Laba Melejit, Saham DEWA Terbang Tinggi, Apakah Masih Murah?
Pena Insight
Jakarta, 18 Juli 2025 — PT Darma Henwa Tbk (DEWA), entitas kontraktor tambang dari Grup Bakrie, mencetak lonjakan laba pada kuartal I/2025. Saham DEWA pun menguat signifikan hingga 57,63% sejak awal tahun. Namun, apakah valuasinya masih menarik untuk dikoleksi
Lonjakan Laba DEWA Jadi Sorotan Investor
Laporan keuangan kuartal I/2025 yang dirilis PT Darma Henwa Tbk. menunjukkan capaian positif. Perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan laba bersih yang signifikan, didorong oleh efisiensi operasional serta kenaikan pendapatan yang melampaui beban pokok. Kinerja ini memicu respons positif di pasar saham, dengan harga saham DEWA menembus Rp186 per lembar.
Saham Naik 57%, Potensi Masih Terbuka
Kenaikan harga saham DEWA sebesar 57,63% sejak awal tahun mengundang pertanyaan pasar: apakah harga ini mencerminkan nilai wajar? Sejumlah analis menilai bahwa valuasi DEWA masih menyimpan potensi, terutama jika perusahaan dapat mempertahankan tren efisiensi dan ekspansi kontrak tambang.
Pendapatan Tumbuh, Beban Terkendali
Salah satu faktor utama di balik lonjakan laba adalah pertumbuhan pendapatan yang lebih tinggi dari beban pokok penjualan. Ini menunjukkan keberhasilan manajemen dalam menjaga margin operasional, sekaligus memperkuat keyakinan investor akan prospek keuangan jangka pendek DEWA.
Efisiensi Operasional Jadi Kunci
Direksi DEWA dalam keterangannya ke Bursa Efek Indonesia mengungkapkan bahwa strategi efisiensi dan digitalisasi operasional telah mulai membuahkan hasil. Penekanan biaya operasional dan optimalisasi alat berat disebut menjadi kunci tumbuhnya profitabilitas perusahaan.
Sentimen Batu Bara Masih Mendukung
Harga batu bara global yang relatif stabil turut menopang prospek DEWA sebagai kontraktor tambang. Meskipun tren transisi energi tengah berlangsung, proyek tambang batu bara masih menjadi tulang punggung pendapatan perusahaan, terutama di tengah permintaan dari negara berkembang.
Bagaimana Target Saham DEWA ke Depan
Sejumlah analis menyampaikan bahwa target harga saham DEWA masih memiliki ruang untuk naik, terutama jika laba pada semester pertama 2025 terus menunjukkan pertumbuhan dua digit. Estimasi konservatif menyebutkan potensi mencapai Rp210–Rp230 dalam jangka menengah.
Risiko dan Tantangan Masih Ada
Meski prospeknya positif, DEWA tetap menghadapi tantangan seperti fluktuasi harga komoditas, ketergantungan pada kontrak utama, serta tekanan biaya operasional jika harga energi naik. Investor diminta tetap mencermati aspek fundamental dan makroekonomi.
Dukungan Grup Bakrie, Faktor Penopang Tambahan
Sebagai bagian dari Grup Bakrie, DEWA mendapat keuntungan dari sinergi korporasi, termasuk jaringan bisnis dan potensi kontrak dalam grup. Ini memberikan bantalan tambahan bagi pertumbuhan dan ekspansi pasar DEWA, khususnya di sektor energi dan pertambangan.
Kepercayaan Pasar Meningkat
Kinerja keuangan yang positif telah memperkuat persepsi investor terhadap transformasi internal DEWA. Dalam jangka menengah, keberhasilan menjaga pertumbuhan dan margin diperkirakan menjadi penentu utama arah saham, apalagi dengan dukungan tren ESG di sektor tambang.
Waktu Akumulasi atau Tunggu Koreksi
Dengan harga yang telah naik signifikan, investor disarankan mempertimbangkan strategi bertahap atau menunggu koreksi untuk akumulasi saham DEWA. Namun bagi investor jangka panjang yang fokus pada fundamental, DEWA mulai menunjukkan arah konsolidasi positif.
Baca Juga
Komentar