Sunda Karsa Fest 2025, Bekasi Tunjukkan Taji Ekonomi Kreatif dan Dorong UMKM Masuk Era Digital
Pena Insight
Bandung, 19 Juli 2025 — Kehadiran Wali Kota Bekasi Tri Adhianto pada acara Sunda Karsa Fest 2025 menjadi sorotan publik, bukan hanya karena acara tersebut mempertemukan 27 kota/kabupaten se-Jawa Barat, tetapi juga karena Bekasi tampil agresif menunjukkan komitmen memperkuat ekosistem ekonomi kreatif dan mendorong percepatan digitalisasi UMKM. Gelaran tahunan ini diadakan di Trans Convention Centre dan Trans Studio Mall Bandung, mengangkat tema “Menjaga Stabilitas Melalui Sinergi Ekosistem Ekonomi Budaya Berbasis Digital.”
Tri Adhianto hadir bersama Wakil Wali Kota Bekasi H. Harris Bobihoe, Ketua Dekranasda Kota Bekasi Wiwiek Hargono Tri Adhianto, serta Sekretaris TP PKK Kota Bekasi Wuri Handayani. Mereka menegaskan bahwa partisipasi aktif Bekasi dalam Sunda Karsa Fest adalah langkah strategis untuk memperkenalkan inovasi pelaku UMKM ke tingkat regional, sekaligus memanfaatkan momentum untuk memajukan ekonomi kreatif di tengah disrupsi teknologi.
Acara ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Komunikasi dan Informatika Jabar bersama Bank Indonesia Jawa Barat. Rangkaian kegiatan yang disajikan meliputi Dekranasda Jabar Awards, pameran produk unggulan, workshop inovasi, hingga promosi karya industri kreatif yang mengusung konsep transformasi digital. Bekasi pun memanfaatkan kesempatan ini untuk memamerkan produk-produk UMKM lokal dengan kemasan modern dan strategi pemasaran berbasis teknologi.

Dalam pernyataannya, Wali Kota Tri Adhianto mengatakan bahwa UMKM Kota Bekasi harus terus adaptif terhadap perkembangan teknologi. Menurutnya, digitalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan bagi pelaku usaha agar mampu bertahan dan bersaing di tengah ketatnya kompetisi pasar. “Ajang ini menjadi ruang strategis bagi Kota Bekasi untuk menunjukkan potensi ekonomi kreatifnya. Kami terus mendorong UMKM untuk adaptif terhadap perkembangan teknologi dan aktif dalam berbagai platform promosi digital,” ujar Tri.
Tak hanya mendorong digitalisasi, Tri juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas daerah untuk memperkuat stabilitas ekonomi. Ia menyebut Sunda Karsa Fest sebagai bukti nyata bahwa kekuatan ekonomi budaya berbasis teknologi dapat menjadi pondasi untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif. “Sinergi lintas daerah dalam Sunda Karsa Fest ini menjadi kekuatan besar untuk menjaga stabilitas ekonomi masyarakat. Kota Bekasi siap terus berkolaborasi demi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tambahnya.
Partisipasi Bekasi juga menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjadikan ekonomi kreatif sebagai tulang punggung perekonomian. Wiwiek Hargono, selaku Ketua Dekranasda Kota Bekasi, menyampaikan bahwa produk kreatif Bekasi tidak hanya berorientasi pasar lokal, tetapi juga siap bersaing di pasar nasional bahkan internasional. Ia menegaskan pentingnya memadukan nilai budaya lokal dengan inovasi teknologi agar produk UMKM memiliki nilai tambah.
Workshop digitalisasi UMKM menjadi salah satu agenda paling ramai diminati dalam festival ini. Bekasi menghadirkan program pelatihan pemasaran digital untuk membantu pelaku usaha kecil dan menengah memanfaatkan media sosial, marketplace, dan platform e-commerce sebagai strategi memperluas pasar. “Kami ingin UMKM Bekasi naik kelas dengan memanfaatkan teknologi,” ujar Wuri Handayani.
Meski begitu, tantangan tetap ada. Tri Adhianto mengakui bahwa masih banyak pelaku UMKM yang belum memiliki literasi digital yang memadai, serta keterbatasan modal untuk melakukan transformasi teknologi. Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bekasi akan terus memperluas program pendampingan dan kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perbankan, untuk memberikan akses pembiayaan yang lebih inklusif.

Gelaran Sunda Karsa Fest 2025 menjadi momentum reflektif bagi Kota Bekasi untuk mengevaluasi kinerja ekonomi kreatif sekaligus mempersiapkan strategi ke depan. Kehadiran pemerintah daerah bersama pelaku usaha kreatif dalam acara ini membuktikan bahwa Kota Bekasi tidak ingin tertinggal dalam arus besar transformasi digital.
Bekasi kini menargetkan UMKM lokal tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga menjadi pelaku penting dalam rantai pasok ekonomi Jawa Barat. Dengan kombinasi budaya lokal, inovasi teknologi, dan dukungan pemerintah, Bekasi bertekad menjadi pusat ekonomi kreatif yang mampu membawa perubahan nyata bagi masyarakatnya.
Baca Juga
Komentar