Wali Kota Bekasi Resmikan Pendopo RW 04 Teluk Pucung dari Dana Hibah Rp100 Juta
Pemerintah Kota Bekasi kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong pembangunan berbasis masyarakat. Jumat, 16 Januari 2026, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto meresmikan pendopo warga di RT 06 RW 04, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara. Fasilitas ini merupakan hasil realisasi Program RW Bekasi Keren melalui dana hibah sebesar Rp100 juta yang dialokasikan untuk memperkuat peran RW sebagai pusat kegiatan sosial dan kemasyarakatan.
Peresmian pendopo tersebut disambut antusias oleh warga sekitar. Sejak pagi, masyarakat telah berkumpul untuk menyaksikan langsung momen simbolis pemotongan pita yang menandai dimulainya pemanfaatan gedung untuk kepentingan umum. Pendopo itu berdiri di lokasi strategis, mudah diakses warga, dan dirancang sebagai ruang terbuka yang dapat menampung berbagai aktivitas sosial.
Ketua RW 04 Kelurahan Teluk Pucung, Linda, menyampaikan bahwa pembangunan pendopo merupakan wujud nyata pemanfaatan dana hibah Program RW Bekasi Keren. Menurutnya, program ini memberi ruang bagi masyarakat untuk menentukan kebutuhan prioritas wilayahnya sendiri. Ia menegaskan bahwa pendopo bukan sekadar bangunan fisik, tetapi simbol kebersamaan dan pusat aktivitas warga.
“Pendopo ini adalah realisasi dari dana hibah Program RW Bekasi Keren sebesar Rp100 juta. Pemanfaatannya kami prioritaskan sepenuhnya untuk kepentingan warga, mulai dari musyawarah, kegiatan sosial, pelayanan masyarakat, hingga pembinaan lingkungan,” ujarnya.
Linda juga menambahkan bahwa selama ini RW 04 belum memiliki ruang representatif untuk menampung berbagai kegiatan kemasyarakatan. Dengan hadirnya pendopo baru, warga kini memiliki tempat yang layak untuk berdiskusi, menyelesaikan persoalan lingkungan, hingga menyelenggarakan kegiatan sosial dan keagamaan.
Dalam sambutannya, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan bahwa seluruh fasilitas yang dibangun melalui Program RW Bekasi Keren harus benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Ia mengingatkan agar bangunan yang telah terwujud tidak dibiarkan kosong, melainkan aktif digunakan untuk mendukung pelayanan publik di tingkat lingkungan.
“Saya pastikan pendopo ini digunakan untuk warga. Jaga dan manfaatkan dengan baik sebagai ruang musyawarah, kegiatan sosial, serta pelayanan masyarakat. Bangunan ini bukan sekadar simbol, tetapi alat untuk memperkuat kebersamaan,” tegas Tri.
Tri juga menyampaikan bahwa Pemerintah Kota Bekasi akan terus mendorong program pemberdayaan wilayah berbasis RW sebagai ujung tombak pembangunan. Menurutnya, kekuatan kota tidak hanya bertumpu pada proyek besar, tetapi juga pada partisipasi aktif masyarakat di tingkat paling bawah.
Ia mengajak seluruh pengurus RW untuk kembali mengajukan proposal program pembangunan di tahun berjalan. Tri menekankan pentingnya perencanaan berbasis kebutuhan riil warga agar setiap dana yang dialokasikan benar-benar tepat sasaran dan berdampak nyata.

“Segera ajukan kembali proposalnya, rembukkan bersama RT, dan pastikan seluruh program terkoordinasi dengan lurah serta camat. Sinergi antarperangkat kewilayahan menjadi kunci dalam membangun lingkungan yang tertata, nyaman, dan berdaya,” ujarnya.
Program RW Bekasi Keren sendiri merupakan salah satu inovasi Pemerintah Kota Bekasi dalam memperkuat peran RW sebagai motor penggerak pembangunan berbasis masyarakat. Melalui skema hibah langsung, setiap RW diberi kesempatan merancang program prioritas sesuai kebutuhan wilayah masing-masing, mulai dari infrastruktur lingkungan, ruang publik, hingga kegiatan sosial kemasyarakatan.
Sejumlah RW di berbagai kecamatan Kota Bekasi telah merasakan manfaat program ini. Pendopo RW 04 Teluk Pucung menjadi salah satu contoh konkret bagaimana dana hibah dapat diterjemahkan menjadi fasilitas yang langsung dirasakan masyarakat. Keberadaan pendopo ini diharapkan memperkuat fungsi RW sebagai pusat koordinasi warga sekaligus tempat tumbuhnya partisipasi sosial.
Warga Teluk Pucung pun menyambut positif hadirnya fasilitas baru tersebut. Beberapa tokoh masyarakat menilai pendopo akan mempermudah komunikasi antarwarga, mempercepat penyelesaian persoalan lingkungan, serta menjadi tempat berkumpul yang nyaman bagi berbagai kegiatan.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Bekasi menegaskan bahwa setiap penggunaan dana hibah tetap diawasi secara ketat. Transparansi dan akuntabilitas menjadi prinsip utama agar program benar-benar berjalan sesuai aturan dan memberi manfaat jangka panjang.
Peresmian pendopo RW 04 ini sekaligus menjadi momentum penguatan kepercayaan masyarakat terhadap program pembangunan pemerintah daerah. Ketika warga dilibatkan sejak perencanaan hingga pelaksanaan, hasil pembangunan pun lebih tepat guna dan dirasakan langsung manfaatnya.
Ke depan, Tri Adhianto berharap semakin banyak RW yang mampu memanfaatkan Program RW Bekasi Keren untuk menciptakan lingkungan yang produktif, harmonis, dan mandiri. Ia menekankan bahwa pembangunan kota bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga hasil kerja bersama antara warga dan aparatur wilayah.
Dengan hadirnya pendopo baru ini, RW 04 Teluk Pucung kini memiliki ruang representatif untuk menumbuhkan semangat gotong royong, memperkuat pelayanan publik tingkat lingkungan, serta menjadi pusat kegiatan sosial masyarakat. Program RW Bekasi Keren pun kembali membuktikan bahwa pembangunan yang dirancang dari bawah dapat menghadirkan perubahan nyata di tengah warga.
Baca Juga
Komentar