Wawali Bekasi Dukung UMKM Disabilitas, Targetkan Produk Lokal Go Internasional
Pena Insight
KOTA BEKASI, 10 SEPTEMBER 2025 – Wakil Wali Kota Bekasi, Abdul Harris Bobihoe, memberikan dukungan penuh terhadap geliat ekonomi kreatif para penyandang disabilitas dan lansia.
Dalam kegiatan Peningkatan Kapasitas Layanan Kewirausahaan bagi Tenaga Kerja Khusus sekaligus penandatanganan MoU antara Kementerian Ketenagakerjaan dengan Job Portal, Harris turun langsung memborong sejumlah produk UMKM yang dipamerkan di Balai Latihan Kerja Cevest Bekasi.
Menurut Harris, langkah ini merupakan bentuk apresiasi nyata pemerintah terhadap pelaku usaha yang berjuang mandiri meski dengan keterbatasan fisik maupun usia.
“Ini bentuk penghargaan kepada saudara-saudara kita. Produk kuliner maupun kerajinannya patut kita acungi jempol. Membeli berarti ikut mendorong perekonomian masyarakat,” ujar Harris sambil menenteng produk-produk UMKM yang ia beli.

Harris menilai kualitas produk yang dihasilkan oleh UMKM binaan ini sudah layak bersaing dengan produk yang beredar di pasar modern.
“Produk UMKM ini tidak kalah dengan yang ada di swalayan maupun restoran. Variasinya beragam, mulai kuliner, pakaian, hingga kerajinan tangan,” tambahnya.
Ia juga mendorong para pelaku UMKM untuk terus meningkatkan kreativitas, inovasi, dan pemasaran sehingga dapat memperluas pangsa pasar.
“Pemerintah daerah akan terus memberikan dukungan agar produk lokal kita mampu menembus pasar internasional. Dari sisi kualitas, kita siap bersaing,” tegas Harris dengan optimis.
Menurutnya, pemberdayaan UMKM disabilitas dan lansia bukan hanya soal ekonomi, tetapi juga tentang keberpihakan sosial dan pemberian kesempatan yang setara.
“Kita ingin memastikan bahwa semua lapisan masyarakat memiliki peluang yang sama untuk berkarya dan berkontribusi pada pembangunan daerah,” ujarnya.
Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Kementerian Ketenagakerjaan, pengelola Job Portal, serta komunitas pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kota Bekasi.
Suasana semakin meriah ketika pengunjung ikut membeli produk yang dipamerkan, menjadikan acara tersebut bukan hanya ajang pameran tetapi juga transaksi langsung yang menguntungkan pelaku usaha.
Dengan langkah konkret seperti ini, Pemkot Bekasi berharap geliat ekonomi kreatif dapat terus tumbuh, sekaligus menjadikan Kota Bekasi sebagai salah satu pusat UMKM inklusif di Indonesia.
Baca Juga
Komentar