya.
Baca Juga
Komentar