Menuju Swasti Saba Wistara, Bekasi Perkuat Sinergi Antar-OPD Hadapi Verifikasi Kota Sehat 2025
Pena Insight
Bekasi, 5 Agustus 2025 – Kota Bekasi kian mantap melangkah menuju predikat Swasti Saba Wistara, penghargaan tertinggi dalam program Kota Sehat dari Kementerian Kesehatan RI. Hal ini ditegaskan dalam Rapat Persiapan Verifikasi Kota Sehat yang digelar di Pendopo Wali Kota Bekasi, Senin (4/8), sebagai bentuk evaluasi progres dan penguatan koordinasi lintas sektor.
Rapat dipimpin oleh Ketua Forum Kota Bekasi Sehat, Wiwiek Hargono, dan turut dihadiri oleh Sekda Kota Bekasi, Drs. Junaedi, serta Plt. Kepala Dinas Kesehatan, drh. Satia Sriwijayanti Anggraini, MM, bersama perwakilan dari berbagai OPD yang terkait langsung dengan delapan tatanan indikator Kota Sehat.
Agenda utama rapat ini berfokus pada pembaruan laporan dan identifikasi celah yang masih perlu diperkuat oleh setiap dinas. Pendekatan yang dibawa adalah kolaboratif dan berbasis target, dengan prinsip kerja kolektif untuk memastikan setiap indikator memenuhi standar nasional.
“Setiap OPD perlu membayangkan secara maksimal capaian yang ingin diraih agar upaya yang dilakukan tidak sia-sia,” ujar Wiwiek Hargono. Ia menekankan pentingnya koordinasi menyeluruh agar tidak ada satu pun indikator yang menjadi titik lemah dan berpotensi menurunkan nilai keseluruhan verifikasi.

Swasti Saba Wistara sendiri adalah predikat tertinggi dari tiga tingkatan penghargaan Kota Sehat setelah Padapa dan Wiwerda yang hanya diberikan kepada daerah yang berhasil memenuhi standar tertinggi dalam pengelolaan lingkungan sehat, pelayanan publik, dan pemberdayaan masyarakat.
Wiwiek juga memberikan apresiasi atas komitmen dan progres yang telah ditunjukkan oleh berbagai OPD. “Ini bukti nyata bahwa sinergi antar-sektor berjalan baik dan menunjukkan komitmen bersama dalam mewujudkan Kota Bekasi yang sehat dan berkelanjutan,” katanya.
Evaluasi lintas sektor ini mencakup delapan tatanan, seperti permukiman sehat, sarana dan prasarana umum, ketahanan pangan dan gizi, serta kehidupan masyarakat yang sehat dan mandiri. Masing-masing tatanan dinilai secara kuantitatif dan kualitatif oleh tim pusat.
Menurut Plt. Dinkes, drh. Satia Sriwijayanti, hasil rapat ini akan menjadi landasan penyusunan strategi teknis dalam menghadapi verifikasi lapangan yang dijadwalkan berlangsung dalam beberapa minggu mendatang. “Kita targetkan semua tatanan menunjukkan capaian optimal, termasuk dokumentasi yang rapi dan bukti lapangan yang konkret,” jelasnya.
Rapat ini juga menjadi ruang konsolidasi komitmen antarpemangku kepentingan, tidak hanya OPD teknis, tetapi juga sektor pendukung lainnya seperti kecamatan, kelurahan, hingga forum masyarakat yang turut berkontribusi dalam proses verifikasi Kota Sehat.
Dengan arah yang semakin jelas dan dukungan menyeluruh dari seluruh elemen, Pemerintah Kota Bekasi optimis dapat mempertahankan predikat Kota Sehat Wistara, sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik yang proaktif, berkelanjutan, dan berpihak pada kesejahteraan warganya.
Baca Juga
Komentar