Persiapan Porprov XV 2026 Dimulai, Kesiapan Kota Bekasi Mulai Diuji
Pemerintah Kota Bekasi mulai memanaskan langkah strategis menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Wakil Wali Kota Bekasi Abdul Harris Bobihoe, yang juga menjabat Ketua Panitia Besar Porprov 2026 Kota Bekasi, menghadiri Rapat Koordinasi tingkat provinsi di Hotel El Cavana, Bandung, Kamis (22/1/2026). Kehadiran ini menegaskan keseriusan Bekasi dalam menatap agenda olahraga terbesar tingkat Jawa Barat tersebut.
Rakor yang diikuti seluruh pemerintah daerah se-Jawa Barat ini menjadi forum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat koordinasi, serta memetakan tantangan pelaksanaan Porprov XV. Agenda pembahasan mencakup kesiapan teknis cabang olahraga, infrastruktur venue, dukungan anggaran, hingga konsep promosi daerah berbasis sport tourism.
Abdul Harris Bobihoe hadir bersama jajaran perangkat daerah Kota Bekasi, mulai dari Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga, Asisten Daerah III, Baperida, Disparbud, BPKAD, hingga KONI Kota Bekasi. Formasi lintas sektor ini menunjukkan pendekatan terpadu yang diambil Pemkot Bekasi agar persiapan Porprov tidak berjalan sektoral, melainkan terintegrasi sejak tahap perencanaan.
Dalam forum tersebut, setiap daerah diminta memaparkan progres kesiapan masing-masing. Evaluasi awal ini penting untuk menghindari kendala klasik seperti keterlambatan pembangunan venue, pembengkakan anggaran, atau tumpang tindih kewenangan antarlembaga. Bekasi sendiri memanfaatkan kesempatan ini untuk menyelaraskan rencana daerah dengan roadmap Porprov tingkat provinsi.
“Porprov XV Jawa Barat 2026 merupakan agenda strategis yang membutuhkan persiapan matang dan kolaborasi semua pihak,” ujar Abdul Harris Bobihoe. Pernyataan ini menegaskan bahwa suksesnya Porprov bukan hanya soal kompetisi olahraga, tetapi juga soal manajemen event berskala besar yang melibatkan banyak pemangku kepentingan.

Ia menambahkan bahwa pemerintah daerah tidak cukup hanya hadir sebagai peserta, tetapi juga harus mampu menciptakan ekosistem pembinaan atlet berkelanjutan. Selain itu, Porprov dipandang sebagai peluang memperkuat citra daerah melalui pengembangan sport tourism dan promosi potensi ekonomi lokal.
Dari sisi perencanaan anggaran, kehadiran BPKAD dan Baperida dalam rakor menandakan bahwa Bekasi mulai mengunci strategi pembiayaan sejak dini. Hal ini krusial mengingat pengalaman Porprov sebelumnya kerap diwarnai revisi anggaran mendadak yang berdampak pada efektivitas pelaksanaan.
Sementara itu, keterlibatan Disparbud menandakan orientasi Porprov tidak semata pada prestasi atlet, tetapi juga pada multiplier effect ekonomi. Penginapan, kuliner, transportasi lokal, hingga UMKM diproyeksikan menjadi sektor yang ikut bergerak selama perhelatan berlangsung.
KONI Kota Bekasi pun memanfaatkan momentum rakor untuk mengidentifikasi target realistis perolehan medali serta kesiapan pemusatan latihan atlet. Pembinaan prestasi sejak awal menjadi faktor penentu agar Bekasi tidak hanya sukses sebagai peserta administratif, tetapi juga kompetitif di arena pertandingan.
Forum rakor juga memperlihatkan semangat kolektif antar daerah se-Jawa Barat dalam menyukseskan Porprov XV. Sinergi lintas daerah menjadi kunci agar event olahraga ini tidak hanya sukses secara teknis, tetapi juga meninggalkan warisan positif bagi pembinaan olahraga regional.
Dengan partisipasi aktif sejak tahap koordinasi awal, Kota Bekasi menegaskan komitmennya menjadi bagian penting dari suksesnya Porprov XV Jawa Barat 2026. Tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi perencanaan, disiplin anggaran, serta kesinambungan pembinaan atlet agar ajang ini benar-benar menjadi momentum penguatan prestasi olahraga dan kebanggaan daerah.
Baca Juga
Komentar