SEGERA TANGKAP !!! Bupati Pati Bakal Diperiksa KPK Terlibat Korupsi Proyek DJKA
Pena Insight
PATI, 16 Agustus 2025 – Gelombang unjuk rasa besar-besaran di Kabupaten Pati yang menuntut Bupati Sudewo mundur dari jabatannya kembali menyeret kasus lama sang bupati ke permukaan. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya dugaan penerimaan suap oleh Sudewo terkait proyek jalur kereta api yang ditangani Direktorat Jenderal Perkeretaapian (DJKA) Kementerian Perhubungan.
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, menyampaikan bahwa nama Sudewo muncul dalam pengembangan perkara korupsi DJKA yang sebelumnya diungkap lewat operasi tangkap tangan (OTT) pada April 2023. “Benar, saudara SDW (Sudewo) merupakan salah satu pihak yang diduga menerima aliran komitmen fee,” ujar Budi di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Rabu (14/8/2025).
Menurut Budi, penyidik KPK akan mendalami lebih jauh dugaan aliran dana tersebut. “Tentu dari informasi ini, penyidik akan mendalami dan kami akan update proses penyidikan terkait saudara SDW seperti apa,” tambahnya.
KPK juga membuka kemungkinan pemanggilan terhadap Sudewo untuk memberikan keterangan resmi. “Jika memang memerlukan keterangan dari yang bersangkutan, tentu akan dilakukan pemanggilan,” ucap Budi.
Kasus korupsi DJKA sendiri mencakup empat proyek strategis, yakni jalur kereta api ganda Solo Balapan–Kadipiro–Kaliyoso di Jawa Tengah, pembangunan jalur kereta di Makassar, empat proyek konstruksi dan dua proyek supervisi di Cianjur, serta perbaikan pelintasan sebidang di Jawa dan Sumatera.
Skandal tersebut terbongkar melalui OTT pada 11 April 2023, di mana KPK mengamankan 25 orang dan menetapkan 10 tersangka. Salah satu pejabat yang terseret adalah Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Bagian Tengah, Putu Sumarjaya.
Sudewo sendiri pernah diperiksa KPK pada 3 Agustus 2023 sebagai saksi untuk melengkapi berkas perkara Putu. Ia juga dihadirkan sebagai saksi dalam persidangan Putu di Pengadilan Tipikor Semarang pada 9 November 2023. Dalam sidang itu, KPK mengungkap penyitaan uang sekitar Rp3 miliar dari Sudewo.
Meski demikian, Sudewo membantah tuduhan telah menerima uang suap. Menurutnya, uang yang disita KPK merupakan gaji sebagai anggota DPR serta hasil usaha pribadi. Ia juga membantah dakwaan jaksa yang menyebut dirinya menerima Rp720 juta dari pegawai PT Istana Putra Agung, kontraktor jalur kereta Solo Balapan–Kalioso.
Hingga kini, KPK belum menutup kasus ini. Terbaru, lembaga antikorupsi tersebut menahan Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemenhub, Risna Sutriyanto, pada Selasa (12/8/2025). Risna disebut sebagai Ketua Pokja Proyek pembangunan jalur ganda KA Solo Balapan–Kadipiro periode 2022–2024 serta beberapa paket pekerjaan lainnya di BTP Kelas 1 Semarang.
Kasus ini diperkirakan masih akan terus bergulir, seiring meningkatnya tekanan publik terhadap Bupati Pati Sudewo yang diminta mundur dari jabatannya akibat dugaan keterlibatan dalam skandal korupsi tersebut.
Baca Juga
Komentar