Silaturahmi Kamtibmas di Cikiwul, Bhabinkamtibmas Tantang Warga Jadi Garda Terdepan Cegah Kejahatan
Pena Insight
Kota Bekasi, 30 Juli 2025 — Di tengah dinamika keamanan lingkungan perkotaan yang kian kompleks, pendekatan humanis terus diupayakan oleh Kepolisian Sektor Bantargebang. Salah satunya dilakukan melalui kegiatan sambang malam hari oleh Bhabinkamtibmas Kelurahan Cikiwul, Aiptu Suwarto, yang menyambangi tokoh masyarakat Bapak Minan di Jalan Pangkalan 2, RT 01 RW 03. Kunjungan ini tak hanya bertujuan membangun silaturahmi, namun juga mendorong peran aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan wilayah.
Kegiatan yang digelar pada Selasa malam tersebut menjadi ajang dialog langsung antara kepolisian dan warga. Dalam suasana santai namun serius, Aiptu Suwarto menekankan pentingnya sinergi antara warga dan aparat keamanan dalam menghadapi ancaman seperti penipuan digital, pencurian kendaraan bermotor, hingga tawuran remaja yang masih kerap terjadi.
“Keamanan lingkungan bukan semata urusan polisi, melainkan tanggung jawab kolektif. Warga harus jadi radar awal bagi gangguan kamtibmas,” ujar Suwarto yang dikenal dekat dengan masyarakat. Ia juga menyoroti pentingnya mengaktifkan kembali pos ronda dan kegiatan siskamling sebagai garda pertahanan pertama di tingkat RT dan RW.
Tak hanya memberikan imbauan, Bhabinkamtibmas juga mendengarkan keluhan dan harapan warga. Beberapa di antaranya menyampaikan keresahan terhadap anak-anak muda yang nongkrong hingga larut malam tanpa pengawasan. Ini menjadi perhatian serius dalam upaya mencegah pergaulan bebas dan potensi penyalahgunaan narkoba.
Langkah ini diapresiasi langsung oleh Kapolsek Bantargebang, Kompol Sukadi, SH, MM, yang menegaskan bahwa pendekatan silaturahmi seperti ini merupakan strategi Polri dalam menanamkan kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian. “Kami tidak ingin warga merasa jauh dari polisi. Justru kami ingin hadir sebagai sahabat dan pelindung mereka,” ungkapnya.
Warga yang hadir dalam kegiatan tersebut pun menyatakan dukungan penuh terhadap program silaturahmi kamtibmas. Mereka menyadari bahwa tantangan keamanan bukan bisa ditanggulangi hanya dengan patroli, tapi butuh keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga ibu rumah tangga.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa pendekatan partisipatif lebih efektif ketimbang sekadar pendekatan represif. Dengan melibatkan masyarakat, kepolisian justru memperkuat ketahanan sosial dari akar rumput. Suasana kondusif hanya bisa terwujud bila ada kolaborasi erat antarwarga dan aparat.
Diharapkan kegiatan ini menjadi agenda rutin yang bisa ditiru oleh wilayah lain. Di tengah arus digitalisasi dan tantangan sosial yang makin kompleks, kehadiran polisi di tengah masyarakat dalam bentuk sambang langsung menjadi nilai strategis yang tak bisa digantikan oleh teknologi atau pengawasan daring semata.
Bhabinkamtibmas bukan sekadar perpanjangan tangan institusi Polri, tetapi juga simbol kehadiran negara yang mendengar, merangkul, dan membina. Dari Cikiwul, Bekasi, pesan penting disuarakan: keamanan adalah hasil gotong royong, bukan kerja sepihak.
Baca Juga
Komentar