Presiden Prabowo Tinjau Korban Banjir di Denpasar, Janji Bantu Warga Terdampak
Jakarta, 14 September 2025 – Presiden RI Prabowo Subianto turun langsung meninjau lokasi banjir di Kota Denpasar, Bali, pada Sabtu (13/9/2025). Dalam kunjungannya, Prabowo mendengarkan keluhan warga yang terdampak bencana, termasuk seorang perempuan lanjut usia yang kehilangan mata pencahariannya.
Dalam video yang diunggah Sekretariat Presiden, Prabowo tampak duduk di teras rumah warga yang masih berantakan akibat banjir. Seorang ibu berusia lanjut, yang mengaku sudah lima tahun menderita stroke, mengungkapkan kesulitannya menjalani hidup.
“Digendong saya, stroke lima tahun saya tidak bisa apa-apa. Saya cuma jualan kopi, dagang kecil. Terus sekarang bagaimana, modal sudah habis,” kata warga tersebut kepada Presiden dengan suara lirih.
Mendengar curahan hati itu, Prabowo tampak terdiam sejenak sebelum akhirnya menyalami dan menenangkan ibu tersebut. “Ya nanti kita bantu ya,” jawab Presiden dengan wajah penuh empati.
Setelah berbincang, Prabowo melanjutkan peninjauan dengan menyusuri gang-gang sempit pemukiman warga. Jalanan masih dipenuhi lumpur sisa banjir dan tumpukan sampah seperti ranting yang mulai mengering.
Presiden juga didampingi Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dan beberapa ajudan. Dengan mengenakan sepatu boots kuning, Prabowo bahkan masuk ke lembah sungai untuk melihat kondisi langsung dari titik banjir.
Dalam dialog singkat dengan warga, Prabowo menanyakan kronologi banjir yang melanda. “Mendadak (banjir) ya?” tanyanya. “Iya Pak,” jawab seorang warga.
Selain menyapa orang dewasa, Prabowo juga berbincang dengan anak-anak setempat. Ia menanyakan mengapa mereka tidak bersekolah. “Libur Pak, karena hari Sabtu,” jawab seorang remaja sambil tersenyum.
Prabowo lantas meminta warga, termasuk anak-anak, agar tetap tabah menghadapi cobaan. “Sabar ya, sebentar lagi ya,” katanya.
Kunjungan Presiden ini menjadi bentuk perhatian langsung pemerintah terhadap korban banjir di Bali. Prabowo menegaskan bahwa penanganan pascabencana akan terus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Bali, terdapat 120 titik banjir yang melanda tujuh kabupaten dan kota di Pulau Dewata. Denpasar menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 81 titik banjir.
Selain itu, Kabupaten Gianyar mencatat 14 titik banjir, Badung 12 titik, Tabanan 8 titik, Karangasem dan Jembrana masing-masing 4 titik, serta Klungkung 1 titik. Kondisi ini memperparah situasi masyarakat yang sudah rentan.
Tak hanya banjir, BPBD Bali juga melaporkan bencana longsor di sejumlah wilayah. Di antaranya, 12 titik longsor di Karangasem, 5 titik di Gianyar, dan 1 titik di Badung.
Akibat bencana hidrometeorologi ini, sebanyak 15 orang dilaporkan meninggal dunia dan 562 warga terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah pusat bersama Pemprov Bali kini terus mengerahkan bantuan logistik dan tenaga relawan.
Masyarakat berharap kunjungan Presiden Prabowo membawa solusi konkret dalam pemulihan kehidupan sehari-hari, sekaligus memperkuat mitigasi bencana di Bali ke depannya.
Baca Juga
Komentar