Prabowo Luncurkan Koperasi Merah Putih, Ambisi Besar Membangun Desa dari Akar
Pena Insight
Wonosari, Klaten – 20 Juli 2025 — Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan program Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Kecamatan Wonosari, Kabupaten Klaten. Inisiatif ini digadang sebagai langkah strategis memperkuat kemandirian pangan dan ekonomi desa berbasis koperasi yang melibatkan lebih dari 80.000 unit koperasi di seluruh Indonesia.
Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menegaskan pentingnya memperkuat struktur ekonomi rakyat dari level terbawah, yaitu desa. Melalui peluncuran Koperasi Merah Putih, pemerintah mengupayakan distribusi pemerataan kesejahteraan berbasis kelembagaan koperasi sebagai pilar ekonomi.
Peluncuran ini merupakan gagasan langsung Presiden dan dijalankan secara kolaboratif oleh lintas kementerian seperti Kemenkop UKM, Kemendesa, Kemenko Pangan, hingga BUMN terkait. Satgas Koperasi Merah Putih pun telah dibentuk untuk menjamin pelaksanaan yang terintegrasi dan akuntabel.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyatakan kesiapan penuh wilayahnya sebagai tuan rumah. Ia menyebut 100% dari 8.523 koperasi Merah Putih di provinsinya telah berbadan hukum dan siap menjalankan fungsi pemberdayaan ekonomi desa.
Sebanyak 83 ribu kepala desa, 80 ribu BPD, 514 bupati, dan 38 gubernur dilibatkan dalam peluncuran ini. Di lokasi acara di Klaten, 8.000 kepala desa hadir secara langsung, sedangkan 103 koperasi hadir secara virtual untuk menunjukkan kesiapan mereka.
Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menekankan bahwa koperasi tidak boleh gagal. “Kalau koperasi gagal, masyarakat tak akan percaya lagi,” ujarnya dalam konferensi pers. Ia menggarisbawahi bahwa koperasi menjadi instrumen utama memperbaiki ketahanan pangan dan sistem ekonomi akar rumput.
Peluncuran di Klaten ini telah melalui proses persiapan intensif mulai dari gladi teknis, gladi bersih, hingga simulasi pengamanan. Sekitar 9.000 personel diturunkan guna menjamin kelancaran peluncuran yang turut dihadiri sejumlah pejabat VVIP dari berbagai kementerian.
Berbeda dari program seremonial sebelumnya, Koperasi Merah Putih menargetkan hasil nyata dalam bentuk akses permodalan, distribusi pangan, hingga penyerapan hasil tani. Presiden menekankan bahwa koperasi harus berfungsi sebagai sistem ekonomi mikro yang berdampak langsung pada kehidupan warga desa.
Sejumlah BUMN seperti Bank Mandiri, BRI, Telkom Indonesia, dan Pos Indonesia mendukung program ini sebagai bagian dari ekosistem pendanaan dan pendampingan koperasi. Langkah ini diharapkan memperkuat kapasitas koperasi dalam mengakses pasar dan pembiayaan produktif.
Dengan skala dan visi jangka panjang, peluncuran Koperasi Merah Putih dipandang sebagai proyek warisan ekonomi dari Presiden Prabowo. Jika berhasil, model koperasi ini bisa jadi rujukan internasional untuk reformasi ekonomi berbasis partisipasi desa dan gotong royong.
Baca Juga
Komentar