Polda Metro Jaya Intensifkan Patroli Malam di Jaksel, Bidik Tawuran dan Kejahatan Jalanan
Jakarta – Polda Metro Jaya terus mengintensifkan patroli skala besar di wilayah Jakarta Selatan sebagai respons terhadap potensi gangguan keamanan, termasuk tawuran remaja dan kejahatan jalanan. Pada Senin (22/9/2025) malam, sedikitnya 59 personel gabungan dari Ditbinmas, Sabhara, Lalu Lintas, dan Satpol PP diterjunkan untuk menyisir titik-titik rawan.
Patroli dimulai dari Mako Polda Metro Jaya, melintasi rute strategis seperti Sekretariat ASEAN, Mabes Polri, Jagakarsa, Tendean, hingga Ragunan. Operasi dilakukan hingga larut malam untuk memastikan situasi tetap kondusif.
Kasubdit Bintibsos Ditbinmas Polda Metro Jaya, AKBP Sujanto, menegaskan bahwa tujuan patroli bukan sekadar penegakan hukum, melainkan memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
“Pesannya jelas, polisi hadir untuk memberi kenyamanan dan ketenangan. Kita berupaya mencegah kejahatan, mulai dari tawuran hingga tindak kriminal lainnya. Anggota tetap persuasif dan humanis, tapi jika terpaksa akan bertindak tegas dan terukur,” ujar Sujanto.
Patroli malam juga melibatkan interaksi langsung dengan warga di titik-titik rawan. Personel memberikan imbauan agar masyarakat ikut berperan aktif melaporkan kejadian mencurigakan.
Selain itu, personel memeriksa titik-titik gelap yang berpotensi menjadi tempat nongkrong remaja dan pelaku kriminal. Lampu jalan yang padam juga didata untuk disampaikan kepada dinas terkait agar segera diperbaiki.
Sebelumnya, Kabidhumas Polda Metro Jaya Brigjen Pol. Ade Ary Syam Indradi menegaskan bahwa patroli skala besar ini adalah bentuk nyata komitmen kepolisian menjaga keamanan ibu kota.
“Patroli rutin bersama instansi terkait ini adalah wujud sinergi. Sesuai perintah Kapolda Metro Jaya, kami akan terus melakukan patroli untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat. Kehadiran polisi di jalanan adalah langkah preventif agar potensi gangguan kamtibmas bisa dicegah sejak dini,” kata Ade Ary.
Ia menambahkan, patroli malam ini merupakan bagian dari strategi cooling system, yakni menciptakan suasana kondusif pasca beberapa insiden tawuran yang sempat terjadi di beberapa titik Jakarta.
Patroli juga diarahkan untuk mengawasi kawasan rawan begal dan balap liar, terutama di ruas-ruas jalan yang sering digunakan sebagai arena trek liar pada malam hari.
“Polisi hadir bukan hanya setelah kejadian, tetapi jauh sebelum itu. Mencegah lebih baik daripada menindak,” tegasnya.
Selain patroli motor dan mobil, personel juga melakukan pemantauan dengan bantuan kamera CCTV di Command Center. Data yang diperoleh akan dianalisis untuk menentukan pola patroli selanjutnya.
Upaya preventif ini mendapat respons positif dari warga. Sejumlah pengendara dan pedagang malam mengaku lebih tenang melihat kehadiran aparat di lapangan.
“Kami merasa lebih aman. Biasanya kalau malam suka ada anak-anak nongkrong yang bikin resah. Sekarang ada polisi keliling, jadi lebih tenang,” ujar Ardi, warga Jagakarsa.
Polda Metro Jaya memastikan kegiatan serupa akan terus dilakukan secara rutin, terutama di akhir pekan dan hari-hari rawan terjadinya tawuran pelajar.
Patroli skala besar ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang kepolisian untuk menekan angka kriminalitas sekaligus membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri.
Dengan kehadiran aparat di lapangan, diharapkan Jakarta Selatan semakin kondusif dan masyarakat dapat beraktivitas tanpa rasa cemas.
Baca Juga
Komentar