Latihan Militer Iran di Selat Hormus Picu Ketegangan Baru dengan AS
Latihan militer yang digelar Islamic Revolutionary Guard Corps (IRGC) di perairan Timur Tengah kembali meningkatkan tensi dengan Amerika Serikat. Media televisi pemerintah Iran pada Senin (16/2/2026) menayangkan manuver militer di kawasan strategis Selat Hormus, Teluk Persia, dan Laut Oman.
Ini merupakan kali kedua IRGC menggelar latihan di jalur pelayaran vital tersebut dalam beberapa pekan terakhir. Sejumlah kapal fregat terlihat bermanuver di tengah memanasnya hubungan Teheran dan Washington, terutama di tengah negosiasi yang belum menemukan titik temu.
IRGC menyatakan latihan itu bertujuan menguji kemampuan intelijen dan kesiapan operasional militer Iran di jalur perdagangan global yang sangat penting tersebut.
Di saat bersamaan, lembaga pemantau pelayaran IOS Risk Group melaporkan bahwa para pelaut menerima peringatan radio mengenai potensi penggunaan jalur utara Selat Hormus untuk latihan tembak langsung pada Selasa (17/2/2026). Namun, televisi pemerintah Iran tidak secara eksplisit menyebut adanya latihan tembak langsung.
Peringatan ini menjadi yang kedua dalam beberapa minggu terakhir, menyusul latihan militer Iran pada akhir Januari lalu yang sempat mendapat kecaman dari United States Central Command (CENTCOM). Pihak AS kala itu memperingatkan agar Iran tidak mengganggu kapal perang maupun kapal komersial yang melintas.
Menanggapi kritik tersebut, Iran menegaskan haknya untuk beroperasi secara profesional di wilayah udara dan perairan internasional.
Latihan militer ini berlangsung sehari sebelum dan selama pembicaraan antara Iran dan Amerika Serikat yang disebut-sebut bertujuan menunjukkan kesiapan militer Teheran.
Di sisi diplomatik, Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, bertemu dengan Direktur Jenderal International Atomic Energy Agency, Rafael Grossi, menjelang putaran kedua negosiasi terkait program nuklir Iran.
Araghchi juga dijadwalkan bertemu Menteri Luar Negeri Oman, Badr Albusaidi, yang berperan sebagai mediator dalam pembicaraan antara Washington dan Teheran.
Ketegangan militer di laut dan manuver diplomatik di meja perundingan kini berjalan beriringan, menempatkan kawasan Timur Tengah kembali dalam sorotan geopolitik global.
Baca Juga
Komentar