Ketua DPRD Kota Bekasi Dorong Optimalisasi Dana 100 Juta per RW untuk Pemberdayaan dan Infrastruktur Warga
KOTA BEKASI — Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Effendi, memberikan apresiasi terhadap kebijakan Pemerintah Kota Bekasi yang mengalokasikan anggaran Rp100 juta bagi setiap Rukun Warga (RW). Menurutnya, program ini menjadi langkah nyata pemerintah dalam memperkuat pembangunan berbasis masyarakat.
Usai mengikuti Rapat Paripurna DPRD Kota Bekasi, Kamis siang bersama wartawan (13/11/2025), Sardi menegaskan pentingnya peran RW sebagai garda terdepan dalam pelayanan publik dan pembangunan lingkungan. Ia berharap dana tersebut bisa benar-benar digunakan secara efektif dan tepat sasaran.
“Itu kan Rp100 juta per RW, dan itu merupakan anggaran pemerintah daerah yang harus diserap serta dipertanggungjawabkan. Silakan dimanfaatkan sesuai kebutuhan masyarakat,” ujarnya kepada awak media.
Sardi menjelaskan bahwa penggunaan dana RW telah diatur secara jelas oleh pemerintah kota. Jenis belanja yang dapat dilakukan meliputi infrastruktur, barang dan jasa, serta kebutuhan penunjang kegiatan kemasyarakatan. Tujuannya agar setiap RW memiliki fleksibilitas dalam menentukan prioritas di lingkungannya masing-masing.
“Bisa digunakan untuk belanja barang dan jasa yang bermanfaat, seperti pengadaan sarana kegiatan warga atau perbaikan fasilitas umum. Yang penting, sesuai aturan dan memberi dampak positif bagi warga,” tambahnya.
Terkait pengawasan, DPRD Kota Bekasi memastikan seluruh proses berjalan transparan dan akuntabel. “Pengawasannya nanti masuk dalam laporan pertanggungjawaban APBD dan tindak lanjut hasil pemeriksaan BPK. Itu menjadi bagian dari fungsi pengawasan DPRD,” jelas Sardi.
Ia menekankan bahwa fungsi DPRD tidak hanya sebatas legislasi, tetapi juga pengawasan dan penganggaran. Dengan demikian, setiap program pemerintah daerah, termasuk dana RW, akan terus dikawal agar berjalan sesuai ketentuan.
Selain melalui mekanisme formal, DPRD juga melakukan pemantauan melalui reses dan kunjungan lapangan. Dalam kesempatan tersebut, aspirasi warga akan dihimpun untuk menjadi bahan evaluasi program pembangunan ke depan.
Sardi mengingatkan agar penggunaan dana RW tidak tumpang tindih dengan program lain seperti pokok pikiran (pokir) anggota DPRD maupun hasil musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang). “Koordinasi antar pihak penting supaya anggaran bisa digunakan secara maksimal tanpa tumpang tindih,” katanya.
Menurutnya, dengan anggaran Rp100 juta per RW, perlu ada perencanaan matang agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat. “Kalau hanya untuk aspal, nilainya mungkin tidak besar. Maka bisa diarahkan juga ke kegiatan pemberdayaan atau sarana kemasyarakatan,” tuturnya.

Sardi mencontohkan sejumlah kebutuhan yang bisa dipenuhi menggunakan dana tersebut, seperti pengadaan sound system, tenda, CCTV, kipas angin, atau AC untuk kegiatan warga. “Itu boleh digunakan, asalkan ada bukti pembelian dan laporan pertanggungjawaban yang sah,” ujarnya.
Melalui program ini, DPRD Kota Bekasi berharap setiap RW dapat meningkatkan kemandirian dan partisipasi masyarakat dalam membangun lingkungannya sendiri. Pemberdayaan ini diharapkan menjadi bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat.
“RW harus bisa menjadi penggerak pembangunan di wilayahnya. Kalau dikelola dengan baik, dampaknya akan sangat terasa,” ucap Sardi.
Lebih jauh, Ketua DPRD juga menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam setiap tahapan pelaksanaan. Ia menilai keterbukaan menjadi kunci kepercayaan masyarakat terhadap program pemerintah.
“Kalau semua dilakukan secara terbuka, masyarakat juga akan ikut menjaga dan mengawasi. Jadi, tidak ada ruang untuk penyalahgunaan,” tegasnya.
Sardi berharap, program dana RW bisa menjadi model pembangunan partisipatif yang berkelanjutan di Kota Bekasi. Dengan kolaborasi yang baik antara pemerintah, DPRD, dan masyarakat, pembangunan kota akan semakin merata dan inklusif.
“Fokuslah pada kebutuhan dasar warga, karena dari situlah pembangunan dimulai. Mari kita bersama-sama wujudkan Bekasi yang lebih maju dan sejahtera,” tutupnya. (Adv)
Baca Juga
Komentar