Kejar Target Satu Pekan, Kapolda Aceh Pastikan Lahan Huntap Korban Bencana di Aceh Tamiang Siap Dibangun
Aceh Tamiang — Upaya pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang memasuki fase penting. Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Aceh Irjen Pol Drs. Marzuki Ali Basyah turun langsung ke lapangan untuk meninjau kesiapan lahan hunian tetap (huntap) bagi masyarakat terdampak bencana. Peninjauan dilakukan di areal perkebunan PTPN I, Desa Simpang Kanan, Kecamatan Kejuruan Muda, Jumat (23/1/2026).
Di tengah hamparan lahan yang tengah diratakan alat berat, Kapolda Aceh memastikan bahwa proses pematangan lahan berjalan sesuai rencana. Targetnya jelas: dalam waktu satu pekan ke depan, lahan tersebut harus siap untuk memasuki tahap pembangunan hunian tetap.
“Insyaallah, satu minggu lagi pematangan lahan ini rampung. Setelah itu, kita harapkan pembangunan hunian tetap dapat segera dilaksanakan,” ujar Marzuki kepada awak media di lokasi peninjauan.
Pernyataan itu menjadi angin segar bagi ratusan keluarga yang hingga kini masih bertahan di hunian sementara pascabencana. Kehadiran langsung Kapolda Aceh sekaligus menunjukkan komitmen aparat negara untuk memastikan proses rehabilitasi tidak berjalan lambat di atas meja birokrasi, melainkan nyata di lapangan.
Huntap sebagai Jawaban Kepastian Hidup Warga
Pembangunan hunian tetap menjadi fase krusial dalam penanganan pascabencana. Setelah masa tanggap darurat dan hunian sementara dilalui, kepastian tempat tinggal permanen menjadi harapan utama masyarakat terdampak.
Kapolda Aceh menegaskan bahwa percepatan pembangunan huntap bukan sekadar proyek fisik, melainkan bentuk kehadiran negara untuk memulihkan martabat dan rasa aman warga.
“Percepatan pembangunan hunian tetap ini merupakan wujud kehadiran dan kepedulian negara dalam memberikan tempat tinggal yang layak bagi masyarakat,” jelasnya.
Ia juga mengajak seluruh pihak — mulai dari pemerintah daerah, instansi terkait, hingga masyarakat — untuk bersama-sama mendukung dan mendoakan agar proses pembangunan berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Lokasi Strategis di Areal Perkebunan
Lahan yang disiapkan berada di area perkebunan PTPN I Desa Simpang Kanan. Pemilihan lokasi ini dinilai strategis karena relatif aman dari potensi bencana serupa, memiliki akses jalan yang memadai, serta memungkinkan pengembangan infrastruktur dasar seperti air bersih, listrik, dan sanitasi.
Di lokasi tersebut, sejumlah alat berat tampak bekerja meratakan tanah, membuat jalur akses, serta menyiapkan kontur lahan untuk fondasi bangunan. Proses ini menjadi fondasi awal sebelum pembangunan unit-unit hunian permanen dimulai.
Pematangan lahan sendiri mencakup pembersihan area, perataan tanah, penguatan kontur, serta persiapan saluran drainase agar kawasan huntap nantinya tidak rentan terhadap genangan air saat musim hujan.
Komitmen Polri dalam Pemulihan Pascabencana
Keterlibatan Kapolda Aceh dalam peninjauan ini memperlihatkan peran aktif Polri tidak hanya dalam aspek keamanan, tetapi juga dalam mendorong percepatan pemulihan sosial pascabencana.
Peninjauan ini sekaligus menjadi bagian dari koordinasi lintas instansi untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai target. Polri berperan dalam mendukung kelancaran kegiatan di lapangan, termasuk pengamanan area, koordinasi teknis, hingga pendampingan masyarakat.
Langkah ini juga sejalan dengan semangat rehabilitasi dan rekonstruksi yang menekankan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, BUMN, aparat keamanan, serta unsur masyarakat.
Harapan Warga untuk Segera Punya Rumah Permanen
Bagi warga terdampak, pembangunan huntap adalah jawaban atas ketidakpastian hidup selama berbulan-bulan pascabencana. Sebagian masih tinggal di hunian darurat dengan keterbatasan ruang, sanitasi, dan privasi.
Kepastian bahwa lahan huntap sedang dimatangkan dan akan segera dibangun memberi harapan baru untuk memulai kembali kehidupan secara normal. Rumah permanen bukan hanya tempat berteduh, tetapi juga simbol pemulihan, stabilitas, dan masa depan keluarga.
Pemerintah daerah Aceh Tamiang pun menyambut baik percepatan ini. Mereka memastikan dukungan administratif, teknis, serta pendataan calon penerima huntap berjalan paralel agar ketika pembangunan selesai, proses serah terima dapat dilakukan tanpa hambatan.
Target Satu Pekan, Pembangunan Segera Dimulai
Target penyelesaian pematangan lahan dalam waktu satu minggu menjadi komitmen utama dalam peninjauan ini. Setelah lahan siap, tahap berikutnya adalah pembangunan fisik hunian tetap yang dirancang layak, aman, dan memenuhi standar kebutuhan dasar warga.
Kapolda Aceh menegaskan bahwa seluruh pihak harus bekerja dengan semangat gotong royong agar target ini tercapai.
“Kita ingin masyarakat segera merasakan kepastian tempat tinggal. Karena itu, semua pihak harus bergerak cepat dan solid,” ujarnya.
Dengan langkah konkret di lapangan, proses rehabilitasi pascabencana di Aceh Tamiang kini memasuki babak baru. Tidak lagi sekadar wacana, tetapi kerja nyata menuju terwujudnya permukiman baru yang aman dan layak bagi warga terdampak.
Negara Hadir, Pemulihan Dipercepat
Peninjauan Kapolda Aceh hari itu bukan sekadar agenda seremonial. Ia menjadi simbol bahwa negara benar-benar hadir di tengah masyarakat yang sedang bangkit dari bencana. Dari tanah yang diratakan hari ini, akan berdiri rumah-rumah baru yang menjadi titik awal kehidupan yang lebih baik.
Jika target satu pekan pematangan lahan terpenuhi, maka pembangunan huntap akan segera dimulai, menandai babak penting pemulihan Aceh Tamiang pascabencana.
Harapannya, ketika hunian tetap itu selesai, warga tidak hanya memperoleh rumah, tetapi juga kembali mendapatkan rasa aman, martabat, dan harapan baru untuk masa depan.
Baca Juga
Komentar