Resmikan Polder Griya Bintara, Tri Adhianto Perkuat Strategi Cegah Banjir di Bekasi Barat
Kota Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi terus memperkuat upaya pengendalian banjir di wilayah rawan genangan. Salah satu langkah konkret diwujudkan melalui peresmian Polder Air Griya Bintara RW 12, Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, yang dilakukan langsung oleh Wali Kota Bekasi Tri Adhianto, Rabu (21/1/2026).
Polder air tersebut menjadi bagian dari strategi jangka menengah Pemkot Bekasi dalam meningkatkan ketahanan wilayah terhadap dampak curah hujan tinggi, sekaligus memperbaiki sistem drainase perkotaan yang selama ini menjadi titik lemah di sejumlah kawasan permukiman padat penduduk.
Dalam peresmian tersebut, Tri Adhianto menegaskan bahwa pembangunan polder air bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan bagian dari pendekatan preventif dan berkelanjutan dalam pengendalian banjir.
“Polder air ini merupakan bagian dari upaya preventif Pemerintah Kota Bekasi dalam mengantisipasi dan mengendalikan banjir. Dengan adanya kolam retensi yang dilengkapi pompa air, aliran air dapat dipercepat saat curah hujan tinggi, sehingga genangan di lingkungan warga dapat ditekan,” ujar Tri.
Polder Air Griya Bintara RW 12 dilengkapi dengan sistem pompa air yang dirancang untuk mempercepat pembuangan air ke saluran utama. Keberadaan fasilitas ini diharapkan mampu mengurangi genangan yang kerap terjadi saat hujan deras, khususnya di kawasan Bekasi Barat yang memiliki kontur wilayah relatif datar dan padat bangunan.
Selama ini, wilayah Bintara termasuk salah satu kawasan yang kerap terdampak genangan akibat keterbatasan daya tampung saluran air dan tingginya limpasan air hujan. Pembangunan polder menjadi solusi teknis untuk menahan sementara air sebelum dipompa keluar secara terkontrol.
Tri menjelaskan, pembangunan polder air merupakan bagian dari program pengendalian banjir terpadu yang dilakukan Pemkot Bekasi di berbagai titik rawan. Pemerintah daerah, kata dia, tidak hanya berfokus pada penanganan darurat saat banjir terjadi, tetapi juga memperkuat langkah-langkah mitigasi sejak hulu.
“Penanganan banjir tidak bisa dilakukan secara instan. Ini membutuhkan perencanaan, pembangunan infrastruktur yang tepat, dan kesinambungan program,” jelasnya.
Namun demikian, Tri menekankan bahwa keberhasilan pengendalian banjir tidak hanya bergantung pada pembangunan infrastruktur fisik. Peran aktif masyarakat dinilai sangat menentukan, terutama dalam menjaga kebersihan lingkungan dan kelancaran saluran air.
“Infrastruktur sudah kita siapkan, tapi peran serta masyarakat juga sangat penting. Menjaga saluran air agar tidak tersumbat merupakan bagian dari upaya bersama untuk mengurangi risiko banjir,” tegasnya.
Ia mengingatkan, persoalan sampah yang menyumbat drainase masih menjadi salah satu penyebab utama genangan di kawasan permukiman. Oleh karena itu, kesadaran warga dalam menjaga lingkungan menjadi faktor kunci agar fungsi polder dan sistem drainase dapat berjalan optimal.
Peresmian Polder Air Griya Bintara RW 12 disambut positif oleh warga setempat. Keberadaan polder dinilai memberikan rasa aman, terutama saat musim hujan dengan intensitas tinggi. Warga berharap pembangunan serupa dapat terus dilanjutkan di titik-titik rawan lainnya di Bekasi Barat.
Pemerintah Kota Bekasi sendiri menegaskan komitmennya untuk terus melanjutkan pembangunan dan optimalisasi polder air di berbagai wilayah. Program ini menjadi bagian dari agenda besar pengendalian banjir yang dilakukan secara bertahap dan terintegrasi.
Selain pembangunan polder, Pemkot Bekasi juga melakukan normalisasi saluran, peninggian turap, serta peningkatan kapasitas drainase di sejumlah kawasan. Seluruh langkah tersebut diarahkan untuk mengurangi risiko banjir yang kerap muncul akibat perubahan iklim dan meningkatnya curah hujan ekstrem.
Tri Adhianto menegaskan bahwa pengendalian banjir merupakan salah satu prioritas utama pemerintah daerah, mengingat dampaknya yang luas terhadap aktivitas sosial, ekonomi, dan kualitas hidup masyarakat.
“Banjir tidak hanya soal genangan air, tapi juga menyangkut aktivitas warga, kesehatan, dan ekonomi. Karena itu, penanganannya harus menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya.
Dengan diresmikannya Polder Air Griya Bintara RW 12, Pemkot Bekasi berharap kawasan Kelurahan Bintara dan sekitarnya dapat lebih terlindungi dari potensi banjir. Infrastruktur ini diharapkan menjadi contoh penguatan sistem drainase berbasis kebutuhan wilayah.
Ke depan, Pemkot Bekasi berencana melakukan evaluasi berkala terhadap kinerja polder dan sistem pengendalian banjir lainnya. Evaluasi ini penting untuk memastikan bahwa seluruh infrastruktur berfungsi optimal dan mampu menjawab tantangan cuaca ekstrem.
Langkah ini sekaligus menegaskan arah kebijakan Pemerintah Kota Bekasi yang menempatkan mitigasi bencana sebagai bagian dari pembangunan perkotaan berkelanjutan. Dengan kombinasi pembangunan infrastruktur dan partisipasi masyarakat, Pemkot Bekasi optimistis risiko banjir dapat ditekan secara signifikan.
Baca Juga
Komentar