Lima Saham Ini Diborong Investor Ritel Jelang Libur Natal dan Tahun Baru 2026
JAKARTA — Aktivitas investor ritel menjelang libur Natal dan Tahun Baru 2026 (Nataru) tercermin dari data transaksi broker Stockbit Sekuritas Digital. Dalam periode 18–24 Desember 2025, terdapat lima saham yang mencatatkan nilai pembelian ritel terbesar, meski sebagian besar ditutup melemah di akhir pekan perdagangan.
Berdasarkan data perdagangan, saham PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) menjadi emiten dengan nilai pembelian ritel terbesar selama sepekan. Total nilai beli tercatat mencapai Rp148,3 miliar dengan volume sekitar 2,0 juta lot dan rata-rata harga beli Rp756 per saham.
Pada perdagangan Rabu (24/12/2025), saham INET ditutup di level Rp750 atau turun 12,28%. Dari sisi antrian, total bid tercatat 852.637 lot, sedangkan offer mencapai 1.593.711 lot. Frekuensi transaksi jual juga lebih tinggi, yakni 8.734 kali, dibanding bid sebanyak 6.852 kali.
Di posisi kedua, saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) diborong investor ritel dengan nilai mencapai Rp142,4 miliar, setara 377.807 lot, pada rata-rata harga Rp3.773 per saham.
Pada penutupan perdagangan Rabu, saham BBRI stagnan di level Rp3.770. Dari sisi orderbook, antrean bid tercatat 979.369 lot dan offer 995.151 lot, dengan frekuensi bid 15.487 kali dan offer 9.833 kali, menunjukkan keseimbangan relatif antara permintaan dan penawaran.
Saham energi PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) menempati posisi berikutnya dengan nilai pembelian ritel sebesar Rp105,6 miliar selama sepekan. Volume transaksi mencapai 554.034 lot dengan rata-rata harga beli Rp1.903.
Pada akhir perdagangan, saham ADRO ditutup melemah 0,79% ke level Rp1.890. Total antrean bid tercatat 228.942 lot, sedangkan offer mencapai 765.407 lot, dengan frekuensi bid 4.842 kali dan offer 7.110 kali.
Selanjutnya, saham jasa pertambangan PT Darma Henwa Tbk (DEWA) juga masuk dalam daftar saham yang paling banyak diborong ritel. Nilai pembelian tercatat Rp100,1 miliar, dengan volume sekitar 1,8 juta lot dan rata-rata harga Rp572 per saham.
Pada penutupan perdagangan, saham DEWA ditutup di level Rp560, turun 4,27%. Antrean bid tercatat 2.438.100 lot, sementara offer mencapai 5.504.973 lot, dengan frekuensi transaksi bid 10.934 kali dan offer 12.407 kali.
Adapun saham infrastruktur PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) mencatat nilai pembelian ritel sebesar Rp98,5 miliar selama sepekan, dengan volume 561.056 lot dan rata-rata harga beli Rp1.747.
Saham CDIA ditutup melemah 2,94% ke level Rp1.650. Total antrean bid tercatat 438.791 lot, sementara offer mencapai 648.944 lot, dengan frekuensi bid 5.853 kali dan offer 6.491 kali.
Secara keseluruhan, kelima saham yang paling banyak diborong investor ritel menjelang libur Nataru menunjukkan pola serupa dari sisi mikrostruktur pasar. Mayoritas saham ditutup melemah atau stagnan, dengan tekanan jual yang relatif lebih dominan dibanding permintaan di akhir periode perdagangan.
Baca Juga
Komentar