Wali Kota Bekasi Dorong Peningkatan Kualitas Guru, Tekankan Integritas dan Kepedulian dalam Pendidikan
Pena Insight
Bekasi, 26 Juli 2025 – Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menegaskan komitmen Pemkot Bekasi dalam membangun pendidikan yang berintegritas dengan fokus pada pembentukan karakter anak sejak usia dini. Hal ini disampaikan saat menghadiri kegiatan peningkatan kualitas guru yang digelar oleh Dinas Pendidikan Kota Bekasi di Balai Patriot, Jumat (25/7).
Dalam kegiatan yang dihadiri oleh ratusan tenaga pendidik dari berbagai satuan pendidikan, Tri menekankan bahwa pendidikan harus menjadi ruang yang menyenangkan, bukan tekanan yang mematikan semangat anak. Ia mengingatkan agar sistem penerimaan peserta didik melalui jalur zonasi, afirmasi, prestasi, dan perpindahan orang tua tetap berjalan secara kompetitif dan adil.
“Bermain itu harus menyenangkan, bukan menzhalimi. Jangan sampai sistem membuat anak-anak kehilangan semangat. Kita tidak ingin ada budaya ‘no viral, no justice’ di dunia pendidikan,” ujar Tri dalam sambutannya.
Tri juga menyinggung persoalan-persoalan di beberapa sekolah, termasuk kasus di SMPN 7 Kota Bekasi yang sempat menjadi perhatian publik. Ia memastikan Pemkot akan bersikap cepat, responsif, dan tidak membiarkan masalah pendidikan berlarut-larut.

Selain integritas sistem, Wali Kota juga menyoroti tantangan guru dalam mengelola kelas dengan jumlah siswa besar. Menurutnya, meski kondisi tidak selalu ideal, pendidik tetap harus menjaga semangat dan memberikan yang terbaik demi masa depan generasi muda.
“Guru adalah ujung tombak. Allah yang balas, dan doa anak-anak itulah yang mengantarkan kita ke kebahagiaan,” tegasnya.
Terkait pembiayaan pendidikan, Tri mengingatkan pentingnya transparansi dan keadilan. Ia menolak praktik-praktik yang membebani orang tua, seperti menjadikan kegiatan renang atau les sebagai sumber pungutan berlebihan.
“Renang jangan jadi tempat ‘ambil nilai’. Jangan sampai membebani orang tua hanya demi kegiatan yang seharusnya membentuk karakter, bukan jadi ajang bisnis,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota juga menegaskan larangan praktik titipan jabatan maupun pungutan dalam penempatan kepala sekolah dan proses sertifikasi. Ia meminta semua pihak menjaga marwah pendidikan dengan membuang budaya lama yang sarat kepentingan pribadi.
“Tidak boleh ada titip jabatan, bayar jadi kepala sekolah, atau bayar sertifikasi. Ini soal integritas. Kita ubah kebiasaan lama dan jaga pendidikan Kota Bekasi tetap bersih,” tutupnya.
Melalui arahan tersebut, Pemkot Bekasi berharap dunia pendidikan dapat menjadi pondasi karakter bangsa yang kuat, dengan guru sebagai agen perubahan dan penjaga moral generasi muda.
Baca Juga
Komentar