Putin Tegaskan Komitmen Rusia-China Perkuat BRICS dan Dorong Reformasi Sistem Keuangan Global
Pena Insight
Beijing, 2 September 2025 – Presiden Rusia Vladimir Putin menegaskan bahwa kemitraan strategis antara Moskow dan Beijing akan menjadi fondasi penting dalam memperkuat blok ekonomi BRICS serta mendorong reformasi sistem keuangan internasional. Hal ini disampaikan dalam wawancara eksklusif dengan kantor berita Xinhua menjelang kunjungan kenegaraannya ke China.
Putin menyatakan, kerja sama Rusia dan China tidak hanya sebatas hubungan bilateral, tetapi juga berperan sebagai pilar utama dalam berbagai forum multilateral. Ia menyebutkan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), G20, Organisasi Kerja Sama Shanghai (SCO), hingga BRICS sebagai wadah yang kini semakin memperlihatkan pengaruh besar dari sinergi kedua negara.
Dalam wawancara tersebut, Putin menekankan bahwa kolaborasi erat Moskow dan Beijing memperkuat posisi BRICS sebagai salah satu aktor utama dalam arsitektur global. “Kami bersatu dalam memperkuat kemampuan BRICS menghadapi tantangan global yang mendesak, sekaligus melawan sanksi diskriminatif yang menghambat perkembangan sosial-ekonomi dunia,” ujarnya, dikutip dari MNA.
Putin juga menegaskan bahwa Rusia dan China berkomitmen mendorong reformasi lembaga keuangan internasional, seperti Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia. Menurutnya, reformasi ini bertujuan menciptakan sistem keuangan global yang lebih terbuka, adil, dan memberikan akses setara bagi seluruh negara, terutama negara berkembang.
Kepada media di Jakarta dilaporkan, Putin menilai bahwa peran BRICS semakin penting di tengah ketidakpastian ekonomi global dan ketegangan geopolitik. Banyak negara berkembang, katanya, kini menaruh harapan besar terhadap BRICS sebagai penyeimbang dominasi ekonomi Barat yang selama ini menguasai perdagangan dan sistem moneter internasional.
Lebih jauh, Putin menekankan perlunya membangun tata dunia multipolar yang lebih adil. “Kami ingin memastikan negara-negara Mayoritas Global memiliki ruang yang layak dalam pembangunan,” tegasnya. Pernyataan ini menegaskan visi Rusia dan China yang mendorong dunia keluar dari ketergantungan pada satu pusat kekuatan ekonomi.
Putin juga mengungkapkan bahwa kepentingan Rusia dan China saling beririsan di berbagai sektor strategis. Mulai dari perdagangan energi, pembangunan infrastruktur, hingga pengembangan teknologi, keduanya membangun kerja sama yang saling menguntungkan dan berpotensi memberikan manfaat signifikan bagi anggota BRICS lainnya.
Selain itu, hubungan bilateral yang solid antara Moskow dan Beijing disebut Putin sebagai pondasi untuk memperkuat integrasi politik dan ekonomi di kawasan Eurasia. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan posisi BRICS di panggung internasional, sekaligus memperkokoh pengaruh negara-negara berkembang.
Putin menilai penguatan BRICS juga menjadi simbol konsolidasi kekuatan baru yang dapat menyeimbangkan pengaruh Barat. Menurutnya, blok ini kini memiliki momentum untuk memastikan kesetaraan dalam pembangunan global dan menciptakan tatanan dunia yang lebih adil.
Kunjungan kenegaraan Putin ke China kali ini diperkirakan tidak hanya memperdalam hubungan bilateral, tetapi juga menegaskan dukungan bersama terhadap agenda besar BRICS. Agenda itu mencakup perluasan keanggotaan, reformasi sistem keuangan internasional, serta penguatan peran BRICS dalam menghadapi tantangan ekonomi global di masa depan.
Baca Juga
Komentar