Rubio Tegaskan AS Tak Akan Ubah Kebijakan Taiwan Demi Kesepakatan Dagang dengan China
Doha — Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio menegaskan bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tidak akan mengorbankan dukungan jangka panjang terhadap Taiwan demi mencapai kesepakatan dagang dengan China.
“Jika yang dikhawatirkan orang adalah kami akan membuat kesepakatan dagang yang menguntungkan dengan imbalan meninggalkan Taiwan — hal itu sama sekali tidak dipertimbangkan,” ujar Rubio kepada wartawan dalam penerbangannya dari Israel menuju Doha untuk bergabung dengan Presiden Donald Trump sebelum menghadiri pertemuan tingkat regional di Asia, Sabtu (25/10/2025).
Pernyataan Rubio muncul di tengah tekanan baru dari Presiden China Xi Jinping, yang mendorong Washington untuk mengubah kebijakan “Satu China” dan secara resmi menyatakan penentangan terhadap kemerdekaan Taiwan — sebuah langkah yang akan menjadi kemenangan diplomatik besar bagi Beijing.
Presiden Trump dijadwalkan bertemu Xi pekan depan dalam KTT kawasan di Korea Selatan, yang menjadi pertemuan tatap muka pertama keduanya sejak Trump kembali menjabat pada Januari lalu.
Taiwan masih menjadi salah satu isu paling sensitif dalam hubungan AS–China, yang sudah tegang karena berbagai persoalan seperti perdagangan, transfer teknologi, dan hak asasi manusia. AS sendiri merupakan pendukung militer terbesar bagi Taipei, meski Trump sebelumnya sempat menyatakan bahwa Taiwan seharusnya turut menanggung biaya perlindungan dari AS.
Ketika ditanya sebelumnya di pesawat kepresidenan Air Force One mengenai kebijakan AS terhadap Taiwan, Trump enggan memberikan jawaban tegas.
“Saya tidak ingin membicarakan hal itu sekarang. Saya tidak ingin menambah kerumitan. Perjalanan ini sudah cukup kompleks,” kata Trump.
Rubio Says US Won’t Shift Taiwan Policy for Trade Deal With China
Doha — US Secretary of State Marco Rubio said the Trump administration will not compromise its long-standing support for Taiwan in pursuit of a trade deal with China.
“If what people are worried about is that we’re going to get some trade deal where we receive favorable treatment in exchange for walking away from Taiwan — no one is contemplating that,” Rubio told reporters Saturday while en route from Israel to Doha to join President Donald Trump ahead of a regional summit in Asia.
The statement came amid renewed pressure from Chinese President Xi Jinping, who has urged Washington to adjust its “one China” stance and formally declare opposition to Taiwan’s independence — a move that would mark a significant diplomatic victory for Beijing.
President Trump is expected to meet Xi next week at a regional summit in South Korea, marking their first in-person meeting since Trump returned to office in January.
Taiwan remains one of the most sensitive flashpoints in US–China relations, already strained by disputes over trade, technology, and human rights. The US remains Taipei’s largest military backer, though Trump has previously suggested Taiwan should contribute financially for American defense support.
When asked earlier aboard Air Force One about his administration’s Taiwan policy, Trump was noncommittal.
“I don’t want to talk about that now. I don’t want to create any complexity. The trip is already complex enough,” he said.
Baca Juga
Komentar