S&P Global Turunkan Peringkat Conduent ke ‘B’, Soroti Lambatnya Penurunan Utang dan Lemahnya Arus Kas
Jakarta — Lembaga pemeringkat S&P Global Ratings menurunkan peringkat kredit Conduent Inc. (NASDAQ: CNDT) dari ‘B+’ menjadi ‘B’ dengan prospek stabil, menyusul kinerja keuangan yang dinilai belum menunjukkan perbaikan signifikan, terutama dalam hal penurunan leverage dan peningkatan EBITDA.
Dalam laporannya, S&P menilai leverage bruto Conduent yang disesuaikan masih tergolong tinggi dan diperkirakan tetap berada di atas 5 kali EBITDA hingga 2026. Meski margin EBITDA menunjukkan tren peningkatan pada paruh pertama 2025, pendapatan perusahaan terus tertekan, terutama dari pelanggan besar di segmen solusi komersial.
Conduent kini tengah melaksanakan program efisiensi biaya yang mencakup penghapusan biaya korporasi dari aset-aset yang telah didivestasi. S&P memperkirakan program tersebut akan terimplementasi penuh pada 2026, mendorong margin EBITDA naik ke kisaran 6,5%.
Namun, S&P juga melakukan revisi ekspektasi pendapatan ke bawah, sehingga EBITDA diproyeksikan lebih rendah dan rasio utang terhadap EBITDA (leverage) tetap sekitar 5,5x pada 2026.
Langkah rasionalisasi portofolio yang dilakukan sejak 2022 melalui serangkaian divestasi aset non-inti turut menekan EBITDA dan margin laba. Meski S&P menilai tidak akan ada gangguan serupa di masa mendatang, leverage Conduent masih akan tinggi sepanjang 2025, bahkan dengan arus kas operasi bebas (FOCF) yang negatif.
Meski menghadapi tekanan kinerja, S&P menilai likuiditas Conduent tetap solid.
Perusahaan melakukan refinancing fasilitas kredit revolver pada Agustus 2025, dan menggunakan sebagian dana untuk melunasi pinjaman berjangka sekitar USD 80 juta.
Conduent juga menurunkan komitmen revolver menjadi USD 357 juta dari sebelumnya USD 550 juta, namun masih memiliki sekitar USD 250 juta fasilitas kredit yang belum digunakan dan USD 275 juta kas per 30 Juni 2025. Total ini dibandingkan dengan utang yang dilaporkan sebesar USD 661 juta.
S&P memperkirakan FOCF Conduent negatif USD 20–30 juta pada 2025, disebabkan oleh penurunan pendapatan, margin yang masih tipis, serta biaya restrukturisasi dan pemulihan insiden keamanan siber pada Januari 2025.
Namun, lembaga tersebut memperkirakan bahwa pada 2026, perusahaan akan mulai memetik hasil dari efisiensi biaya, menurunkan biaya satu kali, serta memperkuat pertumbuhan EBITDA dan arus kas.
Prospek stabil mencerminkan keyakinan S&P bahwa Conduent akan mampu menurunkan leverage ke kisaran pertengahan 5x EBITDA pada 2026, sambil mempertahankan cadangan kas lebih dari USD 250 juta dan ketersediaan kredit sekitar USD 250 juta.
Meski demikian, tantangan utama tetap pada pemulihan pertumbuhan pendapatan dan peningkatan profitabilitas pascadivestasi sejumlah lini bisnis.
Dengan penurunan peringkat ini, saham CNDT kembali menjadi sorotan para analis dan investor.
Platform analisis saham berbasis AI InvestingPro mencatat bahwa Conduent termasuk dalam daftar saham undervalued, yang berpotensi memberikan imbal hasil signifikan jika kondisi fundamental membaik.
Beberapa saham undervalued yang diidentifikasi AI InvestingPro pada 2025 bahkan melonjak hingga 50% dalam beberapa bulan. Investor kini menanti apakah CNDT akan mengikuti jejak serupa seiring membaiknya efisiensi dan struktur keuangan perusahaan.
Baca Juga
Komentar