Polda Metro Jaya Sidak Gudang Beras di Jakarta, Temukan 90 Ton Stok Siap Edar
Pena Insight
Jakarta, 15 Agustus 2025 – Satuan Tugas (Satgas) Pangan DKI Jakarta bersama Polda Metro Jaya melakukan inspeksi mendadak ke sejumlah gudang beras di wilayah DKI Jakarta. Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan stok beras sekaligus mencegah praktik penimbunan oleh pelaku usaha yang dapat memicu lonjakan harga di pasaran.
Kasubdit 1 Indag Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, AKBP M. Ardila Amry, yang memimpin langsung sidak mengatakan pihaknya akan menindak tegas jika ditemukan indikasi penimbunan. “Kami bersama rekan-rekan dari Dinas Perdagangan dan Ketahanan Pangan melakukan pengecekan. Jika ada indikasi penimbunan, maka akan dilakukan penegakan hukum,” ujarnya.
Dalam sidak di gudang PT Belitang Panen Raya, tim menemukan stok beras mencapai 90 ton dengan produksi bulan Agustus. Ardila menegaskan, beras tersebut harus segera disalurkan ke pasar untuk menjaga kelancaran distribusi. “Kami menghimbau agar seluruh pelaku usaha segera mendistribusikan beras maksimal dua hari dari stok yang ada di gudang,” tegasnya.
Selain menghitung jumlah stok, tim juga memeriksa kualitas beras yang disimpan. Berdasarkan hasil pemeriksaan, beras di gudang PT Belitang Panen Raya tergolong standar premium. Harga jual ke distributor pun masih di bawah harga eceran tertinggi (HET) beras premium, yakni Rp14.900 per kilogram. “Mereka menjual ke distributor Rp14.500 hingga Rp14.600, masih di bawah HET,” jelas Ardila.
Pemeriksaan mutu dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan konsumen mendapatkan produk berkualitas sesuai label kemasan. “Pengecekan mutu tetap kami lakukan agar masyarakat mendapatkan beras dengan kualitas yang baik,” tambahnya.
Ardila menjelaskan, sidak ini tidak hanya terfokus di satu titik. Tim Satgas Pangan DKI Jakarta membagi personel ke berbagai lokasi lain di ibu kota. “Saat ini tim dibagi di beberapa lokasi untuk memastikan ketersediaan beras dan mencegah kelangkaan di pasaran,” ungkapnya.
Polda Metro Jaya memastikan sinergi dengan Dinas Perdagangan dan Ketahanan Pangan akan terus dilakukan, terutama dalam masa-masa krusial menjelang perayaan besar atau saat kondisi cuaca memengaruhi distribusi pangan. Hal ini untuk memastikan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi dengan harga yang wajar.

Langkah ini juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dan aparat penegak hukum dalam menjaga stabilitas ekonomi dan mengantisipasi gejolak harga. “Kita semua ingin harga pangan, khususnya beras, tetap terjangkau. Karena itu, distribusi tidak boleh terhambat,” kata Ardila.
Selain pengawasan langsung, pihak kepolisian juga mendorong pelaku usaha untuk melaporkan kendala distribusi yang dihadapi. Dengan komunikasi yang baik, diharapkan hambatan di lapangan dapat segera diatasi tanpa menimbulkan keresahan di masyarakat.
Sidak ini mendapatkan apresiasi dari masyarakat dan pelaku pasar. Ke depan, Polda Metro Jaya bersama Satgas Pangan berkomitmen menjaga rantai pasok beras tetap aman dan lancar sehingga kebutuhan masyarakat terpenuhi tanpa lonjakan harga yang merugikan konsumen.
Baca Juga
Komentar