Sinergi TNI-Polri dan TMMD 2025, Bedah Rumah Mustikasari
Pena Insight
Kota Bekasi, 1 Agustus 2025 — Kolaborasi antara TNI dan Polri dalam mendukung program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) kembali mencuri perhatian publik, khususnya di wilayah Kelurahan Mustikasari, Kecamatan Mustikajaya, Kota Bekasi. Dengan tajuk bedah rumah untuk warga tak mampu, sinergi antar lembaga negara ini dianggap sebagai simbol kepedulian negara terhadap masyarakat kelas bawah.

Pada Kamis siang (31/7), sekitar pukul 13.00 WIB, jajaran TNI dan Polri turun langsung ke lokasi pembangunan rumah milik Ahmad Sarip di Kampung Babakan RT 003 RW 006. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian TMMD 2025 yang digagas Kodim 0507/Kota Bekasi. Monitoring dilakukan untuk memastikan pelaksanaan berjalan sesuai rencana, baik dari sisi teknis pembangunan maupun efektivitas bantuan.
Hadir di lokasi kegiatan sejumlah aparat seperti Aiptu Sarjono, S.H. selaku Bhabinkamtibmas Mustikasari, serta dua Babinsa yakni Pelda Chamid M. dan Serda Tri Dian Susanto. Ketiganya terlihat aktif berdialog dengan warga dan pekerja lapangan, memastikan proyek bedah rumah ini bukan sekadar simbolik belaka.
Kapolsek Bantargebang, Kompol Sukadi, S.H., M.M., dalam keterangannya menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam TMMD merupakan komitmen institusi untuk menyukseskan pembangunan inklusif. Ia menegaskan bahwa pengawasan lapangan merupakan bentuk tanggung jawab terhadap keberhasilan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan rakyat.
"Kolaborasi ini bukan hanya soal membangun rumah, tapi juga membangun kepercayaan dan memperkuat simpul kebersamaan antara negara dan rakyat," kata Kompol Sukadi. Ia juga menyoroti pentingnya memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam program seperti TMMD agar tepat sasaran dan berdampak jangka panjang.
TMMD selama ini dikenal sebagai program yang menyentuh sektor krusial seperti infrastruktur desa, renovasi rumah tidak layak huni (RTLH), serta penguatan ketahanan sosial masyarakat. Di Bekasi, program ini menjadi oase di tengah tantangan urbanisasi dan ketimpangan sosial yang terus membayangi kawasan pinggiran kota.
Respons masyarakat pun cukup menggembirakan. Warga sekitar yang menyaksikan langsung proses pembangunan menyampaikan apresiasi kepada TNI dan Polri. Bagi mereka, kehadiran aparat di tengah kampung bukan hanya soal keamanan, tapi juga representasi harapan akan kehidupan yang lebih layak.
Namun di balik pujian, publik juga berharap kegiatan serupa tidak berhenti di seremoni atau sebatas pencitraan. Harus ada evaluasi menyeluruh terhadap dampak jangka panjang TMMD, termasuk keterlibatan warga lokal dalam proses pembangunan agar rasa memiliki terhadap program semakin kuat.
Sinergi seperti ini patut diapresiasi, namun juga perlu dipastikan keberlanjutannya secara sistemik dan tidak tergantung pada momen atau proyek temporer. TMMD 2025 di Mustikasari bisa menjadi cermin bagaimana negara hadir secara nyata, asalkan tak melupakan prinsip partisipasi, transparansi, dan keberlanjutan.
Baca Juga
Komentar