Tri Ardhianto Antisipasi Darurat Sampah di TPS Sumur Batu, Kita Harus Bergerak Cepat
KOTA BEKASI — Pemerintah Kota Bekasi tengah menyiapkan langkah darurat untuk mengatasi persoalan penumpukan sampah di Tempat Pengolahan Sampah (TPS) Sumur Batu. Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengungkapkan bahwa evaluasi tengah dilakukan guna menentukan waktu penetapan status darurat sampah di wilayah tersebut.
Hal itu disampaikan Tri usai mengikuti upacara di Plaza Pemkot Bekasi, Senin pagi (20/10/2025). Ia menuturkan, kondisi TPS Sumur Batu kini mulai mengalami kepadatan akibat meningkatnya volume sampah, sementara sebagian zona di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang sudah tidak bisa diakses.
“Ya, itu salah satunya karena kemarin sudah kita lakukan penetapan darurat sampah saat volume meningkat dan mengganggu kinerja IPAL,” ujar Tri.
Menurutnya, dua zona di TPA Bantargebang, yakni zona 3 dan 6, saat ini telah ditutup. Akibatnya, truk-truk pengangkut sampah tidak lagi bisa masuk ke zona 1 dan 2, sehingga antrean panjang kendaraan di TPS Sumur Batu tak terhindarkan.
“Sekarang zona 3 dan 6 sudah mulai menutup, jadi kendaraan truk tidak bisa masuk lagi ke zona 1 dan 2. Ini sedang kita antisipasi supaya tidak lagi terjadi penumpukan di wilayah,” jelasnya.
Tri menegaskan, pihaknya terus melakukan evaluasi situasi di lapangan untuk menentukan langkah lanjutan. Jika kondisi terus memburuk, penetapan status darurat sampah akan segera diumumkan secara resmi.
“Hari ini kita terus evaluasi sampai kapan, dan pada akhirnya memang akan kita tetapkan darurat sampah,” katanya.
Terkait waktu penetapan, Tri menyebut keputusan akan diambil setelah menerima masukan teknis dari dinas terkait, termasuk Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bekasi dan mitra pengelola persampahan.
“Nanti tergantung masukan teknis dari dinas, kemudian akan kita tetapkan bersama Forkopimda — dengan Kapolres, Dandim, Kajari, dan Pengadilan,” jelasnya.
Ketika ditanya soal peringatan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Tri menegaskan bahwa belum ada teguran baru yang diterima Pemkot Bekasi. Namun, ia mengakui antrean panjang truk di TPS Sumur Batu menjadi indikator bahwa situasi perlu segera ditangani.
“Enggak ada peringatan dari KLHK. Tapi kita lihat sendiri, antrian pembuangan sudah sangat panjang. Banyak truk yang belum bisa buang, jadi di lingkungan juga mulai menumpuk karena armadanya tertahan,” terangnya.
Kondisi itu, kata Tri, turut berdampak pada keterlambatan pengangkutan sampah dari permukiman warga. Sejumlah wilayah dilaporkan mengalami keterlambatan pengangkutan hingga beberapa hari karena armada belum bisa kembali dari TPS.
“Truknya banyak yang standby di sana, belum bisa buang. Jadi di bawah, di lingkungan, akhirnya ada tumpukan,” tambahnya.
Sebagai langkah cepat, Pemkot Bekasi menyiapkan upaya tambahan, termasuk penambahan alat berat di area TPS untuk mempercepat penataan dan pemindahan sampah.
“Kalau nanti sudah kita tetapkan darurat, tentu akan ada penambahan alat berat. Itu penting supaya bisa membuka jalan dan menata ulang sampah agar sistemnya kembali normal,” jelas Tri.
Penambahan alat berat ini, lanjutnya, diharapkan bisa memulihkan ritase truk yang sempat terhambat. Saat ini, volume sampah Kota Bekasi mencapai antara 1.400 hingga 1.600 ton per hari, sementara kapasitas buang ke TPA masih terbatas.
“Ritase harian kita antara 1.400 sampai 1.600 ton. Jadi kalau armadanya tersendat, otomatis sampah di lapangan akan cepat menumpuk,” paparnya.
Tri juga mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan ikut mendukung upaya pemerintah dengan memilah serta mengurangi produksi sampah rumah tangga. Edukasi dan partisipasi publik, menurutnya, menjadi kunci agar persoalan tidak semakin membebani sistem pengelolaan kota.
“Warga kami imbau untuk mulai pilah sampah dari rumah. Karena sebaik apapun sistemnya, kalau sampah terus meningkat, pasti akan berat,” ujarnya.
Pemerintah Kota Bekasi memastikan evaluasi dan koordinasi lintas instansi terus dilakukan setiap hari. Bila status darurat resmi ditetapkan, kebijakan percepatan dan pengerahan alat berat akan menjadi prioritas untuk memastikan kebersihan kota tetap terjaga.
Baca Juga
Komentar