Pemkot Bekasi Gaspol Benahi Danau dan Sampah Kota, Jelang Kedatangan 10 Ribu Atlet Jabar
Kota Bekasi — Pemerintah Kota Bekasi mempercepat penataan lingkungan dan penguatan budaya kebersihan menjelang kedatangan sekitar 10 ribu atlet dari seluruh Jawa Barat yang dijadwalkan mengikuti ajang olahraga tingkat provinsi pada November mendatang. Langkah ini ditandai dengan aksi bersih-bersih serentak yang dipimpin langsung Wali Kota Bekasi Tri Adhianto bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Danau Duta Harapan, Kecamatan Bekasi Utara (8/2/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari gerakan nasional menjaga kebersihan lingkungan sebagaimana arahan Presiden Republik Indonesia, yang menekankan keteladanan aparatur negara dalam menciptakan ruang publik yang bersih, tertib, dan aman, terutama di wilayah yang memiliki potensi destinasi wisata dan kegiatan berskala besar.
“Ini bagian dari perintah Bapak Presiden. Seluruh aparatur, TNI, Polri, harus memberikan contoh nyata kepada masyarakat dalam menjaga kebersihan wilayahnya masing-masing,” ujar Tri Adhianto di sela kegiatan, Jumat (6/2/2026).
Menurut Tri, Danau Duta Harapan dipilih sebagai role model tingkat kota dalam gerakan kebersihan terpadu. Namun, aksi serupa juga dilakukan secara bersamaan di seluruh kecamatan dan kelurahan se-Kota Bekasi. Di tingkat kecamatan, kegiatan melibatkan camat bersama kapolsek dan danramil, sementara di kelurahan melibatkan lurah, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas.
Penataan yang dilakukan tidak hanya menyasar sampah, tetapi juga elemen visual dan keselamatan kota. Sejumlah baliho, spanduk, bendera, hingga kabel udara semrawut yang dinilai mengganggu estetika dan berpotensi membahayakan pengguna jalan mulai dirapikan.
“Ini bukan semata soal kebersihan, tapi juga soal keindahan dan keamanan kota. Kita ingin Bekasi terlihat rapi, nyaman, dan layak sebagai tuan rumah even besar,” tegasnya.

Tri menambahkan, gerakan tersebut tidak bersifat seremonial, melainkan akan dilakukan secara berkelanjutan. Seluruh fasilitas publik, termasuk puskesmas dan sekolah, diminta membersihkan tidak hanya area internal, tetapi juga lingkungan di sekitarnya.
Langkah ini dinilai krusial mengingat Kota Bekasi akan menjadi salah satu pusat kegiatan olahraga besar tingkat provinsi. Kehadiran ribuan atlet, ofisial, dan pendukung diperkirakan akan meningkatkan mobilitas, aktivitas ekonomi, serta sorotan publik terhadap wajah kota.
“Kita tidak ingin ada ketidaknyamanan bagi tamu yang datang. Sebagai tuan rumah, Bekasi harus siap dari segala aspek,” kata Tri.
Selain kebersihan, Pemkot Bekasi juga menyiapkan rencana pengembangan kawasan Danau Duta Harapan sebagai ruang publik dan destinasi rekreasi terpadu. Tri mengungkapkan, ke depan kawasan danau akan diintegrasikan dengan berbagai fasilitas penunjang, mulai dari sentra kuliner, penataan pasir dan tepian danau, wahana air, hingga air mancur sebagai ikon visual.
“Rancangannya besar dan bertahap. Bukan hanya flying fox, tapi juga perahu wisata agar masyarakat bisa menikmati danau. Ini sekaligus untuk branding Kota Bekasi,” ujarnya.
Pengembangan tersebut diharapkan tidak hanya memberi manfaat bagi kelompok sadar wisata (pokdarwis) dan warga sekitar, tetapi juga membuka peluang keterlibatan pihak ketiga dan pengembang dalam pengelolaan kawasan secara profesional dan berkelanjutan.
Namun demikian, Tri menegaskan bahwa pembangunan fisik harus dibarengi dengan perubahan perilaku masyarakat. Ia menyoroti masih maraknya pembuangan sampah liar dan kebiasaan menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan akhir.
“Kita masih melihat sungai menjadi tempat sampah terpanjang di Kota Bekasi. Ini harus dihentikan dengan membangun kesadaran bersama,” katanya.
Untuk mendukung pengelolaan sampah, Pemkot Bekasi tahun ini mengalokasikan anggaran untuk penambahan 50 unit truk sampah. Dengan penambahan tersebut, kapasitas pengangkutan sampah harian ditargetkan meningkat dari sekitar 1.200 ton menjadi 1.400 ton per hari.
Pemerintah juga mendorong pengelolaan sampah berbasis lingkungan, agar sebagian sampah dapat diselesaikan dari sumbernya, yakni rumah tangga. Dukungan dana di tingkat RT dan RW diharapkan dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan fasilitas bank sampah dan pengelolaan mandiri.
“Kalau sampah bisa dikelola dari rumah masing-masing, beban kota akan jauh berkurang. Ini kerja bersama, bukan hanya pemerintah,” ujar Tri.
Sejumlah pengamat perkotaan menilai langkah Pemkot Bekasi tersebut sebagai upaya strategis dalam membangun citra kota modern dan berdaya saing, terutama menjelang agenda besar yang melibatkan ribuan peserta dari luar daerah. Konsistensi pelaksanaan di lapangan menjadi kunci agar gerakan kebersihan tidak berhenti pada momentum tertentu.
Dengan penataan lingkungan, penguatan infrastruktur kebersihan, serta keterlibatan lintas sektor, Pemerintah Kota Bekasi optimistis mampu menghadirkan wajah kota yang lebih tertib, bersih, dan ramah bagi warga maupun tamu yang datang.
Baca Juga
Komentar