Koperasi Merah Putih Bekasi Tancap Gas, Dari 56 Kelurahan Menuju Ekonomi Mandiri Berbasis Warga
Pena Insight
Bekasi, 4 Agustus 2025 – Pemerintah Kota Bekasi serius mengakselerasi pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis koperasi lewat gerakan strategis bertajuk Koperasi Merah Putih. Program ini tidak hanya menjangkau satu atau dua wilayah, tetapi ditargetkan aktif di seluruh 56 kelurahan yang ada di Kota Bekasi.
Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menegaskan bahwa inisiatif ini bukanlah sekadar proyek simbolis. Fokus Koperasi Merah Putih adalah membentuk ekosistem ekonomi lokal yang hidup dan berkelanjutan. “Puji syukur, kemarin sudah ada yang bisa dijadikan contoh, yakni di Kelurahan Jati Makmur. Di sana sudah mulai berjalan unit usaha seperti toko sepatu, klinik kesehatan, hingga layanan berbasis komunitas,” ujarnya kepada jurnalis Pena Insight.
Menurut Tri Adhianto, filosofi Koperasi Merah Putih bukan sekadar soal transaksi ekonomi, tetapi bagaimana warga diberdayakan untuk mengelola kebutuhan sehari-hari melalui usaha kolektif. Pendekatannya menyentuh akar ekonomi kerakyatan, mengedepankan kolaborasi dan kemandirian di level komunitas.
Untuk memastikan program ini berjalan efektif, Pemkot Bekasi menggelontorkan dana besar. Dari total Rp25 miliar yang digulirkan melalui Lembaga Keuangan Mikro Lekong Patriot, sekitar Rp15 miliar telah disalurkan ke koperasi yang tersebar di berbagai wilayah. “Ini bukan akhir. Justru ini langkah awal kita dalam membangun ekonomi lokal yang kuat,” jelas Tri.
Tak berhenti di sana, Wali Kota Bekasi juga mengusulkan skema pendampingan berupa dana pengembangan koperasi awal sebesar Rp2,5 miliar. Skema ini akan difokuskan pada koperasi-koperasi rintisan yang dinilai potensial tetapi belum memiliki kekuatan modal cukup.
Dukungan ini menunjukkan bahwa Pemkot Bekasi benar-benar ingin koperasi tidak hanya hidup dari sisi legalitas, tapi juga aktif menjalankan roda usaha nyata. Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menciptakan ruang ekonomi baru berbasis gotong royong.
Salah satu keunggulan pendekatan ini adalah kemampuannya menjangkau hingga ke unit terkecil masyarakat. Tri menegaskan bahwa koperasi akan diarahkan untuk menyesuaikan usaha dengan potensi lokal masing-masing kelurahan. Ini penting untuk memastikan keberlanjutan dan daya saing antarwilayah.
Dengan pendekatan holistik ini, Bekasi mengirim sinyal kuat kepada daerah lain bahwa kebangkitan ekonomi bukan selalu dari atas ke bawah. Melalui koperasi, warga diberi ruang untuk mandiri, bermitra, dan bertumbuh bersama.
Ke depan, Pemkot juga akan menggandeng stakeholder swasta dan lembaga pendidikan guna memperkuat literasi keuangan dan keterampilan manajerial para pengurus koperasi. Langkah ini penting agar koperasi tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang menjadi tulang punggung ekonomi lokal.
Koperasi Merah Putih di Bekasi menjadi contoh nyata bagaimana kolaborasi pemerintah dan masyarakat bisa melahirkan solusi konkret atas tantangan ekonomi perkotaan. Dari Jati Makmur ke 56 kelurahan lainnya, gerakan ini menyimpan potensi besar untuk menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca Juga
Komentar