Lowongan Kerja Kemenko PM: Rekrut Pegawai Non ASN Posisi Fotografer dan Staf Komunikasi
JAKARTA,22 September 2025 — Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) membuka peluang kerja baru dengan merekrut pegawai non-ASN. Dua posisi strategis ditawarkan: Fotografer dan Staf Komunikasi Strategis, dengan tenggat pengiriman berkas hingga 30 September 2025.
Pengumuman resmi ini disampaikan melalui akun Instagram @kemenkopmri. Meski sederhana, unggahan tersebut sontak memicu perhatian publik, terutama kalangan profesional muda yang ingin menjajal dunia birokrasi dari jalur non-ASN.
Langkah ini bukan sekadar perekrutan biasa. Di tengah sorotan publik terhadap kinerja lembaga negara, Kemenko PM seolah ingin membuktikan diri bahwa mereka butuh talenta segar yang piawai mengolah citra dan komunikasi publik.
Khusus posisi Fotografer, persyaratan utama cukup ketat: pelamar harus memiliki pengalaman minimal tiga tahun di bidang fotografi. Lebih dari sekadar juru potret, fotografer di Kemenko PM dituntut mampu mendokumentasikan kegiatan resmi, mengemas visual kreatif, hingga mengedit dan mengirim hasil dalam tempo cepat.
Adapun untuk Staf Komunikasi Strategis, syaratnya tak kalah menantang. Pelamar diutamakan lulusan S1 bidang komunikasi, hubungan masyarakat, jurnalistik, atau pemasaran. Pengalaman sebagai jurnalis minimal dua tahun menjadi kartu truf penting bagi kandidat.
Menariknya, Kemenko PM tidak menetapkan batasan usia bagi pelamar. Hal ini membuka ruang kompetisi yang luas, baik bagi generasi muda fresh graduate berpengalaman, maupun profesional matang yang ingin menjajal peran baru.
Dalam dokumen rekrutmen, dijelaskan bahwa staf komunikasi nantinya bertanggung jawab menyusun siaran pers, membangun hubungan dengan media, hingga merancang strategi komunikasi yang efektif. Peran ini jelas vital, terutama di era digital yang menuntut kementerian tampil transparan sekaligus meyakinkan.
Kriteria tambahan seperti kemampuan komunikasi verbal dan tertulis yang kuat, serta kefasihan dalam bahasa Indonesia dan Inggris, menegaskan bahwa posisi ini memang ditujukan bagi sosok yang luwes, kritis, sekaligus berwawasan global.
Tidak kalah penting, portofolio pelamar akan menjadi bahan penilaian utama. Artinya, pengalaman nyata jauh lebih menentukan dibanding sekadar ijazah.
Pengiriman berkas lamaran dilakukan via email ke alamat resmi: rekomdatin@kemenkopm.go.id, dengan subjek disesuaikan posisi yang dilamar, yakni Fotografer_KemenkoPM atau Staf Komunikasi_KemenkoPM.
Kementerian menegaskan, seleksi dilakukan secara transparan dan profesional. Namun publik patut mencermati sejauh mana proses ini akan benar-benar terbebas dari praktik nepotisme, yang kerap menjadi stigma dalam rekrutmen instansi pemerintah.
Dalam konteks yang lebih luas, rekrutmen pegawai non-ASN ini menunjukkan dilema klasik birokrasi: kebutuhan akan tenaga fleksibel dan kompeten, namun tanpa status dan jaminan karier jangka panjang layaknya ASN.
Apakah perekrutan ini menjadi jalan masuk regenerasi aparatur publik atau sekadar solusi sementara demi pencitraan kementerian, masih menjadi pertanyaan kritis.
Khusus posisi fotografer, publik menilai fungsi dokumentasi bukan sekadar teknis. Di era politik pencitraan, visualisasi kegiatan pejabat bisa mengubah narasi publik secara signifikan. Dengan demikian, posisi ini sarat kepentingan strategis.
Begitu pula dengan staf komunikasi. Dalam pusaran opini publik, siapa yang mengendalikan narasi akan menguasai persepsi. Artinya, lowongan ini sebenarnya bukan sekadar mencari pekerja teknis, melainkan aktor strategis yang menentukan wajah kementerian.
Ironisnya, Kemenko PM tidak menyebutkan secara detail mengenai gaji maupun benefit yang ditawarkan. Ketiadaan informasi ini membuka ruang kritik: apakah posisi strategis ini benar-benar dihargai sepadan dengan tanggung jawab yang dibebankan?
Meski begitu, antusiasme tetap tinggi. Ribuan pelamar diprediksi akan mencoba peruntungan, mengingat peluang bekerja di kementerian selalu dipandang prestisius, meski hanya berstatus non-ASN.
Ke depan, publik akan menilai bukan hanya siapa yang lolos, tetapi juga sejauh mana Kemenko PM mampu mengoptimalkan peran pegawai barunya untuk memperbaiki citra sekaligus kinerja lembaga.
Yang jelas, lowongan ini bukan hanya tentang pekerjaan, melainkan juga tentang siapa yang akan menjadi wajah baru komunikasi pemerintah, di tengah tantangan kepercayaan publik yang kian kritis.
Baca Juga
Komentar