Ratusan Sopir Angkot Mogok Saat Peresmian Trans Beken di Bekasi, Protes Rute dan Tarif Gratis
Kota Bekasi — Aksi mogok kerja ratusan sopir angkutan kota (angkot) mewarnai peresmian layanan Bus Trans Beken di Kota Bekasi, Selasa (10/2/2026). Sekitar 300 sopir angkot turun ke Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Bekasi Selatan, sebagai bentuk protes terhadap pengoperasian rute baru bus yang dinilai bersinggungan langsung dengan trayek angkot lama.
Para sopir memadati ruas Jalan Ahmad Yani dan menghentikan aktivitas operasional angkot. Mereka menilai kehadiran Trans Beken mengancam keberlangsungan mata pencaharian pengemudi angkot yang selama ini melayani rute Terminal Bekasi–Bekasi Timur–Rawapanjang–Ahmad Yani–Harapan Indah–kembali ke Terminal Bekasi.
Wakil Ketua Organda Kota Bekasi, Rm Purwadi, mengatakan aksi mogok dipicu kekecewaan para sopir lantaran tidak adanya sosialisasi menyeluruh sebelum Trans Beken resmi dioperasikan.
“Penyebab utamanya karena belum ada sosialisasi ke trayek yang terdampak. Teman-teman angkot merasa keberatan karena rute mereka diambil alih tanpa diskusi sebelumnya,” ujar Purwadi di lokasi aksi.
Menurut Purwadi, rute Trans Beken melintasi jalur strategis yang selama ini menjadi sumber utama pendapatan sopir angkot. Hal tersebut diperparah dengan kebijakan tarif gratis yang dinilai semakin menekan penghasilan harian pengemudi.
Dalam aksi tersebut, para sopir melalui Organda menyampaikan empat tuntutan kepada Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bekasi. Pertama, penentuan titik halte Trans Beken harus melibatkan Organda agar tidak mematikan titik naik-turun penumpang angkot. Kedua, pembatasan jam operasional bus agar tidak beroperasi hingga larut malam. Ketiga, pembatasan jumlah armada bus agar tidak mendominasi jalanan. Keempat, evaluasi kebijakan tarif gratis yang dinilai merugikan sopir angkot.

Salah seorang sopir angkot, Entus, mengaku pendapatannya turun drastis sejak Trans Beken mulai beroperasi. Ia menyebut penurunan pendapatan bisa mencapai lebih dari 50 persen.
“Kami cari setoran saja sudah susah. Sekarang ada bus gratis, pendapatan kami turun lebih dari 50 persen. Kami ini hidup dari setoran harian,” keluh Entus.
Di saat bersamaan, Wali Kota Bekasi Tri Adhianto didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Bekasi Zeno Bachtiar meresmikan pengoperasian Bus Trans Beken secara simbolis di Stadion Patriot Candrabhaga. Peresmian berjalan lancar, namun aksi mogok massal sopir angkot menjadi tantangan tersendiri bagi Pemerintah Kota Bekasi dalam implementasi transportasi publik baru tersebut.
Para sopir angkot menegaskan aksi mogok kerja akan terus berlanjut hingga pemerintah memberikan kejelasan kebijakan dan solusi konkret yang mengakomodasi kepentingan angkot di tengah modernisasi transportasi publik di Kota Bekasi.
Baca Juga
Komentar