Pemkot Bekasi Perkuat Kolaborasi Pengelolaan Sampah dan Borong Penghargaan dalam Apel Senin
Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi kembali menunjukkan komitmennya dalam tata kelola pemerintahan dan pembangunan berkelanjutan. Dalam apel rutin yang digelar pada Senin (29/9/2025), Wali Kota Bekasi Tri Adhianto menandatangani sejumlah kesepakatan strategis, salah satunya terkait pengelolaan sampah berbasis kolaborasi, serta menyerahkan berbagai penghargaan bergengsi kepada sejumlah pihak.
Apel yang berlangsung di Plaza Pemerintah Kota Bekasi tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor. Selain menjadi ajang konsolidasi internal, kegiatan ini juga menandai langkah nyata Pemkot Bekasi dalam memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dan masyarakat untuk menghadapi tantangan perkotaan yang semakin kompleks.
Salah satu agenda utama apel adalah penandatanganan kerja sama antara Pemkot Bekasi dan PT Wasteforchange Alam Indonesia. Kolaborasi ini bertujuan mewujudkan pengelolaan sampah kota yang lebih efektif, partisipatif, dan berkelanjutan. PT Wasteforchange dikenal sebagai perusahaan pengelola sampah yang mengedepankan prinsip ekonomi sirkular dan pemberdayaan masyarakat.
Tri Adhianto menegaskan bahwa masalah sampah tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah. Diperlukan keterlibatan aktif sektor swasta dan partisipasi masyarakat untuk mewujudkan kota yang bersih dan nyaman. “Kolaborasi dengan berbagai pihak serta penguatan pengawasan internal menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh program berjalan sesuai sasaran dan berdampak langsung pada masyarakat,” ujar Tri dalam amanatnya.
Dalam kesempatan tersebut, Tri juga melakukan penandatanganan Piagam Intern Inspektorat Kota Bekasi bernomor 700.1/353/Itko.set. Piagam ini merupakan tonggak penting dalam memperkuat fungsi pengawasan internal, meningkatkan transparansi, serta mendorong terciptanya tata kelola pemerintahan yang akuntabel.
Selain penandatanganan kerja sama strategis, Pemerintah Kota Bekasi juga menerima dan menyerahkan sejumlah penghargaan atas berbagai capaian kinerja selama tahun 2025. Penghargaan ini mencakup bidang kesehatan, pendidikan, dan pembangunan ramah anak.

Salah satu apresiasi penting datang dari program HIV/AIDS. Kota Bekasi berhasil mempertahankan pencapaian retensi dan viral load secara konsisten, serta menjadi wilayah dengan capaian terbaik dalam implementasi target “third-95” pada program Triple 95 HIV/AIDS di antara seluruh wilayah dukungan teknis Epic di Jawa Barat selama periode April–Juni 2025.
Selain itu, Kota Bekasi juga memperoleh Piagam Penghargaan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas capaian cakupan imunisasi kejar zero dose tertinggi pertama. Program ini dilaksanakan dalam rangka Sepekan Mengejar Imunisasi, yang digelar untuk memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-80 dan Hari Anak Nasional 2025.
Dalam bidang perlindungan anak, Pemerintah Kota Bekasi juga menyerahkan penghargaan untuk pemenang Lomba Ramah Anak Kota Bekasi Tahun 2025. Lomba ini meliputi berbagai kategori, mulai dari taman bermain hingga satuan pendidikan ramah anak.
Untuk kategori Lomba Taman Bermain Ramah Anak, Taman Jatibening Permai RW 11 berhasil meraih Juara I. Juara II diraih oleh Taman ABC RW 09 Harapan Baru, dan Juara III jatuh kepada Taman Inspirasi RW 17 di Kelurahan Pejuang. Sementara Harapan I dan II diraih oleh Taman RW 19 Pejuang serta Taman Bunderan Narogong Indah RW 30 Pengasinan.
Pada kategori Satuan Pendidikan Ramah Anak Tingkat SD/MI, MI Attaqwa 28 Jatiasih meraih Juara I, disusul MI Al Muhajirien Jakapermai sebagai Juara II, dan SDIT Sabilina sebagai Juara III. Harapan I dan II diraih oleh SD Islam Intan Prima dan SDIT Al Ma’moer.
Sementara pada kategori SMP/MTs, SMP Ananda berhasil menjadi Juara I, disusul MTs Al Ihsan di posisi Juara II dan SMPK Penabur Harapan Indah di posisi Juara III. Harapan I dan II diraih oleh SMP Strada Bhakti Wiyata serta MTsN 3.
Tri Adhianto menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berperan aktif dalam pencapaian berbagai penghargaan tersebut. Ia menilai penghargaan bukan sekadar bentuk pengakuan, melainkan juga menjadi penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik dan inovasi pembangunan kota.
“Kita patut berbangga, tapi juga tidak boleh berhenti di sini. Penghargaan ini adalah bukti kerja keras kita semua sekaligus pengingat agar terus memberikan pelayanan terbaik dan menjaga Bekasi sebagai kota yang ramah anak, sehat, dan berdaya saing,” ujar Tri.
Dalam konteks kebijakan publik, langkah Pemkot Bekasi ini mencerminkan pendekatan kolaboratif dan berbasis data. Penandatanganan kerja sama dengan sektor swasta dalam pengelolaan sampah menjadi cermin transformasi tata kelola lingkungan yang lebih modern dan partisipatif.
Para pengamat kebijakan menilai, upaya Pemkot Bekasi dapat menjadi model implementasi pembangunan berkelanjutan di tingkat kota. Fokus pada isu sampah dan lingkungan, disertai penguatan fungsi pengawasan internal, merupakan kombinasi yang strategis untuk menghadapi tantangan urbanisasi ke depan.
Selain aspek lingkungan, keberhasilan dalam bidang kesehatan masyarakat dan perlindungan anak memperlihatkan konsistensi Pemkot Bekasi dalam menjalankan program-program prioritas nasional dengan pendekatan lokal yang adaptif.
Apel Senin ini menjadi bukti nyata bahwa tata kelola pemerintahan daerah dapat berjalan efektif ketika sinergi antar sektor dijalankan dengan baik. Kolaborasi, inovasi, dan transparansi menjadi kunci untuk membawa Kota Bekasi menuju kota modern yang berdaya saing.
Baca Juga
Komentar