Waspada Penipuan Online! Tiga Pilar Rawalumbu Turun ke Jembatan 9 Sambangi Warga
BEKASI KOTA — Sinergi antara kepolisian, pemerintah kelurahan, dan masyarakat kembali diperkuat di wilayah Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi. Jajaran Polsek Rawalumbu bersama unsur Tiga Pilar menyambangi warga di kawasan Jembatan 9, Jalan Pungut, RT 06/02, Kelurahan Bojong Rawalumbu, Kamis sore (5/2/2026), untuk memastikan situasi keamanan tetap kondusif sekaligus memberikan edukasi kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan online.
Kegiatan tersebut dipimpin Bhabinkamtibmas Kelurahan Bojong Rawalumbu, Aiptu Heryanto, yang mendampingi Lurah Bojong Rawalumbu dalam kunjungan kewilayahan. Kehadiran aparat di tengah permukiman warga menjadi bagian dari upaya Cooling System, yakni pendekatan humanis kepolisian dalam meredam potensi gangguan keamanan dan membangun kepercayaan publik.
Kapolres Metro Bekasi Kota Kombes Pol Kusumo Wahyu Bintoro, S.H., S.I.K., M.H. melalui Kapolsek Rawalumbu Kompol Akhmadi, S.H., menegaskan bahwa kegiatan sambang warga bukan sekadar rutinitas, melainkan strategi preventif untuk mendeteksi persoalan keamanan sejak dini.
“Kehadiran Polri bersama unsur pemerintah kelurahan adalah bentuk nyata pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat. Kami ingin mendengar langsung keluhan warga, memetakan potensi gangguan kamtibmas, dan mencari solusi bersama sebelum masalah berkembang,” ujar Kompol Akhmadi.
Dalam dialog santai namun serius bersama warga dan tokoh masyarakat setempat, Aiptu Heryanto menyoroti meningkatnya kejahatan berbasis digital, khususnya penipuan online yang menyasar masyarakat di tingkat pemukiman. Modus yang kerap digunakan pelaku antara lain pesan singkat berisi undian palsu, tautan mencurigakan yang mengatasnamakan lembaga resmi, hingga tawaran investasi dan pinjaman online ilegal di media sosial.
“Sekarang ini penipuan tidak selalu terjadi secara langsung. Banyak yang bermula dari ponsel. Warga kami imbau untuk tidak mudah percaya pada pesan atau link yang tidak jelas sumbernya, apalagi jika diminta data pribadi atau kode OTP,” tegas Aiptu Heryanto di hadapan warga.
Ia menjelaskan, pelaku kejahatan siber kerap memanfaatkan kelengahan dan minimnya literasi digital masyarakat. Oleh karena itu, edukasi secara langsung dinilai penting agar warga tidak menjadi korban, terutama kelompok rentan seperti orang tua dan masyarakat yang belum terbiasa dengan teknologi digital.
Selain ancaman di dunia maya, petugas juga mengingatkan pentingnya menjaga keamanan lingkungan secara fisik. Warga diajak untuk mengaktifkan kembali sistem keamanan swakarsa, seperti ronda malam, komunikasi antar tetangga, serta kepedulian terhadap aktivitas mencurigakan di lingkungan sekitar.
Sinergi antara Bhabinkamtibmas dan Lurah dalam kegiatan ini menjadi contoh konkret kolaborasi Tiga Pilar dalam menjaga stabilitas wilayah. Pemerintah kelurahan dan kepolisian sepakat bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, melainkan membutuhkan partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengajak warga untuk tidak ragu melapor jika menemukan indikasi kejahatan, baik di lingkungan sekitar maupun di dunia digital. Laporan sekecil apa pun sangat berarti untuk mencegah kejahatan yang lebih besar,” imbuh Aiptu Heryanto.
Warga yang hadir menyambut positif kegiatan tersebut. Menurut mereka, kehadiran langsung aparat di lingkungan pemukiman memberikan rasa aman sekaligus menambah pemahaman tentang ancaman kejahatan yang terus berkembang seiring kemajuan teknologi.
Kegiatan kunjungan kewilayahan ini berlangsung dalam suasana akrab dan kondusif. Tidak ditemukan gangguan kamtibmas selama kegiatan berlangsung. Polsek Rawalumbu memastikan bahwa patroli dialogis dan sambang warga akan terus dilakukan secara berkala, terutama di wilayah-wilayah yang dinilai rawan kejahatan konvensional maupun digital.
Ke depan, Polsek Rawalumbu juga berkomitmen untuk meningkatkan penyuluhan keamanan digital, seiring meningkatnya kasus penipuan online di wilayah perkotaan. Edukasi akan difokuskan pada pengenalan modus kejahatan terbaru, cara mengamankan data pribadi, serta langkah yang harus diambil apabila menjadi korban kejahatan siber.
Dengan komunikasi yang intensif dan kolaborasi yang kuat antara aparat dan masyarakat, wilayah Rawalumbu diharapkan tetap menjadi lingkungan yang aman, waspada, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan keamanan di masa depan.
Baca Juga
Komentar