Presiden Prabowo Resmikan 1.179 SPPG dan 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri
Jakarta – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto meresmikan dan melakukan ground breaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta meresmikan 18 gudang ketahanan pangan milik Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Jumat (13/2/2026).
Peresmian dipusatkan di SPPG Palmerah dan dihadiri jajaran menteri Kabinet Merah Putih, pimpinan TNI-Polri, Kepala Badan Gizi Nasional, serta sejumlah kepala daerah.
Dalam laporannya, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menyampaikan bahwa hingga 30 Januari 2026, Polri telah mengembangkan 1.179 SPPG di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, 411 SPPG telah beroperasi, 162 dalam tahap persiapan operasional, 499 dalam tahap pembangunan, dan 107 dalam tahap ground breaking.
“Apabila seluruh SPPG telah beroperasi, diproyeksikan dapat melayani sekitar 2,94 juta penerima manfaat setiap hari serta menyerap 58.950 tenaga kerja,” ujarnya.
Kapolri menegaskan, program ini merupakan bentuk dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan penguatan ketahanan pangan nasional.
Standar Ketat dan Food Safety
SPPG Polri dilengkapi berbagai peralatan modern untuk menjamin keamanan pangan, mulai dari sistem filtrasi air, water heater, biotank pengelolaan limbah, hingga alat sterilisasi UV. Polri juga menerapkan standar food safety dengan penggunaan food safety kit yang diproduksi Farmapol Pusdokkes Polri.
Alat tersebut mampu mendeteksi kandungan berbahaya seperti formalin, nitrit, sianida, dan arsen pada bahan makanan sebelum didistribusikan.
Selain itu, Polri telah membangun 18 gudang ketahanan pangan di 12 Polda dan akan menambah 10 gudang lagi pada 2026. Gudang tersebut memiliki kapasitas rata-rata 1.000 ton, bahkan satu gudang di wilayah Polda Metro Jaya ditargetkan memiliki kapasitas hingga 10.000 ton.
Presiden: Aman dari Lapar Adalah Keamanan Sesungguhnya
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa keamanan sejati bukan hanya soal ketertiban, tetapi juga terbebas dari kelaparan.
“Keamanan yang pertama adalah aman dari lapar,” tegas Presiden.
Ia mengungkapkan bahwa program makan bergizi gratis bukan hal baru di dunia. Lebih dari 75 negara telah menerapkan kebijakan serupa demi menjamin kualitas generasi masa depan.
Presiden juga menyoroti pentingnya intervensi langsung pemerintah untuk mengatasi stunting dan kekurangan gizi. Menurutnya, program ini dibiayai dari hasil efisiensi anggaran negara dan penertiban kebocoran birokrasi.
“Kita tidak keluar dari parameter fiskal. Defisit tetap terjaga. Uang ini hasil penghematan, bukan pemborosan,” tegasnya.
Hingga saat ini, pemerintah melaporkan lebih dari 60 juta penerima manfaat program makan bergizi gratis secara nasional, dengan dukungan ribuan dapur SPPG yang tersebar di 38 provinsi.
Presiden mengapresiasi langkah Polri yang dinilainya telah melampaui tugas pokok penegakan hukum dengan turut aktif dalam penguatan ketahanan pangan dan pemenuhan gizi masyarakat.
“Polisi harus menjadi polisi rakyat. Hadir di tengah masyarakat, memberi rasa aman dan harapan,” ujarnya.
Acara juga dirangkaikan dengan penganugerahan tanda kehormatan Bintang Jasa dan Satya Lencana Wirakarya kepada sejumlah pejabat dan tokoh yang dinilai berjasa dalam mendukung program ketahanan pangan dan pemenuhan gizi nasional.
Dengan peresmian ini, pemerintah menargetkan perluasan layanan makan bergizi gratis secara bertahap hingga menjangkau puluhan juta penerima manfaat setiap hari pada 2026, sekaligus memperkuat ekosistem pangan dari hulu ke hilir.
Baca Juga
Komentar