Temui Pelaku Vandalisme Dua Sejoli, Wali Kota Bekasi Minta Maaf Terbuka dan Siapkan Ruang Kreatif
Pena Insight
Kota Bekasi, 16 Agustus 2025 – Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mendatangi Polsek Bekasi Selatan pada Jumat (15/8) malam untuk menemui tiga anak muda yang diamankan akibat aksi vandalisme di Jembatan Layang Ahmad Yani, Bekasi Selatan. Aksi itu viral di media sosial karena dilakukan sebagai kejutan ulang tahun bagi salah satu pelaku.
Ketiga pemuda tersebut terdiri dari pelaku vandalisme, seorang teman, dan kekasih yang menjadi tujuan dari aksi tersebut. Kehadiran Wali Kota Bekasi menjadi sorotan karena menunjukkan perhatian langsung terhadap kasus perusakan fasilitas umum yang dianggap merugikan masyarakat.
Dalam pertemuan itu, Tri Adhianto menegaskan bahwa tindakan corat-coret di fasilitas umum tidak bisa ditoleransi. Menurutnya, vandalisme bukanlah bentuk ekspresi yang tepat, melainkan merusak estetika kota dan merugikan masyarakat luas.
“Saya minta kalian memahami bahwa yang marah bukan hanya saya sebagai wali kota, tetapi juga seluruh warga Kota Bekasi. Ini bukan soal sepele. Fasilitas umum adalah milik kita bersama dan harus dijaga,” tegas Tri Adhianto.

Sebagai bentuk tanggung jawab, Tri meminta para pelaku untuk menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada warga Kota Bekasi. Hal ini dipandang penting untuk mengembalikan kepercayaan publik sekaligus memberi efek jera bagi pihak lain agar tidak melakukan hal serupa.
Meski memberikan teguran keras, Tri Adhianto tetap membuka ruang dialog. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak anti terhadap kreativitas anak muda, tetapi ekspresi harus dilakukan di ruang yang benar dan sesuai aturan.
Lebih lanjut, Pemkot Bekasi berkomitmen memfasilitasi energi kreatif anak muda melalui program-program resmi. Tri menyebut pihaknya tengah menyiapkan event mural, lomba seni jalanan, hingga ruang ekspresi kreatif yang terarah.
“Kreativitas itu penting, tapi harus disalurkan di tempat yang benar. Kami akan fasilitasi anak-anak muda melalui event mural dan kegiatan seni lainnya agar energi kalian tersalurkan secara positif,” tambahnya.
Langkah ini diharapkan bisa menjadi solusi agar peristiwa serupa tidak terulang, sekaligus menumbuhkan kesadaran masyarakat untuk lebih menghargai fasilitas publik. Pemerintah ingin menjadikan kota sebagai ruang bersama yang aman, indah, dan membanggakan warganya.
Dengan pendekatan edukatif dan solusi kreatif, Pemkot Bekasi berharap kasus vandalisme tersebut bisa menjadi pembelajaran penting, baik bagi para pelaku maupun generasi muda lainnya. Bekasi terus mendorong tumbuhnya kreativitas positif yang berdampak baik bagi lingkungan dan masyarakat.(Adv)
Baca Juga
Komentar