Saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa (RISE) Melejit 660%, Hermanto Tanoko Disebut Turut Masuk ke Bursa
JAKARTA — Pergerakan saham PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) menjadi sorotan tajam pelaku pasar modal dalam beberapa pekan terakhir. Saham perusahaan properti yang dikaitkan dengan taipan Surabaya, Hermanto Tanoko, mendadak melejit tajam tanpa banyak publikasi.
Lonjakan saham RISE mencapai lebih dari 660 persen hanya dalam kurun waktu satu bulan. Kenaikan ekstrem ini memicu berbagai spekulasi di kalangan investor terkait adanya potensi aksi korporasi besar di balik pergerakan harga tersebut.
Mengutip data perdagangan, saham RISE sempat bergerak stagnan di kisaran Rp1.000 per saham sejak awal tahun 2025. Namun, pada 19 September 2025, harga saham masih berada di level Rp1.150. Sehari berselang, tren kenaikan luar biasa mulai terlihat di pasar.
Dalam waktu kurang dari lima minggu, harga RISE melonjak hingga Rp8.750 per saham per 22 Oktober 2025, mencatatkan salah satu kenaikan tertinggi di Bursa Efek Indonesia (BEI) selama tahun berjalan.
Sejumlah analis menilai, lonjakan saham tersebut tidak lepas dari sentimen pasar terhadap potensi ekspansi bisnis dan restrukturisasi internal yang tengah digodok oleh manajemen RISE.
“Pasar melihat ada potensi aksi korporasi yang sedang dipersiapkan, entah akuisisi, merger, atau rencana pengembangan properti baru,” ujar seorang analis pasar modal di Jakarta yang enggan disebut namanya.
Kabar keterlibatan Hermanto Tanoko, pengusaha besar asal Surabaya yang dikenal melalui jaringan bisnis Tanrise Group, turut memperkuat optimisme investor terhadap prospek RISE.
Meski belum ada pernyataan resmi dari pihak Tanrise Group, sejumlah sumber di pasar menyebut bahwa kelompok usaha tersebut memiliki hubungan erat dengan emiten properti RISE.
“Kalau kita lihat pola pergerakan dan arah bisnisnya, memang ada sinyal sinergi. Namun konfirmasi resmi belum disampaikan,” ujar salah satu pelaku pasar senior kepada wartawan, Rabu (22/10).
Dalam catatan publik, Hermanto Tanoko dikenal sebagai salah satu “crazy rich” Surabaya dengan portofolio bisnis yang mencakup properti, industri, hingga manufaktur. Keterlibatannya dalam berbagai entitas publik membuat nama Tanoko kerap dikaitkan dengan saham-saham yang berpotensi tumbuh cepat.
Sementara itu, pihak PT Jaya Sukses Makmur Sentosa Tbk (RISE) belum memberikan tanggapan resmi terkait kenaikan harga saham yang fantastis ini. Manajemen hanya menyebut akan memberikan klarifikasi bila diperlukan sesuai ketentuan pasar modal.
“Kami menghormati aturan keterbukaan informasi di BEI dan akan menyampaikan keterangan jika memang terdapat hal material,” ujar salah satu perwakilan perusahaan saat dihubungi redaksi.
Kendati demikian, beberapa pihak mengingatkan investor untuk tetap berhati-hati terhadap euforia pasar. Lonjakan cepat tanpa dukungan fundamental yang jelas kerap diikuti oleh koreksi harga signifikan di kemudian hari.
“Investor perlu memperhatikan volume transaksi, bukan hanya harga. Lonjakan tajam seperti ini biasanya menarik perhatian spekulan,” jelas seorang analis teknikal dari sekuritas swasta.
Selain faktor sentimen, beberapa pelaku pasar juga menyoroti kemungkinan adanya rotasi portofolio dari saham-saham besar ke saham berkapitalisasi menengah yang dinilai undervalued.
Data BEI mencatat, kapitalisasi pasar RISE kini melonjak seiring lonjakan harga sahamnya, menempatkannya dalam radar baru para investor institusional yang mencari peluang jangka pendek.
Meskipun demikian, belum ada informasi pasti mengenai aksi korporasi yang tengah disiapkan perusahaan. Beberapa rumor di pasar menyebutkan RISE tengah mempersiapkan proyek properti baru di kawasan Jawa Timur.
Sampai berita ini diturunkan, aktivitas perdagangan saham RISE masih menunjukkan volatilitas tinggi, dengan transaksi harian yang meningkat tajam dibandingkan rata-rata bulan sebelumnya.
Pasar kini menantikan kejelasan langkah korporasi RISE, serta konfirmasi dari pihak Hermanto Tanoko mengenai kabar keterlibatannya di balik lonjakan saham yang fenomenal tersebut.
Baca Juga
Komentar