Plt Bupati Asep Surya Atmaja Tinjau Lapangan, Banjir dan Gagal Panen Jadi Fokus Utama
Kabupaten Bekasi — Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Bekasi, Asep Surya Atmaja, turun langsung ke lapangan dalam rangkaian kunjungan kerja yang menyoroti sejumlah persoalan krusial masyarakat, mulai dari banjir, pertanian, hingga pelayanan publik.
Kunjungan yang dilakukan pada Kamis (23/4/2026) ini merupakan bagian dari agenda rutin, di mana Asep menjadwalkan tiga hari dalam sepekan untuk turun ke lapangan dan dua hari berkantor guna memastikan percepatan penyelesaian masalah di wilayah.
Tinjau Jembatan Muara, Temukan Pendangkalan dan Sampah
Lokasi pertama yang dikunjungi adalah Jembatan Muara di perbatasan Kecamatan Babelan dan Sukawangi. Dari hasil peninjauan, ditemukan adanya pendangkalan pada saluran air Kali Mati, serta tumpukan sampah dan eceng gondok yang menghambat aliran air.
“Setelah saya cek langsung, ada pendangkalan, sampah, dan eceng gondok yang harus segera ditangani,” ujar Asep.
Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Kabupaten Bekasi akan melakukan normalisasi saluran melalui pengerukan sedimen, pembersihan sampah oleh dinas terkait, serta pemanfaatan eceng gondok sebagai bahan organik.
Normalisasi direncanakan dilakukan hingga ke hulu sepanjang kurang lebih lima kilometer menuju CBL dan dilanjutkan ke arah Kali Ciherang. Langkah ini diharapkan mampu mengurangi risiko banjir di wilayah Babelan dan Sukawangi.
Sawah Terdampak, Gagal Panen Jadi Perhatian
Kunjungan kemudian berlanjut ke area pertanian yang dilaporkan mengalami gagal panen. Hasil pengecekan menunjukkan adanya pendangkalan pada kali sekunder yang menyebabkan aliran air ke lahan persawahan terhambat.
Menanggapi hal tersebut, Asep langsung menginstruksikan dinas terkait untuk melakukan normalisasi serta penertiban bangunan liar yang berdiri di atas saluran air.
“Saya minta segera dilakukan normalisasi dan penertiban bangunan liar agar aliran air lancar dan petani tidak terus mengalami kerugian,” tegasnya.
Kawasan tersebut memiliki potensi sawah sekitar 1.000 hektare yang sangat bergantung pada kelancaran distribusi air.
Pelayanan Desa dan Kesehatan Ikut Dievaluasi
Selain infrastruktur dan pertanian, Asep juga meninjau pelayanan publik di Kantor Desa Sukatenang. Ia menegaskan bahwa desa merupakan ujung tombak pelayanan masyarakat sehingga kualitas layanan harus terus ditingkatkan.
Kunjungan dilanjutkan ke UPTD Puskesmas Sukatenang yang saat ini melayani sekitar 37 ribu peserta. Asep mendorong agar ke depan puskesmas dapat beroperasi selama 24 jam serta menyediakan layanan rawat inap sederhana.
“Minimal ada fasilitas rawat inap untuk penanganan penyakit ringan agar tidak semua harus dirujuk ke rumah sakit,” katanya.
Fasilitas Sekolah Jadi Perhatian
Rangkaian kunjungan ditutup dengan peninjauan SDN Sukatenang 01 dan SDN Sukatenang 04. Dalam tinjauan tersebut, ditemukan sejumlah fasilitas yang perlu segera diperbaiki, termasuk bangunan bekas perpustakaan.
Asep menegaskan bahwa fasilitas pendidikan yang bersifat mendesak akan menjadi prioritas perbaikan agar kegiatan belajar mengajar berjalan lebih optimal.
Komitmen Hadir di Tengah Masyarakat
Melalui kunjungan lapangan ini, Pemerintah Kabupaten Bekasi menegaskan komitmennya untuk hadir langsung di tengah masyarakat, menyerap aspirasi, serta mempercepat penyelesaian berbagai persoalan secara terintegrasi.
Langkah ini diharapkan mampu memberikan dampak nyata, mulai dari pengendalian banjir, peningkatan hasil pertanian, hingga pelayanan publik yang lebih baik bagi warga Kabupaten Bekasi.
Baca Juga
Komentar