Mentan Amran Optimis Harga Beras Turun dalam Dua Pekan, Operasi Pangan Murah Digelar Serentak
Pena Insight
Majene, 21 Juli 2025 — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman meninjau langsung Operasi Pangan Murah (OPM) di Kabupaten Majene, Sulawesi Barat, sebagai b
agian dari strategi nasional menurunkan harga beras. Dalam kunjungannya, ia menargetkan penurunan harga beras dalam waktu 1–2 minggu ke depan menyusul distribusi 1,3 juta ton beras SPHP ke seluruh wilayah Indonesia.
Amran menyatakan bahwa operasi pasar dilakukan sejak dua hari lalu secara serentak oleh BUMN pangan, sebagai respon atas tingginya harga beras di berbagai daerah. “Seluruh BUMN bergerak. Kami yakin harga akan turun dalam waktu dekat,” ujar Amran di sela kunjungannya ke Majene.
Selain distribusi beras, pemerintah juga menyoroti kualitas produk beras yang beredar di pasar. Amran menegaskan bahwa pengawasan akan diperketat untuk memastikan beras premium dan medium dijual sesuai standar mutu dan tidak melewati Harga Eceran Tertinggi (HET).
Amran mengungkapkan temuan awal terkait dugaan pengoplosan beras yang tidak sesuai label dan kualitas. Dari 212 merek beras yang terdata, 25 sudah diperiksa, dan dalam waktu dekat 40 hingga 50 merek lainnya akan diperiksa secara maraton.
Sebagai dampak dari pengawasan dan tindakan pemerintah, beberapa perusahaan beras telah menurunkan harga kemasan premium hingga Rp1.000. “Kami menerima surat resmi dari produsen. Ini langkah awal yang baik,” jelas Amran.
Untuk menindak kecurangan, Kementerian Pertanian telah berkoordinasi langsung dengan Kapolri. Amran memastikan bahwa tindakan hukum akan diberikan terhadap pelaku usaha yang merugikan masyarakat dengan manipulasi harga atau kualitas.
Amran memberikan peringatan keras kepada pengusaha yang mencoba mengambil keuntungan secara tidak etis. “Anda boleh untung, tapi jangan mempermainkan pangan rakyat. Kita harus jaga kondisi tetap kondusif,” katanya tegas.
Ia juga menegaskan bahwa langkah-langkah ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto agar pemerintah tidak tinggal diam saat masyarakat terancam oleh permainan harga pangan. “Perusahaan yang tidak taat aturan akan ditindak. Ini perintah Presiden,” tegas Amran.
Amran membandingkan situasi harga beras global, seperti di Jepang yang mencapai Rp100 ribu per kilogram. “Di Indonesia, harga masih Rp13.000–Rp15.000. Kita bersyukur, tapi jangan lengah,” ucapnya, mengingatkan pentingnya pengawasan berkelanjutan.
Menutup pernyataannya, Amran menekankan pentingnya menjaga stabilitas pangan di tengah krisis global. Operasi pasar, penegakan hukum, dan pengawasan kualitas akan terus digencarkan untuk memastikan masyarakat tidak dirugikan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab.
Baca Juga
Komentar