Presiden Prabowo Tiba di Sydney, Awali Kunjungan Kenegaraan Perkuat Hubungan Indonesia Australia
SYDNEY — Presiden Prabowo Subianto tiba di Sydney, Australia, pada Selasa (11/11/2025) untuk memulai kunjungan kenegaraan selama dua hari. Kunjungan ini merupakan yang pertama kalinya sejak ia dilantik sebagai Presiden Republik Indonesia pada Oktober 2024 lalu.
Pesawat kepresidenan Indonesia-1 yang membawa Presiden Prabowo dan rombongan mendarat di Bandara Internasional Kingsford Smith pada pukul 10.20 waktu setempat. Presiden disambut secara resmi oleh Duta Besar RI untuk Australia Siswo Pramono serta pejabat senior Pemerintah Australia.
Turut mendampingi Presiden, antara lain Menteri Luar Negeri Retno Marsudi, Menteri Pertahanan Mohammad Mahfud MD, dan Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia.
Berdasarkan keterangan resmi dari Biro Pers Sekretariat Presiden, kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo ke Australia akan difokuskan pada penguatan kerja sama ekonomi, pertahanan, pendidikan, dan transisi energi.
Dalam agenda resmi, Presiden dijadwalkan bertemu dengan Perdana Menteri Australia Anthony Albanese di Parliament House, Canberra, pada Rabu (12/11/2025). Pertemuan itu akan membahas sejumlah kesepakatan strategis di bidang investasi dan ketahanan pangan.
Selain itu, kedua pemimpin juga akan menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) mengenai kerja sama pendidikan vokasi, pertukaran teknologi pertahanan, dan pengembangan energi hijau.
Dalam pernyataannya sebelum bertolak dari Jakarta, Presiden Prabowo menyampaikan bahwa kunjungan ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah Indonesia untuk memperkuat diplomasi kawasan, khususnya di Asia Tenggara dan Pasifik Selatan.
“Australia adalah mitra penting Indonesia. Kita ingin memperkuat hubungan strategis di bidang ekonomi, keamanan, dan kemanusiaan,” ujar Prabowo sebelum keberangkatan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta.
Presiden juga menegaskan bahwa hubungan bilateral antara kedua negara harus berorientasi pada kemitraan yang saling menguntungkan serta mendukung stabilitas kawasan Indo-Pasifik.
Pemerintah Australia menyambut hangat kedatangan Presiden Prabowo. Dalam keterangan tertulis, Perdana Menteri Anthony Albanese menyebut kunjungan tersebut sebagai momen penting untuk memperdalam hubungan kedua negara yang telah terjalin selama lebih dari tujuh dekade.
“Kami menyambut Presiden Prabowo di Australia. Kunjungan ini menegaskan komitmen kuat kedua negara untuk melangkah bersama menghadapi tantangan global,” kata Albanese.
Kedua pemimpin dijadwalkan pula menghadiri jamuan kenegaraan di Sydney Opera House pada malam hari, yang akan dihadiri oleh pejabat tinggi, pelaku bisnis, serta tokoh diaspora Indonesia di Australia.
Sumber dari Kementerian Investasi menyebutkan bahwa selama kunjungan tersebut, Presiden Prabowo juga akan bertemu dengan sejumlah pengusaha besar Australia guna membahas peluang investasi di sektor energi hijau, pertanian modern, dan pertahanan maritim.
Indonesia menargetkan perluasan akses ekspor nikel dan produk turunan energi baru terbarukan (EBT), serta kerja sama teknologi untuk pembangunan ekosistem kendaraan listrik.
Kunjungan kenegaraan ini diharapkan menjadi tonggak baru dalam hubungan diplomatik Indonesia–Australia. Kedua negara sebelumnya telah memiliki Comprehensive Strategic Partnership (CSP) yang mencakup kerja sama luas di bidang politik, ekonomi, dan sosial budaya.
Dengan semangat hubungan yang saling menghormati, kedua pemerintah menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis menuju kawasan Indo-Pasifik yang damai, stabil, dan sejahtera.
Baca Juga
Komentar