Mengerikan 54 Orang Korban Runtuhnya Majelis Taklim di Bogor
Pena Insight
Bogor, 8 September 2025 – Suasana duka menyelimuti Kampung Sukamakmur, Ciomas, Kabupaten Bogor. Perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW yang seharusnya menjadi momentum penuh berkah berubah menjadi tragedi memilukan ketika bangunan dua lantai Majelis Ta’lim Asobiyah ambruk mendadak pada Minggu pagi sekitar pukul 08.30 WIB.
Awalnya, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor melaporkan 30 warga mengalami luka-luka dan 3 orang meninggal dunia. Namun, data terbaru yang dirilis pada pukul 14.35 WIB menyebutkan jumlah korban luka meningkat drastis menjadi 54 orang, sementara korban jiwa tetap tercatat tiga orang.
Detik-detik horor itu terjadi di tengah lantunan salawat dan doa. Tiba-tiba terdengar suara gemuruh keras, disusul retakan lantai dan robohnya atap bangunan. Ratusan jamaah yang sedang duduk bersila panik berhamburan. Jeritan histeris dan tangisan meminta pertolongan memecah suasana yang semula khusyuk.
Saksi mata menyebutkan banyak korban tertimpa reruntuhan beton, sementara sebagian lainnya berusaha menyeret anggota keluarga untuk menyelamatkan diri. “Tidak ada yang menyangka bangunan bisa roboh saat acara pengajian. Semuanya panik, kacau, dan penuh teriakan,” ungkap salah seorang warga.
Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD bersama Damkar, aparat desa, TNI-Polri, serta relawan segera dikerahkan. Proses evakuasi dilakukan dengan cepat, menggunakan alat manual hingga kendaraan darurat untuk mengangkut korban ke fasilitas kesehatan terdekat.
Rumah sakit di Bogor hingga Ciawi penuh oleh korban luka-luka, mayoritas perempuan jamaah pengajian. Korban dirawat di RSUD Bogor, RS PMI, RSUD Ciawi, hingga puskesmas setempat. Tim medis bekerja tanpa henti menangani luka akibat tertimpa reruntuhan.
Di sisi lain, kabar duka mendalam datang dari tiga korban jiwa yang telah teridentifikasi, yaitu Irni Susanti, Wulan, dan Nurhayati. Isak tangis keluarga mengiringi kedatangan jenazah di rumah sakit. Pemerintah daerah menjanjikan santunan kepada keluarga korban meninggal dunia.
Adam Nugraha, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Bogor, menegaskan fokus utama saat ini adalah penanganan korban dan pembersihan material. “Kami sudah berkoordinasi dengan aparatur setempat dan memastikan evakuasi dilakukan secepat mungkin. Pembersihan lokasi juga tengah berjalan,” ujarnya.
Hingga kini, penyebab pasti runtuhnya bangunan masih diselidiki. Dugaan awal mengarah pada kondisi bangunan yang tidak kuat menahan beban jamaah dalam jumlah besar. Aparat telah memasang garis polisi untuk mencegah warga kembali memasuki lokasi.
Pemerintah Kabupaten Bogor berjanji akan melakukan audit terhadap bangunan serupa di wilayahnya. Wali Kota Bogor juga menyampaikan rasa duka mendalam dan memastikan akan membantu penuh penanganan korban.
Tragedi ini kembali membuka mata publik soal pentingnya standar keselamatan bangunan, terutama untuk tempat ibadah dan majelis taklim yang kerap digunakan warga dalam jumlah besar.
Selain itu, masyarakat berharap agar kejadian ini menjadi pelajaran penting agar pengawasan konstruksi tidak diabaikan. Pihak kepolisian menyebut akan memanggil pihak terkait pembangunan Majelis Ta’lim Asobiyah untuk dimintai keterangan.
Relawan kemanusiaan yang berada di lokasi mengungkapkan masih ada korban yang mengalami trauma berat meski selamat. Pendampingan psikologis akan segera diberikan untuk jamaah, khususnya anak-anak yang ikut dalam kegiatan tersebut.
Di tengah duka, solidaritas warga terlihat jelas. Banyak masyarakat sekitar yang turut membantu mengevakuasi, menyediakan makanan, hingga membantu transportasi korban ke rumah sakit. Gotong royong menjadi penguat di tengah bencana.
Peristiwa robohnya bangunan Majelis Ta’lim Asobiyah ini menjadi catatan kelam dalam perayaan Maulid Nabi di Bogor. Duka keluarga korban sekaligus menjadi peringatan keras bagi semua pihak tentang pentingnya keselamatan dan perlindungan jamaah dalam kegiatan keagamaan.
Tags: Tragedi Ciomas, Runtuhnya Majelis Ta’lim, Korban Maulid Nabi, BPBD Bogor, Keselamatan Bangunan
Baca Juga
Komentar