Mahasiswa UBSI Kampus Kaliabang Tanamkan Nilai Toleransi di SDN Kebalen 07 Lewat Program “Satu Jiwa dalam Banyak Warna”
Kota Bekasi — Sekelompok mahasiswa Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) Kampus Kaliabang melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat bertema “Satu Jiwa dalam Banyak Warna: Wujud Nyata Bhinneka Tunggal Ika” di SDN Kebalen 07, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Kegiatan yang digelar pada Kamis, 16 Oktober 2025, ini bertujuan menanamkan kembali semangat toleransi, kebersamaan, dan cinta tanah air kepada generasi muda, khususnya siswa sekolah dasar.
Ketua pelaksana kegiatan, Gavin Isham Alaric, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut berangkat dari keprihatinan terhadap menurunnya sikap toleransi di tengah masyarakat yang semakin beragam dan dinamis.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan bahwa perbedaan bukan untuk dipertentangkan, tetapi untuk disyukuri. Indonesia kuat karena keberagamannya,” ujar Gavin di sela kegiatan.
Program tersebut diikuti dengan antusias oleh para siswa SDN Kebalen 07. Mereka diajak mengenal makna Bhinneka Tunggal Ika melalui kegiatan edukatif dan permainan interaktif yang menyenangkan.
Dalam sesi pembukaan, koordinator program, Lulu’ayatul Fatihah, menjelaskan pentingnya memahami nilai-nilai Pancasila dan semangat persatuan di usia muda. Ia menegaskan bahwa kegiatan ini tidak hanya memberikan wawasan, tetapi juga pengalaman langsung bagi siswa dalam menghargai perbedaan.
“Anak-anak perlu belajar dari hal-hal sederhana, seperti saling menghormati teman yang berbeda agama atau suku. Dari situ, nilai toleransi tumbuh secara alami,” ungkap Lulu.
Mahasiswa UBSI menyampaikan materi dengan cara yang komunikatif. Mereka menggunakan media visual, poster edukatif, dan contoh situasi sehari-hari agar siswa mudah memahami pesan kebangsaan.
Kegiatan juga diselingi dengan mini games seperti “Cerita Bergilir” dan “Perilaku Keberagaman”, yang melatih siswa untuk bekerja sama dan menghargai pandangan orang lain. Suasana belajar pun terasa hangat dan penuh semangat.
Salah satu peserta, siswa kelas tiga, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. “Seru banget, jadi tahu kalau beda itu nggak apa-apa. Semua teman harus dihargai,” katanya dengan wajah gembira.
Selain permainan edukatif, tim mahasiswa juga memperkenalkan poster berisi pesan-pesan moral tentang pentingnya menjaga persatuan dan menghormati perbedaan.

Poster tersebut diserahkan kepada pihak sekolah untuk dipasang di ruang belajar agar dapat menjadi pengingat bagi para siswa.

Fahrurroziq Febrianto, salah satu anggota tim, mengatakan bahwa kegiatan ini menjadi bentuk nyata peran mahasiswa dalam memperkuat karakter bangsa melalui pendidikan moral di tingkat dasar.
“Kami ingin membangun generasi muda yang tidak hanya cerdas, tapi juga berempati dan terbuka terhadap keberagaman,” jelasnya.
Hanif Azmi Hafidh dan Ade Kristanti, turut berperan dalam dokumentasi dan pelaksanaan mini games. Keduanya menilai bahwa antusiasme siswa menunjukkan pentingnya pendekatan kreatif dalam pendidikan karakter.
Program “Satu Jiwa dalam Banyak Warna” menjadi sarana bagi mahasiswa UBSI untuk menerapkan ilmu yang mereka pelajari sekaligus berkontribusi langsung kepada masyarakat.
Selain memberikan manfaat bagi siswa, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dasar dalam membangun pendidikan yang inklusif dan berkarakter.
Melalui kegiatan yang berlangsung selama dua jam tersebut, nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika tidak hanya disampaikan secara teori, tetapi juga dipraktikkan secara nyata oleh para peserta.
Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah kecil yang memberi dampak besar dalam menumbuhkan generasi yang menghargai perbedaan dan menjaga persatuan bangsa Indonesia.
Baca Juga
Komentar