Warga Sipil Tewas Ditembak di Mulia, Satgas Cartenz Telusuri Jejak KKB Paku Wanimbo di Puncak Jaya
Pena Insight
Papua, 13 Juli 2025 – Situasi keamanan di Kota Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, kembali diguncang aksi kekerasan bersenjata. Seorang warga sipil bernama Edi Hermanto (39), asal Probolinggo, tewas setelah ditembak dari jarak dekat oleh dua orang tak dikenal (OTK), Sabtu malam sekitar pukul 19.29 WIT. Peristiwa ini menambah daftar panjang korban kekejaman kelompok bersenjata di wilayah konflik Papua Tengah.
Korban yang tinggal di Kampung Pagaleme diketahui sedang menikmati kopi di dalam rumahnya ketika dua pelaku mendatangi jendela rumahnya. Tanpa banyak bicara, salah satu pelaku langsung menembak korban tepat di pelipis kiri, menembus bagian belakang kepala. Usai mengeksekusi korban, pelaku kabur menggunakan sepeda motor, meninggalkan warga dalam ketakutan dan suasana mencekam di sekitar lokasi.
Tak lama setelah insiden terjadi, aparat gabungan dari Polres Puncak Jaya dan Satgas Operasi Damai Cartenz tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta pengamanan di area sekitar. Tindakan cepat tersebut menjadi bagian dari respons terkoordinasi untuk menstabilkan situasi sekaligus mengumpulkan bukti awal dari saksi dan lingkungan sekitar.
Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyatakan pihaknya saat ini tengah menyelidiki keterlibatan Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) pimpinan Paku Wanimbo dalam insiden ini. “Indikasi kuat menunjukkan bahwa kelompok Paku Wanimbo bersama Oni Mamberamo dan Ombak Enumbi terlibat dalam penembakan ini. Kami mengecam keras aksi brutal terhadap warga sipil dan akan memburu pelaku sampai tuntas,” ujarnya.
Menurut data intelijen, kelompok ini diketahui aktif di kawasan Pasar Baru dan sekitarnya. Mereka telah beberapa kali menampakkan gerakan mencurigakan dan terkonfirmasi membawa senjata api. Keterlibatan mereka menjadi fokus utama investigasi karena pola serangan serupa telah terjadi sebelumnya di area tersebut.
Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol Yusuf Sutejo, juga menyampaikan imbauan agar masyarakat tetap tenang namun waspada. Ia menekankan pentingnya partisipasi masyarakat dalam menjaga lingkungan dengan segera melaporkan jika menemukan aktivitas mencurigakan. “Kita tidak boleh memberi ruang bagi teror. Keamanan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Kematian Edi Hermanto menjadi potret nyata bahwa ancaman terhadap warga sipil masih tinggi di wilayah konflik seperti Puncak Jaya. Dalam beberapa tahun terakhir, kelompok KKB terus menunjukkan pola eskalasi kekerasan yang menyasar warga biasa sebagai bentuk teror dan tekanan terhadap negara.
Di tengah upaya pemulihan dan pembangunan Papua, aksi semacam ini tidak hanya merenggut nyawa, tetapi juga mencederai rasa aman dan kepercayaan publik. Karena itu, peningkatan patroli, operasi teritorial, dan pendekatan berbasis intelijen menjadi prioritas Satgas Ops Damai Cartenz untuk menekan ruang gerak kelompok separatis tersebut.
Satgas Ops Damai Cartenz menegaskan bahwa pihaknya akan meningkatkan intensitas patroli dan operasi penegakan hukum secara berkelanjutan. Dalam jangka panjang, sinergi antara aparat, pemerintah daerah, dan masyarakat sipil diharapkan menjadi fondasi kokoh bagi terciptanya perdamaian di Papua, khususnya di kawasan rawan seperti Mulia, Puncak Jaya.
Baca Juga
Komentar