Polri dan BRIN Sinergi Kembangkan SDM Digital, Penelitian Sistem E-MP Dimulai di Kalimantan Tengah
Pena Insight
Jakarta, 22 Juli 2025 — Kepolisian Negara Republik Indonesia menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dalam upaya memperkuat strategi pengembangan sumber daya manusia Polri melalui pendekatan ilmiah dan teknologi digital. Kolaborasi ini diwujudkan dalam bentuk penelitian strategis bertajuk “Strategi Pemberdayaan SDM Polri Guna Mendukung Penerapan Sistem Elektronik Manajemen Penyidikan (E-MP)”, yang mulai dilaksanakan di wilayah hukum Polda Kalimantan Tengah pada akhir Juli 2025.
Penelitian ini menjadi bagian dari langkah konkret Polri dalam mempercepat transformasi digital dalam proses penegakan hukum. Dengan menghadirkan peneliti dari BRIN, kegiatan ini diharapkan menghasilkan rumusan kebijakan berbasis data yang relevan dan adaptif terhadap tantangan era modern, khususnya dalam hal efektivitas dan akuntabilitas penyidikan.
Salah satu fokus utama dalam riset ini adalah bagaimana optimalisasi SDM Polri, baik dari aspek kompetensi, struktur pelatihan, hingga kesiapan teknologi—dapat selaras dengan sistem E-MP sebagai platform utama dalam penanganan perkara secara elektronik. Sistem ini dirancang untuk meningkatkan transparansi, kecepatan, serta integrasi data antara penyidik, lembaga peradilan, dan instansi penegak hukum lainnya.

Pelaksanaan penelitian dijadwalkan berlangsung pada tanggal 21 hingga 24 Juli 2025 di Kalimantan Tengah, dengan dukungan penuh dari berbagai unsur internal Polri di tingkat daerah maupun pusat. Seluruh proses riset dirancang secara kolaboratif, dengan mengutamakan pendekatan partisipatif dan interdisipliner agar hasil yang diperoleh bisa langsung diterapkan dalam skema pembinaan dan reformasi kelembagaan.
Kegiatan ini juga mencerminkan keseriusan Polri dalam menyambut kebijakan nasional transformasi digital, serta memperkuat peran riset dan inovasi dalam sistem tata kelola kepolisian yang modern. Ke depan, hasil penelitian ini akan menjadi rujukan penting dalam penyusunan strategi peningkatan kapasitas SDM Polri secara nasional.
Dengan dukungan BRIN sebagai lembaga riset terintegrasi milik negara, Polri berharap kebijakan pengembangan SDM ke depan tidak hanya bersifat teknis, namun juga berakar pada pendekatan ilmiah dan keberlanjutan. Hal ini sejalan dengan arah pembangunan hukum Indonesia menuju 2045 yang berbasis inovasi dan integritas kelembagaan.
Langkah strategis ini juga menegaskan komitmen Polri dalam menghadirkan pelayanan hukum yang responsif dan berdaya saing global, didukung SDM unggul serta infrastruktur digital yang akuntabel dan terintegrasi.
Baca Juga
Komentar