Ketua DPRD Kota Bekasi Ajak Warga Jadikan Hari Pahlawan 2025 sebagai Momentum Bangkit dari Kemiskinan dan Pengangguran
KOTA BEKASI — Peringatan Hari Pahlawan 10 November 2025 menjadi momen penting bagi seluruh elemen masyarakat, terutama di Kota Bekasi. Ketua DPRD Kota Bekasi, Sardi Efendi, mengajak warga untuk menyalakan kembali semangat perjuangan para pahlawan dalam menghadapi tantangan sosial dan ekonomi yang kian kompleks.
Dalam wawancara usai apel peringatan Hari Pahlawan di Plaza Pemerintah Kota Bekasi, Sardi menegaskan bahwa semangat kepahlawanan tidak hanya sebatas mengenang jasa para pejuang, tetapi juga diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membebaskan masyarakat dari kemiskinan dan pengangguran.
“Ya, situasi bangsa saat ini kan kita menghadapi tentang kemiskinan, pengangguran, kemudian daya beli. Dengan adanya momentum Hari Pahlawan ini, kita kembali berjuang membangkitkan semangat bangsa ini agar bangkit dari ekonomi, kemiskinan, dan pengangguran,” ujar Sardi dalam keterangannya.
Menurutnya, semangat perjuangan harus diterjemahkan dalam kerja konkret yang membawa manfaat langsung bagi masyarakat. DPRD Kota Bekasi, kata Sardi, telah berkomitmen menjalankan kebijakan dan program yang berpihak kepada rakyat kecil.
Salah satu bentuk nyata komitmen tersebut adalah pelaksanaan berbagai program perlindungan sosial dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui kerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi, DPRD mendorong pelaksanaan program Universal Corporate bagi pekerja rentan.
“Saat ini, ada sekitar 11.000 pekerja rentan, termasuk pengemudi ojek online, yang sudah mendapatkan perlindungan dari program itu,” jelasnya.
Selain itu, DPRD bersama pemerintah daerah juga telah memperluas cakupan Universal Health Coverage (UHC) yang kini telah mencapai lebih dari 86% masyarakat Kota Bekasi. Sardi menilai, keberhasilan ini merupakan hasil kerja bersama untuk memastikan seluruh warga mendapatkan akses layanan kesehatan tanpa hambatan ekonomi.
“Kita ingin memastikan tidak ada warga Bekasi yang kesulitan berobat karena alasan biaya. Itu bagian dari perjuangan kita hari ini,” ujarnya.
Sardi menekankan bahwa perjuangan para pahlawan tidak berhenti di medan perang, melainkan diteruskan melalui kebijakan publik yang adil dan berpihak pada rakyat. Menurutnya, keberanian dalam mengambil keputusan yang pro-rakyat merupakan bentuk keberlanjutan dari semangat kepahlawanan.
“Hari ini kita mengisi amanat para pejuang dengan kerja nyata. Bagaimana masyarakat Kota Bekasi harus tetap semangat menghadapi segala tantangan,” tambahnya.
Dalam kesempatan itu, Sardi juga mengingatkan pentingnya menumbuhkan rasa cinta tanah air di tengah derasnya arus globalisasi dan pengaruh budaya luar. Ia mengajak generasi muda untuk tetap mencintai produk, budaya, dan nilai-nilai bangsa sendiri.
“Selain semangat, kita juga harus menumbuhkan cinta tanah air. Jangan sampai kita lebih cinta bangsa lain daripada bangsa sendiri,” tegasnya.
Menurut Sardi, pembangunan daerah tidak hanya memerlukan sumber daya manusia yang kompeten, tetapi juga jiwa nasionalisme yang kuat. Semangat gotong royong dan solidaritas sosial perlu terus dijaga agar Bekasi tetap menjadi kota yang maju dan berdaya saing.
Ia pun berharap, Hari Pahlawan tahun ini menjadi momentum bagi seluruh aparatur pemerintah dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas kerja, inovasi, dan tanggung jawab sosial.
“Semangat kepahlawanan bukan hanya mengenang masa lalu, tapi bagaimana kita berjuang hari ini untuk masa depan yang lebih baik,” ujarnya menutup pembicaraan.
Peringatan Hari Pahlawan di Kota Bekasi tahun ini menjadi pengingat bahwa perjuangan tidak berhenti pada sejarah. Melalui kebijakan dan kerja nyata, nilai-nilai kepahlawanan dihidupkan kembali dalam bentuk keberpihakan terhadap rakyat dan semangat membangun kesejahteraan bersama.
Dengan semangat itu, DPRD Kota Bekasi bersama seluruh masyarakat diharapkan mampu mewujudkan Bekasi yang maju, sejahtera, dan berkeadilan, sesuai cita-cita para pendiri bangsa. (Adv)
Baca Juga
Komentar