Wakil Gubernur Jawa Barat Dukung Penuh PKBM, Pendidikan Nonformal Harus Menjadi Pilar Pembangunan Manusia
Pena Insight
Bandung, 21 Juli 2025 — Wakil Gubernur Jawa Barat, H. Erwan Setiawan, menunjukkan komitmen nyata terhadap penguatan pendidikan nonformal di Jawa Barat dengan menghadiri Seminar Pendidikan yang digelar oleh DPW FK-PKBM Jawa Barat di Gedung Dewantara, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat. Seminar ini menjadi ruang penting dalam memperkuat peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) sebagai pilar dalam mewujudkan pendidikan inklusif dan berkarakter.
Seminar ini menekankan pentingnya implementasi Pendidikan Panca Waluya, yakni pendidikan berbasis lima nilai utama: Cageur (sehat), Bageur (baik), Bener (benar), Pinter (pintar), dan Singer (tanggap). Nilai-nilai ini dianggap relevan dalam membentuk karakter manusia seutuhnya, selaras dengan kebutuhan zaman dan budaya masyarakat Sunda.
PKBM hadir sebagai bentuk pendidikan nonformal yang memanusiakan manusia, memberikan ruang bagi masyarakat yang terpinggirkan dari pendidikan formal untuk tetap mendapatkan hak belajarnya. “Pendidikan tidak hanya bicara ijazah, tapi juga tentang hidup yang lebih baik,” ungkap Heru Saleh, M.Pd., dalam sambutannya.
Heru Saleh secara khusus menyampaikan apresiasinya kepada Wakil Gubernur Jawa Barat atas dukungan konkret yang diberikan. “Kehadiran Pak Erwan Setiawan tidak hanya simbolik. Ini bentuk nyata bahwa Pemprov Jabar berpihak pada pendidikan rakyat,” ujarnya.
Semangat yang dibawa oleh FK-PKBM Jawa Barat adalah memastikan tidak ada masyarakat Jawa Barat yang tertinggal pendidikannya. Dengan mengedepankan pendekatan kontekstual dan berbasis kebutuhan komunitas, PKBM ditargetkan menjadi instrumen utama untuk menghapus buta aksara dan memperluas akses belajar sepanjang hayat.
Salah satu rekomendasi seminar ini adalah mendorong Pemerintah Provinsi Jawa Barat memasukkan nilai-nilai Panca Waluya dalam regulasi pendidikan daerah. Hal ini diharapkan akan menjadi pembeda antara pendekatan pendidikan di Jawa Barat dan wilayah lain.
Wakil Gubernur Erwan Setiawan dalam sambutannya menyatakan bahwa pendidikan adalah cara paling strategis untuk menyatukan masyarakat dan meningkatkan kualitas hidup. “Kita tidak bisa membangun Jawa Barat hanya dengan beton. Kita harus membangun manusianya,” tegasnya.
PKBM tak bisa berjalan sendiri. Dalam seminar juga ditegaskan perlunya sinergi antara pemerintah daerah, komunitas pendidikan, tokoh masyarakat, dan sektor swasta. Tanpa kolaborasi, tantangan seperti digitalisasi pembelajaran dan literasi kewarganegaraan akan sulit diatasi.
Meskipun potensinya besar, PKBM kerap menghadapi tantangan validasi ijazah, sertifikasi kompetensi, hingga pendanaan. Seminar ini juga mengingatkan pentingnya integrasi PKBM dalam sistem pendidikan nasional agar tidak terus-menerus diperlakukan sebagai pelengkap semata.
Dengan pendekatan karakter dan semangat membebaskan manusia dari ketertinggalan, PKBM diyakini menjadi bagian tak terpisahkan dari masa depan pendidikan Jawa Barat. Dukungan pemerintah daerah diharapkan tidak hanya berhenti di seminar, tapi berlanjut dalam bentuk kebijakan, anggaran, dan penguatan kelembagaan.
Baca Juga
Komentar