Polsek Bekasi Utara Datangi SMPN 21 Sebanyak 1.054 Siswa Dapat Edukasi Anti Bullying dan Kenakalan Remaja
Bekasi — Suasana pagi di SMP Negeri 21 Kota Bekasi tampak berbeda. Ratusan siswa tampak antusias menyambut kedatangan jajaran Polsek Bekasi Utara yang hadir bukan untuk patroli, melainkan untuk menyampaikan pesan penting: hentikan bullying dan kenakalan remaja sebelum merusak masa depan bangsa.
Kegiatan bertajuk Bimbingan dan Penyuluhan (Binluh) itu dipimpin langsung oleh Kanit Binmas Polsek Bekasi Utara Iptu Rencana S.M. bersama Bhabinkamtibmas Kelurahan Teluk Pucung Aiptu Sumarwanto. Acara berlangsung di kawasan Perumahan Villa Indah Permai RW 035, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara.
Menurut Iptu Rencana, kegiatan Binluh ini merupakan bagian dari upaya Polri dalam mendekatkan diri kepada masyarakat, terutama generasi muda. “Kami ingin menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan empati di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Kegiatan ini diikuti oleh 1.054 siswa-siswi SMP Negeri 21 Kota Bekasi, didampingi oleh para guru dan pihak sekolah. Ruang aula sekolah seakan menjadi saksi semangat para pelajar yang haus akan pengetahuan sosial dan moral.
Dalam penyampaiannya, Kanit Binmas menegaskan pentingnya saling menghormati antar teman, serta memahami bahwa tindakan bullying bukan sekadar bercanda, tetapi bisa melukai secara mental dan emosional. “Korban bisa trauma panjang, bahkan kehilangan kepercayaan diri,” jelasnya.
Selain edukasi verbal, kegiatan juga diselingi dengan simulasi ringan mengenai bagaimana siswa bisa menolak ajakan kenakalan remaja dan melapor jika melihat perilaku yang tidak pantas.
Iptu Rencana menambahkan, tindakan kenakalan remaja seperti tawuran, merokok, hingga penyalahgunaan media sosial harus dicegah sedini mungkin. “Kita tidak ingin masa depan mereka hilang karena hal-hal yang sebenarnya bisa dihindari,” katanya.
Kanit Binmas juga mengingatkan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar akademis, tetapi juga wadah pembentukan karakter dan moral generasi muda. “Tanggung jawab membangun generasi berkarakter bukan hanya tugas guru, tapi kita semua,” ujarnya.
Bhabinkamtibmas Aiptu Sumarwanto dalam kesempatan yang sama menyoroti pentingnya komunikasi antara sekolah, orang tua, dan aparat dalam mengantisipasi kenakalan pelajar. Ia menegaskan, sinergi tiga unsur ini menjadi benteng pertama pencegahan masalah sosial di usia dini.
Para guru menyambut baik kegiatan tersebut. Menurut mereka, kehadiran aparat kepolisian memberikan efek positif bagi siswa. “Anak-anak lebih mendengarkan jika yang berbicara adalah polisi. Ada wibawa dan keteladanan,” ujar salah satu guru.
Tak hanya berhenti pada teori, Binluh ini juga mendorong siswa untuk berani melapor jika mengalami atau menyaksikan tindakan bullying. Laporan bisa disampaikan kepada guru, wali kelas, atau langsung ke pihak berwenang.
Kegiatan semacam ini diharapkan dapat memperkuat budaya saling menghormati dan mendorong terciptanya suasana sekolah yang aman, nyaman, dan produktif.
Selain itu, kegiatan edukatif seperti ini menjadi wujud nyata kolaborasi antara Polri dan dunia pendidikan dalam menekan angka kenakalan remaja di Kota Bekasi yang kerap menjadi perhatian publik.
Kanit Binmas juga menegaskan bahwa langkah pembinaan seperti ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah lain di wilayah Bekasi Utara. “Kami ingin menciptakan lingkungan pendidikan yang bebas kekerasan dan penuh empati,” tambahnya.
Menurutnya, anak-anak muda adalah aset bangsa yang tidak ternilai. “Mereka calon pemimpin masa depan, dan tugas kita sekarang adalah memastikan mereka tumbuh dalam lingkungan yang sehat,” ujarnya penuh semangat.
Pihak sekolah pun berharap agar kegiatan serupa bisa digelar rutin dengan topik-topik sosial lainnya seperti bahaya narkoba, etika bermedia sosial, hingga pendidikan karakter.
Tak hanya berdampak bagi siswa, kegiatan Binluh ini juga memperkuat peran Polsek Bekasi Utara sebagai mitra aktif dalam pembinaan moral masyarakat. Ini membuktikan bahwa penegakan hukum tak selalu soal sanksi, tapi juga soal pendidikan dan pencegahan.
Melalui kegiatan ini, Polsek Bekasi Utara menunjukkan bahwa pendekatan humanis bisa menjadi solusi efektif dalam membentuk karakter generasi muda.
Di akhir kegiatan, seluruh peserta menyanyikan lagu kebangsaan dan berikrar untuk menjadi pelajar yang berani, jujur, dan saling menghormati.
Semangat itu diharapkan tidak hanya berhenti di ruang sekolah, tetapi menjalar ke rumah, lingkungan, dan dunia digital tempat para remaja berinteraksi setiap hari.
Baca Juga
Komentar