Polri Bangun Swasembada Jagung dari Akar Rumput, Kebun Binaan Polres Maros Tembus 32 Ton Panen
Pena Insight
Maros, 25 Juli 2025 — Kepolisian Republik Indonesia kembali menunjukkan komitmennya terhadap ketahanan pangan nasional dengan cara yang lebih menyentuh langsung ke akar rumput. Dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Maros, Inspektur Wilayah III Itwasum Polri Brigjen Pol. Drs. Herukoco, M.Si., melakukan peninjauan langsung ke kebun jagung seluas 4 hektare binaan Polres Maros di Kelurahan Borong, Kecamatan Tanralili. Lahan yang dulunya sawah padi kini berhasil dikembangkan menjadi pertanian jagung hibrida F1 Super BISI 18, dengan prediksi hasil panen menembus 32 ton.
Transformasi lahan ini bukan sekadar uji coba, tetapi wujud nyata keterlibatan aktif Polri dalam mendukung swasembada jagung yang menjadi salah satu program prioritas nasional. Dengan kadar air jagung ideal sebesar 18%, hasil panen ini dinilai sangat layak secara komersial. Hal ini pun menjadi tonggak pencapaian dalam mendekatkan institusi kepolisian kepada masyarakat melalui program-program pemberdayaan ekonomi produktif.

Kapolres Maros AKBP Douglas Mahenrajaya menyampaikan bahwa Polres Maros tidak hanya mendampingi proses tanam, tetapi juga menjamin distribusi hasil panen. “Kami memastikan hasil pertanian petani memiliki nilai jual yang stabil dan menguntungkan. Salah satu langkah strategisnya adalah bekerja sama dengan Bulog untuk menyerap hasil panen dan menjaga harga di tingkat petani,” tegasnya.
Langkah strategis Polres Maros ini sejalan dengan laporan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo pada 9 Juli 2025 lalu, yang menyebutkan bahwa Polri bersama masyarakat telah menggarap 793.339 hektare lahan baru secara nasional, termasuk 301.672 hektare dari perhutanan sosial. Target satu juta hektare dalam kerangka program Asta Cita terus didorong sebagai bentuk nyata sinergi lintas sektor.
Dalam sesi dialog terbuka bersama para petani, Brigjen Pol. Herukoco menyampaikan bahwa aspirasi petani akan terus menjadi prioritas. Beberapa kebutuhan seperti alat pemipil jagung dan rencana ekspansi lahan menjadi 15 hektare akan diakomodasi secara berkelanjutan. “Kami hadir bukan sekadar mengamankan, tetapi juga mendampingi dan memberdayakan,” ucapnya.
Ketua Kelompok Tani Usaha Bersama, Baharuddin, menyampaikan rasa terima kasihnya. Menurutnya, dukungan Polri bukan hanya menyangkut sarana, tetapi juga membuka jalan menuju kesejahteraan. “Kami siap berkembang selama hasilnya berpihak pada petani,” ujarnya penuh semangat.
Program ini tak hanya bertujuan meningkatkan produksi jagung, tetapi juga menjadi strategi jangka panjang dalam menjaga stabilitas sosial dan ekonomi masyarakat pedesaan. Polri hadir sebagai institusi pelayan masyarakat yang adaptif, inovatif, dan responsif terhadap tantangan ketahanan pangan masa kini.
Sebagai kelanjutan program, Itwasum Polri merekomendasikan sinergi yang lebih erat antara Polres Maros, Forkopimda, dan Bulog. Pendampingan intensif dari proses tanam hingga distribusi hasil menjadi kunci sukses keberlanjutan swasembada jagung yang inklusif dan berdampak langsung bagi rakyat.
Inisiatif ini membuktikan bahwa Polri kini tak hanya hadir sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai katalisator pembangunan ekonomi lokal. Ketahanan pangan tak lagi sekadar jargon, melainkan gerakan kolektif yang ditopang semangat gotong royong antara petani dan aparat keamanan.
Baca Juga
Komentar